Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / Kesehatan / 14 Perilaku Orang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

14 Perilaku Orang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

Indonesiaone.org – Kasus bunuh diri kembali menjadi sorotan di dunia maya setelah seorang pria di Jagakarsa melakukan aksi gantung diri di depan kamera dan ditonton oleh banyak orang lewat Facebook Live.

Menurut pengakuan pelaku, ia sedang sakit hati karena ditinggalkan oleh istri yang telah dinikahinya selama 13 tahun. Meskipun sebenarnya ia takut dan bimbang untuk melakukan aksinya, tetapi karena sakit hati ia pun melaksanakan niatnya.

Belum lama kisah itu viral di internet, muncul lagi kisah yang sama. Seorang pria Jepang yang kemudian diketahui adalah manajer JKT 48 melakukan aksi gantung diri di rumahnya di Tangerang.

Data dari WHO Preventing Suicide Global Imperative Report (2014), pada tahun 2012 ada 9105 orang bunuh diri terdiri dari 5206 wanita dan 3900 pria.

Tidak ada alasan tunggal mengapa seseorang mencoba untuk menghilangkan nyawanya sendiri. Tetapi, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko. Seseorang mungkin lebih mungkin berusaha bunuh diri, jika mereka memiliki gangguan kesehatan mental. Sekitar 90 persen orang yang bunuh diri memiliki gangguan mental atau psikologis.

Orang yang berniat atau memiliki gagasan untuk bunuh diri, biasanya akan menunjukkan perubahan perilaku.

Berikut ini adalah beberapa gejala/indikasi seseorang memiliki niatan untuk bunuh diri  :

 

SuicideSumber : beyondblue

Tidak memiliki pengharapan akan masa depan.

Murung dan menarik diri diri dari lingkungan sosial / merasa kesepian dan sendirian yang sangat ekstrim.

Cenderung Agresif reaktif dan mudah tersinggung/marah.

Menyimpan di tempat tersembunyi alat/sarana yang membahayakan/mematikan.

Merasa menjadi beban bagi orang sekitarnya.

Keadaan jiwa (mood) dan perilaku yang dapat berubah drastis dengan cepat ke arah negatif

Membicarakan hal-hal tentang bunuh diri atau membunuh seseorang.

Memiliki sejarah tentang perilaku bunuh diri.

Memiliki kebiasaan baru yang berisiko tinggi terhadap kematian.

Perasaan tidak dibutuhkan / tidak diterima oleh lingkungan.

Memberikan barang-barang kepada orang lain tanpa alasan yang jelas

Meningkatnya aktivitas penggunaan alkohol dan obat-obat terlarang.

Merasa terpenjara / terperangkap dalam kehidupan.

Merasa tidak berguna dan tidak ada alasan untuk hidup.

Cara kita membantu mereka

Menghadapi seseorang yang punya kecenderungan bunuh diri, atau punya niat bunuh diri, pastinya tidak mudah. Tapi, jika kita melihat ada teman atau keluarga yang punya gejala mencurigakan, jangan berdiam diri.

Hal pertama yang harus kita ingat untuk dapat berempati kepada orang tersebut, tahan asumsi kita terlebih dahulu. Asumsi dan penghakiman seperti “Kurang iman, begitu saja lemah, bodoh, putus asa”, haruslah ditahan karena itu hanya akan memperburuk suasana hatinya.

Hal kedua ialah mencoba menjadi pendengar bagi dia. Entah dia menangis atau marah-marah, kita tidak perlu bereaksi berlebihan atau memberi banyak nasihat. Karena yang paling ia butuhkan pertama-tama ialah pendengar yang setia.

Saat mendengar keluhannya, lihat sejauh mana yang bersangkutan memikirkan kematian. Apakah niatnya implisit seperti “Saya berharap tidak dilahirkan” atau “Saya mau tidur selamanya dan tidak bangun lagi”. Atau, niatannya diungkapkan secara eksplisit dan detail seperti “Saya mau mati gantung diri, kira-kira berani ga ya?” atau “Bulan depan gw minum racun aja deh….”

Semakin eskplisit dan detail ungkapannya, artinya semakin berbahaya.

Hal ketiga ialah menemukan akar permasalahan/kesimpulan dari keluhan-keluhannya dan memberikan opsi dan bantuan untuk ia menyelesaikan permasalahannya. Apabila kita ragu dan tidak yakin akan apa sebenarnya akar permasalahan dari orang yang bersangkutan, akan jauh lebih baik jika kita membawanya kepada orang yang kita hargai karena integritas dan kebijaksanaannya. Biasanya adalah penasehat spiritual yang telah teruji keabsahan imannya dan perjalanan imannya bersama Tuhan.

Hal keempat ialah memberikan waktu untuk mendampinginya. Hal ini memang membutuhkan pengorbanan dari pihak kita. Namun percayalah pengorbanan kita tidak akan sia – sia jika digerakkan oleh cinta dan kasih sayang kepada orang yang bersangkutan. Karena biasanya, kasih dan ketulusan kitalah yang akan membuat kefrustasian dapat tersingkir dari orang yang tersebut. Intinya, mereka membutuhkan sentuhan kasih dan perhatian dari seorang yang tulus mengasihi mereka.

Hal kelima ialah membawanya dalam doa – doa kita dihadapan Tuhan. Hal ini memang terkesan sangat rohani. Tapi memang itulah yang harus kita lakukan. Karena siapa yang bisa mengubahkan hati seseorang selain Tuhan yang menciptakannya? Jadi, jika Tuhan turut bekerja maka tidak ada satupun yang mustahil. Orang yang tadinya berniat bunuh diri akan alami perubahan menjadi pribadi yang sangat optimis dan penuh pengharapan dalam menjalani kehidupannya.

About IndonesiaOne

Check Also

6 Manfaat Utama Bangun Pagi Hari

IndonesiaOne.org – Bangun pagi hari ternyata sangatlah bermanfaat bagi kesehatan! Berikut ini adalah manfaat yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *