3 Proses Kehidupan Yang Mendewasakan Kita

3 Proses Kehidupan Yang Mendewasakan Kita

IndonesiaOne.org – Dalam menjalani kehidupan ini ada berbagai proses pembentukkan yang memang harus kita lewati. Ada yang harus melewati berbagai tekanan masalah, menghadapi orang – orang yang selalu menyalahkan atau mencari – cari kesalahan, atau menghadapi orang – orang yang kita anggap sangat menjengkelkan. Semua itu tidak akan pernah terlepas dari kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu kita perlu menyikapinya sebagai proses yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Ibarat emas murni yang memerlukan peleburan dan melewati proses pemanasan oleh api, tentunya tidaklah mudah sebagai manusia kita melewati hal itu. Bisa saja membuat kita menjerit dan tidak tahan. Ingin berontak dan ingin lari rasanya. Perasaan – perasaan negatif tersebut tentunya haruslah kita tanggulangi dengan segera jika ingin melewati proses dengan baik. Ketahuilah prinsipnya, jika kita bereaksi berlebihan, entah itu marah, kesal, kecewa, dan dendam, maka proses tersebut tidak akan pernah selesai. Dan akan terus berulang kemanapun kita pergi.

Jadi kita perlu memperhatikan bagaimana caranya melewati proses – proses kehidupan yang ada dengan sebaik mungkin :

  1. Menghadapi orang – orang yang “menyebalkan”

Orang – orang yang menyebalkan bisa dikatakan akan selalu ada disekitar kita. Oleh karenanya kita tidak perlu membenci atau ingin mereka segera pergi dari hidup kita. Percayalah, keberadaan mereka untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Yang perlu kita lakukan adalah menyikapi dengan tepat. Lawan mereka dengan kesabaran. Lawan mereka dengan kasih. Lawan mereka dengan pengampunan. Jikalau kita membalas sikap mereka dengan kejahatan, maka saat itu juga kita telah menjadi orang yang menyebalkan sama seperti mereka. Dan tidak akan pernah mengubahkan diri mereka. Mereka justru akan jadi orang yang semakin menyebalkan bagi kita.

Tentunya tidak mudah mengampuni, sabar, dan tetap mengasihi. Hal itu ibarat berenang menentang arus yang sangat kuat. Bergumul pasti melakukannya. Sebab tabiat manusia kita cenderung ingin segera membalas dan membenci. Tapi itulah yang dinamakan proses. Percayalah, jika kita berhasil bertahan dan “menyerang” dengan kasih, maka diri kita akan muncul menjadi pribadi yang sangat berkarakter dan berkharisma. Sehingga membuat kita menjadi orang – orang berpengaruh, terpandang, dan juga disegani.

  1. Menghadapi orang – orang licik.

Cerdik seperti ular tulus seperti merpati, itulah prinsip yang tepat jika anda sedang dikelilingi oleh orang – orang licik. Jika hanya bermodalkan ketulusan, maka anda hanya akan menjadi korban kejahatan mereka. Oleh karenanya butuh kecerdikan. Disinilah proses kematangan dan pendewasaan kita dimulai. Cara sebenarnya tidaklah susah. Yang anda perlu lakukan adalah jangan terburu – buru dalam mengambil keputusan. Pikirkan berulang – ulang kali sebelum memperkatakan sesuatu. Pikirkan sebab akibatnya dengan matang. Dan yang terutama tetaplah waspada. Perhatikan setiap nada bicara, isi kalimat, raut wajah, maksud dan tujuan dari setiap orang licik disekitar kita. Dan analisis dengan sabar kesimpulan dan rencana perkataan dan tindakan kita. Keberhasilan kita dalam melakukan hal ini akan memunculkan kita menjadi pribadi yang berintegritas dan selalu berhasil dalam melakukan apapun juga.

  1. Menghadapi permasalahan yang sepertinya tidak kunjung usai.

Jika kita melewati proses permasalahan yang sepertinya tidak kunjung usai, maka janganlah menyerah seolah hari esok akan kiamat. Karena sebenarnya permasalahan akan membuat kita mengintrospeksi diri kita. Sebab permasalahan belum tentu datang karena faktor eksternal, besar kemungkinan karena faktor kesalahan diri sendiri. Biasanya karena kesalahan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan itu sendiri akar permasalahannya karena ada dasar keyakinan kita yang salah. Sebagai contoh, misalkan kita menghadapi permasalahan krisis keuangan. Bisa jadi itu disebabkan karena gaya hidup kita yang salah, lebih besar pasak daripada tiang. Atau disebabkan karena pengaturan keuangan yang keliru dan menyebabkan kita tidak cukup dalam kebutuhan sehari – hari. Inilah masalah yang perlu kita tanggulangi. Gaya hidup kitalah yang harus diperbaiki. Saat gaya hidup kita sudah selaras dengan prinsip – prinsip yang benar dalam mengelola keuangan, maka permasalahan akan hilang begitu saja.

Jika permasalahan karena faktor eksternal, yang bukan karena kesalahan kita, maka kita hanya perlu tabah dan tekun melewatinya. Anggap saja itu proses yang akan memperbesar kapasitas kesabaran dan membuat karakter kita semakin bertumbuh baik. Dan membuat kita dapat melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang positif. Jika kita bisa melihat permasalahan dari sudut pandang yang positif, maka permasalahan tidak akan membuat kita lemah, justru membuat kita semakin positif dan terus berpengharapan. Bahkan kita bisa menjadi inspirasi bagi orang – orang yang melewati permasalahan yang sama seperti kita. Dan disaat itulah hidup kita justru menjadi lebih berarti dan lebih berdaya guna. Kepuasan di dalam batinlah yang akan tercipta, dan yang pastinya membuat diri kita bisa tetap bahagia sekalipun sedang dalam masalah. Yakinlah, setelah masalah berlalu akan ada promosi dan kehidupan yang lebih baik yang akan kita terima.