8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditendang Keluar dari Hidup Anda

8 Kebiasaan

Ga kerasa udah mau taun baru 2018 aja ya..

Waktu berlalu begitu cepat.

Seiring waktu dan perubahan di luar sana, tentunya anda juga ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif bukan ?

Kehidupan manusia berhubungan erat dengan gaya hidup dan kebiasaan sehari-harinya. Berikut ini adalah 8 kebiasaan buruk yang mungkin kita sadari/tidak sadari yang harus ditendang keluar dari hidup kita :

1. Menggunakan Handphone, Tablet, atau Laptop sambil tiduran di tempat tidur.

Kebiasaan ini sekilas terlihat sepele, tapi efeknya besar bagi kesehatan kita. Memakai gadget sambil tiduran di tempat tidur membuat mata serta otak kita “menganggap” cahaya dari gadget adalah cahaya matahari sehingga otak memerintahkan tubuh untuk menahan produksi hormon melatonin (yang menyebabkan kita mengantuk), dan membuat tubuh kita semakin terjaga.

Selain itu, cahaya radiasi yang ditangkap oleh mata sesaat sebelum kita tidur, menurunkan dengan drastis kualitas tidur kita. Lalu, kegiatan apa yang baik untuk dilakukan sebelum tidur ?

Berdiskusi/ngobrol ringan dengan keluarga atau kerabat, membaca buku sambil duduk, stretching ringan untuk otot tubuh, atau berdoa/bersembahyang adalah beberapa kegiatan yang baik dilakukan sebelum tidur.

2. Kebiasaan spontan mengecek dan browsing internet setiap beberapa menit sekali.

Kebiasaan yang satu ini menjadi salah satu gaya hidup manusia modern. Notifikasi facebook, whatsapp, shopping market memang muncul setiap beberapa menit di handphone.

Apakah anda setiap beberapa menit sekali mengecek notifikasi di handphonemu ?

Kebiasaan untuk mengecek handphone sebetulnya wajar, karena mungkin saja ada pesan atau telepon penting yang terlewatkan oleh kita. Namun menjadi kebiasaan buruk saat kita kemudian klik notifikasi yang sebenarnya tidak penting dan kemudian melakukan browsing yang lebih dalam.

Membutuhkan 15 menit non-stop untuk kita dapat berkonsentrasi dengan fokus yang mendalam terhadap suatu pekerjaan. Fakta ilmiahnya, saat kamu menekan notifikasi Facebook atau Instagrammu di sela-sela pekerjaan, membutuhkan 15 menit yang lain untuk kamu kembali berfokus penuh terhadap pekerjaan tersebut.

Cobalah renungkan, seberapa besar produktivitas anda dapat meningkat, jika kamu memiliki fokus penuh dan tidak teralihkan oleh internet.

3. Mengecek Handphone saat sedang mengobrol

Kebiasaan melihat handphone saat sedang berbicara dengan orang lain sesunguhnya sangat menyebalkan.

Lawan bicara kita dengan seketika dapat kehilangan minat untuk berdiskusi hanya karena kita melihat layar handphone. Gestur ini menunjukkan bahwa kita menyepelekan topik pembicaraan atau bahkan tidak menghargai lawan bicara kita.

Saat sedang berbicara dengan orang lain, sebaiknya kita berkonsentrasi penuh sehingga pembicaraan tersebut juga terasa lebih nyaman dan tidak ada kesalah pahaman. Kalaupun ada pesan atau telepon yang penting yang harus kita balas, beritahukan terlebih dahulu pada teman bicara kita sehingga ia merasa dihargai.

Dengan membuang kebiasaan ini, anda menjauhkan diri dari misinformasi dan membangun relasi yang sehat dengan rekan-rekan anda.

4. Berkata “Ya” Saat seharusnya berkata “Tidak”

Berkata “Iya” memang gampang, dan seringkali membuat orang lain senang, apalagi saat kita mengiyakan untuk membantu mereka. Tapi seringkali kebiasaan ini juga membawa kita kepada tanggung jawab dan beban pekerjaan yang sebetulnya mustahil untuk diwujudkan. Namun, seringkali kita segan untuk berkata tidak.

Menolak permintaan tolong dari orang lain bukanlah hal “terlarang” yang membuat kita menjadi seorang pribadi yang jahat. Kita mampu mengukur seberapa besar kesanggupan kita dalam menolong orang lain.

Membuang kebiasaan ini akan menjauhkan diri anda dari terjebak dalam komitmen dan janji yang tidak dapat anda penuhi.

5. Memikirkan orang-orang yang bermasalah.

Dalam setiap komunitas, selalu aja ada orang bermasalah yang kelakuannya menyebalkan, dan seringkali memancing kita untuk marah ataupun sedih.

Jangan buang energi dan perhatian kita untuk memikirkan kelakuan menyebalkan dan perkataan mereka yang menyakitkan. Setiap kali anda memikirkan seseorang yang bermasalah, latihlah untuk memikirkan yang sebaliknya yaitu orang-orang yang memberikan kita sukacita dan rasa syukur setiap mengingat mereka.

6. Bergosip.

“Para orang berpengaruh dan terpandang mendiskusikan ide dan gagasan, orang-orang biasa membicarakan kejadian demi kejadian, sementara orang yang terbelakang hanya membicarakan orang lain.”

Topik dari bergosip biasanya tidak jauh-jauh sumbernya dari hal-hal buruk, memalukan, atau aib dan kejelekan dari orang lain. Kebiasaan membicarakan orang lain yang dilakukan terus-menerus, membuat suatu rasa “malu” di alam bawah sadar kita karena sesungguhnya kita sadar bahwa kita sedang menyakiti perasaan orang lain.

Terlalu banyak hal positif dan berguna di luar sana yang dapat didiskusikan ketimbang membicarakan hal-hal buruk tentang orang lain.

7. Menunda mengerjakan ide dan gagasan yang kita miliki.

Seringkali kita memiliki suatu ide dan gagasan yang brilian, tetapi ragu untuk melangkah karena kita belum yakin bahwa ide dan gagasan tersebut akan berhasil. Padahal, bagaimana caranya kita tahu ide tersebut akan berhasil jika kita tidak pernah mencobanya.

Membuat suatu rencana yang matang bukan berarti kita berdiam diri dan ragu untuk bergerak. Seringkali ketika kita mulai mencoba dan merealisasikannya, ide tersebut berevolusi menjadi lebih sempurna melalui trial and error yang ada.

“Kamu dapat memperbaiki suatu tulisan yang buruk, tapi kamu tidak dapat memperbaiki halaman yang kosong.”

8. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Ketika kita merasa bahagia atau berharga dengan cara membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, maka kita telah salah kaprah.

Harga diri anda ditentukan dari dalam, oleh anda sendiri dan bukanlah oleh orang lain. Dalam hidup ini selalu saja akan ada orang lain yang beropini macam-macam tentang hidup kita. Tapi hidup kita tidaklah ditentukan oleh apa kata orang lain. Sukses versi mereka, mungkin berbeda dengan sukses versi kita.

Ada baiknya anda membaca artikel ini : Tips jitu untuk hidup bahagia

Biarkanlah omongan negatif berlalu, dan teruslah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi banyak orang.

Semoga bermanfaat.