3 Hal yang Buat Orang Terkadang Meragukan Keberadaan Tuhan

724
Meragukan Tuhan

IndonesiaOne.org – Pastinya semua manusia yang ada di dunia ini akan merasakan kebahagiaan di saat mereka sedang dalam kondisi atau peristiwa yang baik atau menguntungkan bagi mereka.

Namun sayangnya, saat kondisi tersebut berbanding terbalik menjadi sebuah peristiwa yang buruk membuat kebanyakan orang mulai berkeluh kesah, pesimis dan bahkan mungkin mulai meragukan keberadaan Tuhan.

Padahal dibalik kejadian buruk sekalipun selalu ada hal positif didalamnya, jika kita mau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Maka dari itu kita sangat perlu mengetahui hal-hal apa saja yang terkadang membuat orang menjadi ragu akan keberadaan Tuhan Sang Pencipta Kehidupan :

1. Keraguan Muncul Melalui Komunikasi

Meragukan Tuhan 2via : The Midult

Keraguan akan Tuhan dapat terjadi karena faktor komunikasi di mana terbagi menjadi dua jenis percakapan, yakni :

Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal adalah komunikasi verbal, non verbal dan fisik yang digunakan ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang lain. Dan keraguan akan keberadaan Tuhan dapat disebabkan saat kita sedang bercakap-cakap dengan seseorang yang ternyata tanpa kita sadari mempengaruhi keyakinan kita akan Tuhan. Mungkin orang tersebut menceritakan ketakutan, kecemasan serta keputus-asaannya akan masalah hidup yang ia sedang alami. Saat mendengarkannya, kita pun akhirnya menjadi tawar hati serta pesimis seakan-akan masalah berat itu juga suatu saat akan menimpa kita.

Dan kita pun mulai meragukan Sang Pencipta yang memiliki kuasa untuk mengontrol kehidupan seseorang dan juga Pribadi yang sanggup mengubah hal yang buruk menjadi sesuatu yang baik atau menciptakan sesuatu yang mustahil namun menjadi mungkin bagi kita.

Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi Intrapersonal adalah percakapan yang terus menerus terjadi di pikiran kita sendiri. Ketakutan atau kekhawatiran akan sesuatu seringkali selalu muncul didalam pikiran kita, padahal kecemasan itu belum pasti akan terjadi dalam diri kita. Dan pada akhirnya membuat kita pesimis dan takut untuk melangkah karena tanpa disadari sebenarnya kita sedang meragukan keberadaan Tuhan yang mana adalah Pribadi yang selalu terbuka menolong ciptaan-Nya.

2. Keraguan Muncul Karena Fakta Hidup Berbeda Dengan Harapan Yang Diekspektasikan

Move On Quote - Berhenti Berharapig : @indonesiaone.org_quotes

Tak bisa dipungkiri setiap manusia pasti memiliki masalah hidup yang harus dihadapi. Tetapi karena beratnya masalah tersebut membuat orang makin pesimis akan keberadaan Tuhan. Sehingga orang tersebut menganggap bahwa Tuhan tidak akan pernah menjawab dan bertindak atas permasalahannya yang sedang dihadapi.

Jika pemikiran yang muncul tersebut tidak ditanggulangi maka akan terus mengikis keyakinan orang itu atas eksistensi dari keberadaan Tuhan. Karena harapan serta doa yang ia panjatkan seperti tidak pernah ia dapatkan maka membuatnya menjadi pribadi yang pesimis dan menilai segala sesuatu hanya dari logikanya saja. Bahkan ia pun menjadi orang yang selalu mengkritisi orang-orang yang masih memiliki harapan, keyakinan dan kepercayaan akan keberadaan Tuhan Sang Pencipta.

Solusinya adalah kita harus menyadari bahwa tanpa keberadaan Tuhan, manusia tidak memiliki kekuatan yang sebenarnya untuk menghadapi masalah hidupnya. Dan sadarilah bahwa permasalahan apapun, sesungguhnya tidak pernah melebihi kekuatan kita.

3. Keraguan Muncul Saat Kita Hanya Melihat Segala Sesuatu Dari Sisi yang Negatif

Life Quote - Bangun Pagi Dengan Emosi Positifig : @indonesiaone.org_quotes

Keraguan akan keberadaan Tuhan seringkali muncul saat kita melihat atau menilai segala sesuatu hanya dari sisi negatif saja. Kita menjadi pribadi yang sering berkeluh kesah dan pesimis dalam menghadapi sesuatu.

Jika kita ada di posisi ini, sesungguhnya kita sedang meragukan keberadaan Tuhan. Karena kita tidak dapat melihat hal baik yang sebenarnya Tuhan sudah rancangkan di balik peristiwa buruk yang sedang kita hadapi.

Sebenarnya yang harus kita pahami adalah dalam menghadapi masalah hidup kita harus menggunakan mentalitas seperti seekor ‘rajawali’. Maksudnya adalah saat seekor rajawali terbang dan menghadapi badai, rajawali tersebut justru melihatnya sebagai sesuatu yang membuat dirinya semakin kuat dan terbang tinggi.

Seperti itulah seharusnya kita menjalani serta menghadapi setiap permasalahan hidup kita. Justru ketika badai masalah datang, di saat itulah kita harus menyadari bahwa kita membutuhkan Tuhan lebih lagi. Dan kita pun akhirnya menghadapi segala sesuatu dengan menggunakan sudut pandang yang tepat.

Penulis : Sherlynda Oktavia