10 Bencana Alam Paling Mematikan

DISASTER

Indonesiaone.org – Alam memang menyimpan kekuatan yang luar biasa besar. Berbagai kekuatan alam yang tersembunyi dan tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi namun memiliki daya hancur yang luar biasa besar.

Berikut ini adalah 10 Bencana alam paling mematikan di dunia :

10. Tanah Longsor (Landslide)

Tanah Longsor

Tanah longsor adalah bencana alam yang timbul di daerah perbukitan yang seringkali menimbulkan kerugian yang sangat besar karena menimpa pemukiman warga. Ada juga beberapa kasus tanah longsor yang terjadi di jalanan dan memakan korban pengendara mobil yang sedang lewat.

Tanah longsor dapat disebabkan karena gempa bumi, letusan gunung berapi, atau ketidak stabilan dari tanah di wilayah tersebut. Dalam beberapa kasus yang jarang ditemui, ada juga tanah longsor yang disebabkan oleh tanah berlumpur yang diakibatkan oleh hujan deras yang berkepanjangan.

Daya Hancur : 3/10 

9. Longsoran Salju (Avalanche)

Avalanche

Longsoran Salju sering terjadi di negara dengan musim salju yang panjang seperti Kanada dan Rusia. Longsoran salju terjadi karena adanya massa salju dalam skala besar akibat bebatuan yang terkumpul dan terjatuh dari puncak gunung akibat gravitasi. Massa salju yang jatuh ini menumpuk semakin besar dan bercampur dengan udara dan memiliki daya hancur yang sangat tinggi.

Daya Hancur : 4/10

8. Kebakaran Hutan (Wildfire)

Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan biasanya terjadi karena hantaman petir, kecerobohan manusia, pembakaran hutan, letusan gunung berapi, dan awan panas akibat aktivitas gunung berapi. Bencana alam ini merupakan ancaman bagi pemukiman atau wilayah dengan area hutan yang luas.

Jika kebakaran hutan menjalar dan semakin besar, maka daya hancurnya bahkan dapat mencapai luas hektar dan menimbulkan bara api (biasanya disebut “ember fire “) yang dapat membakar bangunan yang bahkan memiliki jarak 100 meter dari api.

Daya Hancur : 5/10 

7. Kekeringan (Drought)

Kekeringan

Bencana kekeringan adalah rentang waktu beberapa bulan atau tahun dimana suatu wilayah mengalami kelangkaan air yang dikarenakan kemarau berkepanjangan. Curah hujan yang sangat rendah atau bahkan tidak ada menyebabkan kurangnya suply air dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Jika terjadi dalam rentang waktu yang lama (tahunan), bahkan dapat membunuh ekonomi suatu negara.

Daya Hancur : 6/10 

6. Letusan Gunung Berapi (Volcanic Eruption)

AP_chile_volcano_jtm_150303_12x5_1600

Letusan/Erupsi gunung berapi terjadi saat gunung berapi memasuki masa aktif dan melepaskan lava serta gas beracun ke udara. Letusan ini bisa terjadi dalam skala kecil namun terus menerus selama beberapa hari, ataupun letusan besar yang biasa disebut supervolcano eruptions dimana gunung berapi tersebut setidaknya mengeluarkan material (lava dan bebatuan) sebanyak 1000 kilometer kubik.

Dalam beberapa kasus meletusnya gunung berapi menimbulkan aliran piroklastic (pyroclastic flows), yaitu awan abu dengan suhu tinggi dan uap yang menjalar lewat udara dengan kecepatan tinggi. (lebih cepat dari kecepatan sebuah pesawat.)

Daya Hancur : 7/10 

5. Banjir (Flood)

Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam dengan daya rusak yang cukup tinggi. Meluapnya air dan menggenangi daratan biasanya disebabkan karena volume air yang melebihi kapasitas badan sungai atau danau dan meluap membanjiri daratan yang ada.

Permasalahan banjir juga sering terjadi di kota-kota besar, biasanya diakibatkan karena jalur air yang tersumbat (oleh sampah dan kotoran) maupun curah hujan yang sangat tinggi.

Daya Hancur : 7/10 

4. Tsunami 

Tsunami

Tsunami merupakan serangkaian gulungan ombak besar yang tercipta saat adanya pergerakan dalam jumlah yang sangat besar pada air laut. Biasanya diakibatkan karena gempa bumi, letusan gunung berapi bawah laut, pergeseran lempeng bumi, jatuhnya meteorit, hingga uji coba senjata nuklir.

Tsunami pada dasarnya mirip dengan hantaman gelombang air pasang, namun dengan skala yang jauh lebih besar dan potensi daya rusak yang jauh lebih hebat.

Daya Hancur : 8/10 

3. Tornado

tornado

Tornado adalah kolom udara  yang berputar dengan kencang dan bertiup tidak terkendali dengan kecepatan rata-rata 177km/jam dengan daya jangkauan 75m dan dapat menempuh perjalanan hingga beberapa kilometer sebelum akhirnya menghilang.

Beberapa tornado bahkan dapat mencapat kecepatan 300-480 km/jam dan memiliki lebar (diameter) hingga 1.6 kilometer. Tornado seringkali terjadi di wilayah Amerika dan Kanada. Tornado memiliki daya hancur yang sangat kuat karena dapat melumat dan menerbangkan setiap benda yang dilewatinya.

Tornado menempati urutan ketiga karena sifatnya yang mendadak dan tidak dapat ditebak.

Daya Hancur : 8/10

2. Badai Tropis / Taifun (Hurricane/Thypoons)

14125595 hurricane-hugo-1989-21-deaths

Hurricane atau yang sering disebut dengan badai tropis seringkali terjadi di negara-negara tropis dekat garis khatulistiwa.  Hurricane terjadi karena tekanan udara rendah dari lautan yang berkumpul menjadi badai. Kekuatan sebuah hurricane dapat menghancurkan satu kota dalam waktu semalam.

Hurricane menempati urutan nomor dua  karena daya hancurnya yang sangat tinggi.

Daya hancur  : 9/10

1. Gempa Bumi (Earthquake).

Gempa Bumi

Gempa Bumi tercipta dari terlepasnya energi secara tiba-tiba dari  dalam perut Bumi dan menyebabkan timbulnya gelombang seisimik. Gempa Bumi pada umumnya terjadi karena pergerakan kerak/lempeng Bumi.

Gempa Bumi sendiri diukur menggunakan seismometer dengan ukuran skala richter. Gempa bumi memiliki daya rusak yang sangat tinggi, dan dapat menyebabkan keretakan pada permukaan tanah.

Gempa bumi menempati urutan pertama karena sifatnya yang global dan sulit untuk dicegah.

Daya Hancur : 10/10

Bencana disebabkan oleh banyak hal. Ada yang karena perubahan iklim dan alam, juga ada yang disebabkan pergeseran lapisan bumi. Namun jika ditelaah lebih lanjut, ada banyak bencana alam yang disebabkan oleh karena ulah manusia itu sendiri. Entah karena hutan yang ditebangi, polusi udara, dan keserakan manusia yang terus mengeruk hasil bumi tanpa henti. Itu semua membuat terjadinya banyak perubahan di alam semesta yang menyebabkan bencana bagi manusia yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, betapa pentingnya keberadaan manusia yang tidak serakah, menjaga semesta, dan memperhatikan keseimbangan alam serta ekosistem. Keberadaan manusia yang jahat, dan tidak peduli akan lingkungan, maka alam akan selalu menjadi ancaman yang membahayakan kehidupan manusia.