5 Kisah Legendaris Para Napi yang Kabur dari Penjara

657
1-Escape

Indonesiaone.org –  Buat kamu yang pernah nonton Mission Impossible, pasti akrab dengan aksi-aksi mereka yang terkenal gesit, cepat, cerdik, penuh dengan trik dan intrik (tricky). Aksi mereka sering diwarnai dengan adegan kabur-kaburan yang seringkali tidak masuk akal dan tampak mustahil untuk dilakukan.

Ternyata aksi kabur yang spektakuler tidak hanya ada di film saja, namun juga terjadi di dunia nyata. Ada banyak kasus dimana seorang narapidana (Napi) yang kabur dari penjara menggunakan cara-cara yang unik dan cerdik (mungkin dapat dikatakan juga licik), untuk menipu dan mengelabui para penjaga penjara. Aksi semacam ini seringkali disebut dengan istilah Prison Break

Berikut ini adalah 5 kisah legendaris Prison Break para narapidana yang kabur dari penjara :

1. TRIO IMPOSSIBLE

TRIO IMP

Pada tahun 1995, Andrew Rodger, Keith Rose, dan Matthew Williams melarikan diri dari Penjara Parkhurst, U.K. dengan membuat alat-alat mereka sendiri. Pertama, orang-orang ini membuat tangga baja sepanjang 25 kaki untuk melewati pagar penjara, tapi itu bukan satu satunya peralatan yg mereka buat.

Mereka bertiga bekerja di bagian pemotongan logam di penjara, mereka juga pada akhirnya mampu membuat pistol (dengan amunisi yg diseludupkan dari luar penjara)dan juga kunci yang mereka buat hanya dengan menghafalkan bentuk kunci yang dipegang sipir penjara.

Jadi yg mereka lakukan adalah membuka setiap pintu dengan kunci mereka sendiri,berjalan dengan tenang dan ketika mereka tiba di tembok penjara,mereka melubangi pagar kawat dan menyebranginya menggunakan tangga yg mereka buat sendiri.

Namun sial bagi mereka, aksi Prison Break yang mereka lakukan gagal terlaksana setelah 4 hari kemudian mereka tertangkap,padahal rencana aksi mereka berikutnya adalah kabur dan mencuri pesawat. Keith Rose (yang adalah seorang pilot amatir) seharusnya bisa menerbangkan mereka bertiga dan kabur menuju tempat yang aman.

2. The Korean Houdini

Choi Gap-bok adalah seorang narapidana asal Korea yang kabur dari penjara lewat aksi menakjubkan lolos dari lubang makanan. Choi yang berumur 50 tahun ditangkap karena kasus perampokan dan terpaksa mendekam di penjara. Choi sama sekali tidak menyangka bahwa latihan yoga nya selama 23 tahun suatu saat akan berguna untuk kabur dari penjara.

Pada awalnya, ia meminta minyak perawatan tubuh (sejenis baby oil) kepada sipir penjara untuk digunakan pada keesokan harinya pada aksi kaburnya. Esok harinya, ia melumasi tubuhnya dengan minyak tersebut dan mempraktekkan teknik yoga untuk lolos dari slot makanan yang hanya berukuran 6×17 inci. Hebatnya, aksi ini dilakukannya dengan sangat cepat, yaitu 34 detik saja.

Choi1 Choi2

Aksi Choi yang sangat mulus membuat sipir penjara terperangah keesokan harinya saat mendapati Choi sudah tidak ada di selnya dengan keadaan pintu sel yang tanpa kerusakan sedikitpun. Aksi Choi yang menggemparkan mendapatkan liputan luas dari media Korea yang menjulukinya dengan “Korean Houdini”.

Choi kembali tertangkap 6 hari kemudian, dan dimasukkan dalam sel dengan slot makanan yang lebih kecil dari yang sebelumnya.

3. Jack Sheppard, Escape Specialist

Jika kamu pernah melihat di film, narapidana yang kabur menggunakan rangkaian seprei yang diikat menjadi tali, hal itu mungkin diinspirasi atau dipopulerkan oleh Jack Sheppard, seorang narapidana di abad ke 18 yang sangat tenar layaknya selebriti karena berbagai kisah pelariannya dari penjara.

JackSheppard

Sel Jack Sheppard adalah sel dengan tembok tanpa Jendela, aksi pertama Jack adalah membobol tembok penjara yang menimbulkan suara bising yang menarik perhatian para sipir penjara. Aksinya yang pertama pun berujung dengan kegagalan.

Jack yang kemudian ditangkap, mengulangi hal yang sama. Namun kali ini ia mendobrak jendela yang terbuat dari jeruji besi dan kabur menggunakan seprei yang diikat untuk menjadi tali. Namun, sama seperti sebelumnya aksi Jack inipun kembali gagal dan ia ditangkap untuk kedua kalinya.

Jack kemudian ditempatkan di sel dengan penjagaan maksimal, yaitu kaki dan tanganya ikut dirantai. Suatu hari Jack menemukan sebuah kawat dan menggunakannya untuk membuka gembok rantainya. Jack kemudian kabur melalui cerobong asap setelah melepaskan jeruji besi menggunakan rantai yang telah berhasil ia buka gemboknya.

Jack menjebol 6 pintu berlapis dan melompat keluar ke atap rumah para penduduk dan menghilang dalam kegelapan malam. Lama setelahnya, Jack tertangkap dan dihukum mati.

Pada hari kematiannya, eksekusi Jack dihadiri oleh 1/3 warga kota London, menggambarkan seberapa tenar dirinya sebagai selebriti spesialis kabur dari penjara.

4. The Psychologist

THe Magician

 

Jika kamu pernah menonton film “Catch Me if You Can” yang dibintangi oleh Leonardo di Caprio, film tersebut diadaptasi dari biografi Frank Abagnale Jr yang dalam umur 19 tahun telah berhasil menggelapkan uang senilai 2.5 juta US dollar di 26 negara selama lima tahun, dimulai ketika ia berusia 16 tahun.

Frank adalah master psikologis yang sangat terampil dalam menyamar. Ia dapat berubah dalam sekejap mata menjadi seorang guru, pilot, dokter, pengacara, dan sosok lainnya. Ia berhasil mengakali berbagai birokrasi dan menggelapkan jutaan dollar lewat aksinya tersebut.

Teknik legendarisnya yang sangat terkenal adalah ketika Frank berhasil kabur dari penjara memanfaatkan keahliannya membaca psikologis orang lain. Ia dihukum 12 tahun karena berbagai pemalsuan dan penipuan yang dilakukannya. Pada tahun 1971, bagian administrasi lupa mengirimkan surat-surat penahanan dirinya. Hal tersebut langsung Frank manfaatkan untuk meyakinkan para penjaga bahwa ia sebenarnya adalah seorang agen federal yang sedang berpura-pura menyamar menjadi narapidana untuk melakukan inspeksi penjara. Sipir penjara yang percaya memberikan perlakuan istimewa dan makanan yang lebih enak bagi Frank dibandingkan tahanan lain.

Frank memiliki seorang teman yang bernama Jean Seabring yang pernah dikunjungi oleh agen FBI berkaitan dengan kasus Frank Abagnale. Agen FBI yang bernama Joe Shea ini pernah meninggalkan kartu identitas FBI nya di rumah Jean Seabring.

Seabring kemudian menyamar sebagai tunangan Frank dan mengunjunginya di penjara sambil membawakan kartu identitas FBI milik Joe dan satu kartu lainnya berisi nomor telepon Jean Seabring dan menyerahkannya kepada Frank Abagnale.

Frank kemudian memberikan kartu FBI Joe Shea sebagai bukti dan menyuruh sipir penjara menelepon nomor yang tertera pada kartu yang kedua yang berisi nomor telepon Jean Seabring. Saat para sipir menelepon, Jean berpura-pura menjadi operator FBI dan menjelaskan bahwa tugas Frank telah selesai dan meminta sipir penjara untuk melepaskannya segera.

Frank pun berhasil kabur dengan sangat mulus, dan langsung menghebohkan dunia keamanan militer, FBI, dan spionase. Namun, FBI kemudian justru meminta bantuan pada Frank untuk menyelesaikan suatu persoalan lewat keahliannya. Ia kemudian menjadi konsultan keamanan Amerika Serikat yang terpandang.

5. Escape from Alcatraz.

Kisah Frank Morris, Clarence Anglin dan John Anglin adalah kisah pelarian paling terkenal sepanjang sejarah.

Alcatraz adalah salah satu penjara paling ketat dan rumit di dunia. Kerumitan medan dan tata bangunan serta model sel yang sangat ketat membuat penjara ini menjadi salah satu penjara paling “aman” sekaligus kejam bagi para narapidana. Para sipir penjara selalu membanggakan keamanan dan penjagaan ketat dari penjara tersebut. Belum pernah ada narapidana yang berhasil lolos, dan banyak yang langsung ditembak mati saat mencoba kabur.

Pada tanggal 11 Juni 1962, terjadi suatu kejadian yang diluar dugaan, yaitu 3 orang tahanan yang berhasil kabur dari penjara Alcatraz.  Tiga orang ini adalah Frank Morris, Clarence Anglin, dan John Anglin. Ketiga orang tersebut berhasil keluar dari penjara terketat sedunia dengan memanfaatkan benda-benda yang seadanya yaitu :

  • sendok
  • rambut
  • kertas
  • sabun
  • jas hujan

Mereka bertiga menghabiskan waktu selama enam bulan untuk menggali terowongan dengan menggunakan sendok yang dipertajam. Mereka memanfaatkan waktu pada jam musik disetel oleh penjara untuk menutupi kebisingan pekerjaan mereka.

Lubang Closet

Untuk menipu para sipir penjara, mereka menempatkan kepala boneka yang terbuat dari sabun, kertas, dan rambut yang ditempatkan di tempat tidur mereka.

Dalam aksi ini, sebenarnya ada 4 orang napi yang berencana kabur. Namun orang terakhir gagal masuk ke dalam lorong rahasia pada waktu yang disepakati karena gagal membuka sekrup kloset yang menutupi lorong rahasianya.

Trio Alcatraz

Trio napi ini berhasil kabur melalui jendela ventilasi di atap dan kemudian turun melalui atap. Alcatraz adalah penjara yang dikelilingin oleh air, maka dari itu mereka membuat sebuah rakit tiup yang terbuat dari jas hujan. Mereka bertiga berhasil menghilang malam itu dan nasib mereka menjadi misteri sejak saat itu.

Trio

Kejadian ini menggemparkan kota sekitarnya, dan bahkan dunia. Reputasi dari penjara Alcatraz mengalami penurunan dan menjadi cemoohan dari masyarakat dunia. Ada banyak dugaan tentang nasib ketiga napi tersebut, ada yang menduga mereka mati terbawa arus, ada juga yang menduga bahwa mereka bisa selamat sampai ke seberang.

13 tahun kemudian muncul sebuah kabar yang menunjukkan bahwa setidaknya dua dari orang-orang itu benar-benar berhasil selamat melewati malam itu. Yang menarik adalah foto yang menunjukkan saudara John dan Clarence Anglin di Brasil pada tahun 1975, 13 tahun setelah pelarian mereka dari Alcatraz.

Foto

Tentunya seorang napi tidaklah boleh melarikan diri sebelum masa tahanan berakhir. Tapi kisah mereka tentunya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Tekad dan kemauan yang bulat untuk melarikan diri, ternyata dapat melahirkan ide – ide kreatif yang diluar nalar manusia. Seandainya tekad dan kemauan mereka digunakan untuk hal – hal yang baik, pastilah kehidupan mereka akan menjadi jauh lebih berguna bagi banyak orang.

Manusia tentunya tidak ada yang sempurna, tapi bukan berarti mereka lebih baik daripada kita. Sebab jika saja narapidana memilih jalan pertobatan, pastilah kehidupan mereka akan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Melarikan diri saja sudah cukup membuat mereka ternama, apalagi jika mereka lari meninggalkan kejahatan mereka dan menjalani kehidupan yang baru. Pastilah kisah mereka akan dikenang sebagai kisah yang manis dan heroik.