5 Isu Panas yang Menyerang Presiden Jokowi

Thumnail isu Jokowi

Semakin tinggi suatu pohon, semakin kencang angin yang menerpa. Begitu juga dengan manusia, seiring tingginya posisi dan jabatan, maka semakin besar pula tanggung jawab dan tantangan yang harus dihadapi.

Sebagai pemimpin negara, Presiden Joko Widodo atau yang akrab kita panggil Pak Jokowi sudah sering diserang oleh isu-isu panas. Beberapa diantaranya berhasil ditepis, namun ada juga beberapa isu yang masih hangat menjadi perdebatan masyarakat.

Ini dia 5 isu panas yang menyerang Presiden Jokowi :

5. Agama.

Isu ini kencang berhembus pada tahun 2014 menjelang Pilpres. Saat itu Jokowi diisukan memeluk agama Kristen, bahkan memiliki nama Baptis. Tetapi isu itu hilang dengan sendirinya saat masyarakat melihat bukti KTP Jokowi dan rekaman Jokowi sekeluarga beribadah umroh.

4. Keturunan Tionghoa.

Isu ini juga ramai dibicarakan menjelang Pilpres 2014, saat muncul tabloid Obor Rakyat yang memaparkan bahwa Jokowi adalah keturunan Tionghoa dengan nama Bapak Oey Hong Liong.  Isu ini juga berangsur hilang saat Ibu Kandung Jokowi menjelaskan sosok Notomiharjo, ayah kandung Jokowi. Notomiharjo adalah warga negara keturunan etnis Jawa, anak kepala desa di kabupaten Karanganyar.

3. Antek Asing.

Julukan “Antek Asing” adalah salah satu isu lainnya yang paling sering dilemparkan kepada presiden Jokowi. Isu ini berhembus semakin kencang saat Jokowi telah menjabat sebagai Presiden RI dan beberapa kali melakukan kerjasama Ekonomi dengan negara-negara luar.

Isu ini cukup ironis, mengingat sejumlah kebijakan pemerintah yang justru semakin ketat kepada negara luar. Salah satu contohnya adalah penangkapan illegal fishing oleh negara-negara luar, serta divestasi saham 51 persen dari PT Freeport kepada pemerintah Indonesia.

2. Pencitraan.

Isu pencitraan adalah isu yang paling sering menyerang presiden Jokowi. Kebiasaan presiden Jokowi yang suka “blusukan” seringkali dikait-kaitkan dengan pencitraan. Isu ini cukup sensitif dan acapkali menempel pada Jokowi.

Indikator pencitraan sendiri, sebetulnya sangat mudah untuk diukur. Kita hanya perlu membandingkan antara citra yang terpampang di media, dengan hasil kerja nyata. Apalagi sekarang ini sangatlah mudah untuk kita mengakses informasi mengenai kinerja pemerintahan. Hal inilah yang menjadi tolak ukur seorang pejabat apakah ia hanya sibuk pencitraan atau bekerja nyata.

1. PKI.

Isu terakhir yang paling hangat adalah isu mengenai Jokowi yang mendukung paham komunisme, bahkan dianggap rezim Jokowi akan membangkitkan kembali PKI. Salah satu gambar  yang viral adalah foto lawas mantan pemimpin PKI, D.N. Aidit dan seorang pria di frame kiri bawah yang diduga adalah Jokowi.

Hal ini cukup aneh, mengingat di tahun 1965 , Jokowi masih berusia 4 tahun.

Jokowi dan pemerintahan sendiri mengambil sikap cukup tegas tentang PKI dan paham komunis. Jokowi berkomitmen untuk menggebuk PKI dan organisasi lain yang  bertentangan dengan Pancasila.

Kesimpulan.

Isu yang tidak jelas, terutama isu-isu yang memprovokasi dapat berevolusi menjadi masalah suatu bangsa. Bahkan ada beberapa negara yang mengalami kehancuran akibat perang saudara hanya gara-gara  isu SARA yang ditunggangi berbagai kepentingan politik.

Mari menjadi netizen dan warga negara yang cerdas dan tidak mudah diadu domba oleh isu-isu yang menyesatkan.