Connect with us

Inspirasi

4 Perempuan Indonesia yang Disegani di Dunia

Butet Manurung

Indonesiaone.org – Pada tanggal 8 maret lalu adalah hari yang spesial untuk para wanita di dunia. Pasalnya pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari perempuan sedunia. Indonesia juga ikut merayakannya, terlihat dari banyaknya orang yang “posting” tentang para wanita yang dikagumi di hidupnya. Ada yang posting tentang istrinya, ibunya, ataupun sosok wanita yang menginspirasi hidup mereka.

Sosok seorang wanita yang menginspirasi seringkali membuat rasa segan dan hormat dari orang-orang disekitarnya. Berikut ini adalah 4 orang wanita di antara sekian banyak wanita Indonesia yang disegani di dunia internasional.

Berikut profil mereka…

  1. Niluh Djelantik

Perempuan asal Bali ini lahir pada tanggal 15 juni 1975, ia memiliki nama asli yaitu Niluh Putu Ary Pertami. Ia adalah seorang desainer sepatu ternama yang karya nya sudah mendunia. Saat Niluh kecil ia kesulitan mendapatkan sepatu yang pas di kakinya sehingga sepatu yang ia miliki harus di ganjal oleh kain. Sepatu pertama yang pas dikakinya adalah sepatu high heels yang ia dapat saat ia bekerja dan ia membelinya dengan gaji pertamanya. Niluh mendapatkan sepatu yang pas di kakinya tapi ia tidak nyaman saat memakainya. Niluh yang pada awalnya sulit mendapat sepatu memotivasinya untuk akhirnya membuat dan memproduksi sepatu sendiri.

Niluh

Hasil karya Niluh sudah dikenal di berbagai pelosok dunia apalagi para pecinta pashion khususnya alas kaki. Salah satu pelanggan fanatik yang dimiliki NiLuh adalah Gisele Bundchen. Gisele adalah seorang model brasil yang merupakan wanita terkaya ke 16 dalam dunia hiburan dan ia sudah menjadi pelanggan setia  Niluh Djelantik selama 11 tahun.

  1. Butet Manurung

Saur Marlina Manurung adalah nama aslinya. Ia lahir di jakarta 21 February 1972. Ia adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di indonesia. Sebagaimana gadis batak sering di sebut “butet” kini ia lebih dikenal sebagai Butet Manurung.

BUTET Manurung

Sekolah rintisan pertama kali ia terapkan bagi masyarakat orang rimba ( suku kubu) di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. Ia pernah di daulat oleh majalah Times dengan “Heroes Of Asia Award 2004“. Ia juga pernah mendapat penghargaan ” Ramon Magsaysay Award di tahun 20014. Pengalamannya ini pernah di tulis di Inside Indonesia di tahun 2008.

  1. Liliyana Natsir

Liliyana Natsir lahir pada tanggal 9 September 1985 di manado, Sulawesi Utara. Ia memulai menjadi seorang pemain bulu tangkis sejak tahun 2004 yang lalu. Ia menjadi terkenal sejak berhasil meraih medali perak bulu tangkis ganda campuran bersama Nova Widiato di olimpiade Beijing 2008.

20160812.03_01

Ia pernah meraih Medali Emas di olimpiade Rio di tahun 2016 silam bersama Tontowi Ahmad. Liliyana Natsir adalah salah satu pebulutangkis wanita yang paling disegani baik oleh kawan maupun lawannya.

  1. Sri Mulyani

Wanita yang sering disapa akrab Sri Mulyani ini pasti tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ia lahir tanggal 26 Agustus 1962 di Tanjungkarang, Lampung. Ia merupakan menteri keuangan Indonesia dalam kabinet Jokowi saat ini, dan pernah juga menjabat posisi yang sama di Kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


hipwee-201607027-srimulyani-reuters

Beliau memiliki segudang prestasi sepanjang perjalanan kariernya. Salah satu prestasi yang ia dapat adalah menjadi wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada tahun 2010 silam. Ia pernah mendapat predikat sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia pada tahun 2007 & 2008. Atas berbagai prestasi yang ia miliki tersebut ia menjadi salah seorang wanita Indonesia yang paling disegani di dunia.

Penulis : Irene Betzy

Baca juga :

10 Sikap Suami Yang Ternyata Dapat Menyakiti Hati Istrinya !!!

Jika 14 Hal ini Dilakukan Oleh Suami Anda, Bersyukurlah

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi

Dalam Bisnis Kawan pun Dimakan!

Bisnis itu Kejam

Dunia bisnis itu kejam, ga kenal kawan ataupun lawan, ga kenal perasaan, semua pesaing bisnis pasti dilibas..

Itulah kehidupan dunia bisnis yang selama ini kita kenal. Kawan saja bisa dimakan, demi keuntungan bisnis semata. Tidak ada yang namanya hati nurani di dalam dunia bisnis.

Padahal sejatinya, dunia bisnis sebetulnya tidak terpisahkan dari hati nurani dan etika dalam bekerja. Ideologi dasar berbisnis adalah mencari keuntungan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Itulah sebabnya hati nurani seharusnya menjadi “rambu-rambu” yang terpasang di dalam hidup setiap manusia, yang memberikan sinyal untuk kita mengenali hal-hal mana yang boleh dilakukan dan hal mana yang tidak boleh kita lakukan dan harus kita hindari.

Seseorang yang menggunakan nurani dalam berbisnis, tidak akan pernah memakai fasilitas dan jabatan yang ia miliki hanya untuk memperkaya diri sendiri diatas kerugian dan kesengsaraan orang lain.

Persoalannya, seringkali keuntungan materi dan pertimbangan logis (hitung-hitungan) seringkali menyajikan data bahwa cara-cara yang tidak etis, curang, dan egois justru memberikan keuntungan materi yang jauh lebih banyak dibandingkan cara-cara yang terhormat.

Disinilah manusia dihadapkan dengan pilihan, apakah tetap mempertahankan integritas dan kemurnian hati nuraninya, atau justru mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dengan jalan curang yang mengorbankan integritas dan hati nuraninya.

Hati nurani yang terus dilanggar akan membuat suara hati nurani orang itu menjadi mati, ia pun menjadi terbiasa dengan tindakan yang salah dan tidak lagi merasa salah. Barulah jika kesalahannya itu terbongkar, ia akan mengaku “khilaf” melakukannya untuk menutupi rasa malu atau menarik simpati orang lain.

Continue Reading

Inspirasi

Berubah itu Mudah

Seringkali dalam sebuah profesi yang kita sedang jalani menuntut perubahan, dan kita akan kesulitan beradaptasi jika tidak memiliki paradigma yang mencintai perubahan.

Menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang untuk membangun mentalitas mencintai perubahan, karena memang lebih nyaman bagi seseorang untuk tetap diam di posisinya dan menghindari hal-hal atau tantangan yang baru.

Untuk dapat memiliki mentalitas yang mencintai perubahan, kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan, sehingga kita tidak akan mengalami kendala untuk berubah. 

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana, misalnya mencoba rute alternatif saat pulang atau pergi kerja, atau mencoba resep makanan baru yang belum pernah kita coba, atau jika setelah pulang kerja kita terbiasa menonton tv di sofa, kali ini lakukanlah hal yang baru seperti berolahraga atau membaca buku.

Pada awalnya alam bawah sadar kita akan memberi sinyal “tidak nyaman”, bahwa ini adalah hal di luar rutinitas kita. Tetapi setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri melakukan hal di luar rutinitas kita, maka secara perlahan rasa tidak nyaman itu akan hilang dan kita mulai bisa menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut.

 Dari hal-hal yang sederhana, pikiran kita mulai terbiasa untuk berpikir “out of the box”, keluar dari limitasi yang tanpa sadar selama ini kita miliki. Kita pun mulai mendapati bahwa ada banyak hal-hal yang menarik dari sesuatu yang baru dan secara perlahan kita mulai berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Keteraturan vs mencintai perubahan.

Mencintai perubahan bukan berarti hidup kita jadi sembrono dan tidak terkontrol begitu saja, kita memang harus terus memiliki keteraturan dalam hidup ini.

Yang menjadi poin adalah, jangan ijinkan pola hidup teratur yang kita miliki menjadi “penjara” bagi hidup kita, tapi jangan juga mentalitas mencintai perubahan membuat kita tidak menata hidup kita. Keduanya harus seimbang dan menjadi 1 paket yang terbangun dalam hidup kita.

Continue Reading

Inspirasi

Kenapa Saya Minder ?

Ada banyak orang yang sering merasa minder, tanpa tahu apa sebenarnya alasan mereka minder.

“Udah bawaan dari sononya” gitu katanya.

Padahal, seseorang menjadi minder pasti selalu memiliki alasan dibaliknya. Pada umumnya hal itu disebabkan oleh sesuatu hal di masa lalunya, akibat dibesarkan di keluarga yang kurang suportif, dan tidak pernah dilatih untuk tampil di depan umum.

Sebetulnya orang-orang yang terkenal, para pembicara hebat yang sering berbicara di hadapan ribuan orang, juga memulai dari titik yang sama. Mereka gugup, jantung berdebar, ataupun mulut kaku saat hendak berbicara di depan umum. Perbedaannya adalah, mereka terus mencoba, semakin ahli dan terbiasa dan seiring waktu mereka memiliki “jam terbang” yang lebih dari orang-orang lainnya.

Kekuatiran adalah tembok penahan.

Ketakutan dan kekhawatiran yang menahan kita melakukan hal-hal baru atau menciptakan peluang di tengah tantangan sebetulnya hanyalah ketakutan fiktif.

Hal itu disebabkan karena kita terlanjur memiliki jalan berpikir dan mentalitas yang negatif. Melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar selalu mengirim sinyal alarm yang menahan kita untuk melangkah maju.

Efek trauma masa lalu.

Mentalitas negatif dan kekhawatiran juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang mendalam/membekas sehingga seseorang memiliki rasa takut untuk hal tersebut terulang.

Untuk itu kita harus belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dan mencari akar masalahnya. Jika hal tersebut terjadi karena kelalaian kita sendiri, maka kita harus memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali.

Jika hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, maka kita hanya perlu lebih waspada. Dengan demikian kita dapat menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma.

Seringkali orang yang pernah mengalami trauma akan menjadi terlalu waspada dan khawatir berlebihan, namun sebetulnya dalam setiap peristiwa yang kita alami, kita selalu dapat mengkalkulasi resiko yang ada. 

Menanggulangi efek trauma.

Kembali, untuk menanggulangi trauma yang “tersimpan” di alam bawah sadar, kita harus mengedit ulang alam bawah sadar kita dengan teknik afirmasi (memperkatakan perkataan positif + membayangkannya)

Kita juga dapat melakukan rasionalisasi peristiwa trauma tersebut dan menganalisanya serta mencari solusi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak besar bagi diri kita dan mulai membersihkan “File” dalam alam bawah sadar kita serta mengklasifikasikan trauma tersebut sebagai “special case” saja, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Continue Reading

Trending!!