Home / IKRAR - Indonesia Berkarya / Aksi Baik Babel, Komunitas Anak Muda Bangka Belitun

Aksi Baik Babel, Komunitas Anak Muda Bangka Belitun

Anak muda adalah aset masa depan.

Seringkali suatu wilayah mengalami perubahan yang signifikan karena perubahan yang dilakukan oleh anak-anak muda. Bahkan Indonesia pun terlahir dari semangat para pemuda di tahun 1928.

Semangat yang sama untuk membantu memajukan dan mensejahterakan masyarakat juga terlahir menjadi suatu gerakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BaBel). Gerakan yang dipelopori oleh beberapa anak muda ini dinamai Aksi Baik Babel (ABB).

ABB memulai aksi pertamanya dengan turut membantu mengembangkan sebuah perpustakaan di Desa Kurau Timur, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Bersama dengan warga sekitar, ABB merenovasi sebuah perpustakaan kecil yang diresmikan pada tanggal 26 Februari 2017 yang lalu.

Sebelum dan Sesudah Renovasi
Sebelum dan Sesudah Renovasi

Acara peresmian tersebut berhasil menarik masyarakat sekitar dan mendapatkan atensi dari pemerintah daerah setempat. Lewat perpustakaan tersebut, masyarakat juga dapat memiliki berbagai kegiatan seperti menari, menyanyi, dan juga berdakwah.

Perpustakaan yang diberi nama Perpustakaan Gempita ini, memakan waktu kurang lebih dua bulan lewat program Gerakan Seribu Buku (Geser Buku). Lewat program tersebut, ABB mampu mengumpulkan kurang lebih 800 buku dan sejumlah dana yang digunakan untuk membangun dan merenovasi bangunan perpustakaan.

Ada juga kegiatan belajar di perpustakaan Gempita
Ada juga kegiatan belajar di perpustakaan Gempita

Hingga saat ini, komunitas ABB masih menerima donasi yang dapat diberikan dalam bentuk buku, barang, atau dana yan akan digunakan sebagai pendukung di Perpustakaan Gempita. Untuk memberikan donasi, masyarakat dapat menghubungi tim ABB di media sosial dengan  akun @AksiBaikBabel di Facebook dan Instagram.

Komunitas ini berharap, aksi mereka dapat menginspirasi anak muda BaBel lainnya agar tergerak untuk berbuat lebih dalam memajukan kualitas hidup dan sumber daya manusia di Babel. Dengan slogan “Yoh gerek kapan agik”, komunitas ini mengajak anak muda untuk segera bergerak dalam hal positif terkecil tanpa lama berpikir untuk mengembangkan Bangka Belitung menjadi lebih baik lagi.

Check Also

LAWE, pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan

Apa yang ada di benak kita saat membicarakan kain tradisional ? Batik. Batik adalah salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *