Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / 5 Ciri Orang yang Telah Menemukan Tujuan Hidupnya yang Sesungguhnya

5 Ciri Orang yang Telah Menemukan Tujuan Hidupnya yang Sesungguhnya

IndonesiaOne.org – Pastikan sebelumnya kita membaca artikel terkait sebelumnya :

 Apakah Kita Tahu Mengapa Kita Hidup Di Bumi Ini ??

Inilah Tujuan Hidup Manusia Ada Di Bumi yang Sesungguhnya

Cara Menemukan Tujuan Hidup Manusia yang Sesungguhnya

Steven Agustinus seorang Potential Explorer dan Motivator menjelaskan bahwa saat seseorang terus mengikuti tuntunan hati nuraninya dan mencapai sebuah kematangan dalam hal konsep berpikir yang benar, mentalitas dan kecenderungan yang tertuju hanya pada kebenaran. Maka orang tersebut sebenarnya sedang mulai menemukan tujuan hidupnya yang sesungguhnya.

Seringkali tanpa disadari akan mulai muncul suatu ‘dorongan’ atau ‘keinginan’ dalam orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Jika kita mulai mengikuti tuntunan ‘dorongan’ tersebut maka sebenarnya kita sedang mendekatkan diri dengan tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

Lalu bagaimana kita bisa membedakan antara keinginan yang berasal dari diri sendiri dengan keinginan yang bersumber dari tuntunan hati nurani yang membawa kita untuk menemukan tujuan hidup kita yang sesungguhnya ??.

5 ciri orang yang telah menemukan tujuan hidupnya yang sesungguhnya dan orang yang masih terus hidup hanya untuk dirinya sendiri :

ciri pertama

Keinginan dari tujuan hidup selalu bersumber dari prinsip nilai kebenaran hidup yang hakiki dan dari suara hati nurani yang berbicara dalam orang yang bersangkutan. Biasanya suara tuntunan hati nurani akan selalu bertentangan dengan ego yang ada dalam diri kita. Dan terkadang membutuhkan banyak pengorbanan didalamnya. Namun untuk dapat terus menghidupi tujuan hidup kita yang sesungguhnya, kita harus mengikuti tuntunan hati nurani kita.

Versus

Keinginan yang berasal dari diri sendiri selalu bersumber pada ambisi ke-egoan yang belum mati. Keinginan jenis seperti ini akan selalu membuat orang yang bersangkutan memiliki beribu alasan yang mengatas-namakan ‘kebaikan’ untuk dirinya sendiri. Padahal alasan tersebut sebenarnya dilandasi karena keinginan egonya yang masih besar.

ciri kedua

Keinginan yang bersumber dari tuntunan hati nurani akan mengkondisikan orang yang bersangkutan untuk selalu bergantung kepada Sang Pencipta dalam usahanya untuk mewujudkan tuntunan atau dorongan hati nurani yang ada dalam hidupnya. Orang yang bersangkutan sadar bahwa dirinya tidak akan bisa berhasil atau sukses tanpa campur tangan atau kebaikan dari Yang Maha Kuasa.

Dan ini merupakan ciri kedua dari orang yang sudah mulai menemukan dan menghidupi tujuan hidupnya yang sesungguhnya

Versus

Keinginan yang bersumber dari diri sendiri akan selalu membuat orang yang bersangkutan  merasa bahwa ia sudah siap dan sanggup melakukan apapun yang ada di hatinya. Orang yang terus mengikuti egonya seperti ini akan selalu merasa memiliki kekuatan dari dirinya sendiri atau dalam arti tidak membutuhkan campur tangan dari Sang Pencipta untuk mewujudkan keinginan yang ada dalam hatinya.

ciri ketiga

Keinginan yang bersumber dari tuntunan hati nurani akan menuntun orang yang bersangkutan untuk selalu mengalami pertolongan dari Yang Maha Kuasa sehingga akan terbuka pintu-pintu kesempatan dan banyak mukjizat yang pada akhirnya akan memampukan diri orang tersebut untuk mewujudkan apa yang menjadi ‘dorongan’ dari hati nuraninya. Orang seperti ini akan cenderung untuk terus menggunakan cara sesuai dengan prinsip kebenaran hidup meskipun banyak halangan dan tantangan yang akan ia hadapi.

Versus

Keinginan yang bersumber dari diri sendiri akan selalu mengkondisikan orang yang bersangkutan untuk berusaha mewujudkan apa yang ada di hatinya dengan segala macam cara. Orang seperti ini akan cenderung terus mempergunakan cara-cara yang tidak baik atau bertentangan dengan prinsip nilai kebenaran hidup. Karena sesungguhnya yang mendorong orang itu untuk melakukan tindakan yang ekstrim adalah ambisi dari ego besarnya. Ia berambisi untuk mendapatkan apa yang ia inginkan walau harus mengorbankan orang-orang yang ada disekitarnya atau bahkan integritas hidupnya.

ciri keempat

Keinginan yang bersumber dari tuntunan hati nurani akan memposisikan orang yang bersangkutan untuk terus mengalami pertolongan dan mukjizat. Sehingga setiap permasalahan hidup yang selama ini membebani kehidupan kebanyakan orang dapat di atasi dengan mudah oleh orang tersebut. Dan juga ia akan terus mengalami berbagai terobosan yang dibutuhkannya untuk mengalahkan setiap permasalahan yang ada dalam hidupnya.

Versus

Keinginan yang bersumber dari diri sendiri akan membawa orang yang bersangkutan untuk terus menghadapi berbagai kendala, pergumulan dan permasalahan hidup. Sehingga membuat orang yang bersangkutan harus berdaya upaya sekeras mungkin untuk bisa keluar dari setiap permasalahan hidupnya dan mencapai kesuksesan dengan kekuatannya sendiri.

ciri kelima

Keinginan yang bersumber dari tuntunan hati nurani akan membawa orang yang bersangkutan mengalami kemenangan demi kemenangan dalam permasalahan hidupnya. Orang tersebut pun akan menjadi pribadi yang memiliki kehidupan yang prima. Maksudnya prima di sini adalah orang tersebut bisa mengalahkan setiap permasalahan atau kelemahan dalam dirinya, prima dalam hal keharmonisan dalam keluarga, financial, kesehatan, konflik batin dan sebagainya. Di sisi lain orang yang bersangkutan akan mulai menjadi pribadi yang menginspirasi banyak orang lain yang juga mengalami masalah yang sama seperti orang yang bersangkutan.

Versus

Keinginan yang bersumber dari diri sendiri, pada akhirnya akan selalu merusak kehidupan orang yang bersangkutan. Mungkin pada awalnya orang tersebut terlihat ‘sukses’ namun sesungguhnya kesuksesan yang diraih sifatnya fana dan sementara. Sehingga pada akhirnya akan membawa orang yang bersangkutan mengalami banyak kerugian seperti contoh keluarga yang tidak harmonis, emosi-emosi negatif terus mempengaruhi hidupnya sehingga membuat orang itu mengalami konflik batin dan juga tidak sedikit yang pada akhirnya menderita berbagai penyakit.

Maka dari itu setelah kita mengerti apa yang menjadi tujuan hidup kita yang sebenarnya, kita pun akan menjadi pribadi yang selalu ‘beruntung’.

(so)

Check Also

Lampaui Target Emas, Indonesia Cetak Sejarah di Asian Para Games 2018

Indonesia berhasil melewati raihan 16 emas yang dijadikan target Asian Para Games 2018. Total emas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *