Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / Bahagia Itu Keputusan, Bukan Perasaan!

Bahagia Itu Keputusan, Bukan Perasaan!

IndonesiaOne.org – Seringkali banyak orang mengaitkan rasa bahagia dengan aspek-aspek eksternal. Misalnya: materi, peristiwa, orang lain.

Ada orang-orang yang ketika memiliki kelimpahan dalam materi, rasa bahagianya memancar senantiasa, matanya berseri-seri, bibirnya selalu tersenyum lebar, tapi ketika materi tersebut hilang, dia tidak bisa lagi menjadi orang bahagia. Seolah-olah dunianya runtuh seketika, matanya seketika menjadi sendu, bibirnya tak mampu lagi sekedar menyungingkan senyuman.

Ada juga yang hanya bisa menjadi bahagia kalau peristiwa-peristiwa menyenangkan terjadi dalam hidupnya. Tapi ketika satu waktu menghadapi satu peristiwa yang baginya terlihat buruk misalnya; diputusin pacar, ditipu sahabat, diserempet di jalan, uang dibawa kabur oleh klien, dan lain sebagainya, seketika itu juga terpuruk dalam kesedihannya, kekecewaannya atau kemarahannya.

Tanpa sadar ada banyak orang memberikan remote hidupnya ke tangan orang lain. Bagaimana perlakuan orang lain terhadap dirinya akan menentukan bahagia atau tidak dirinya. Jika orang lain mendengarkan, menerima pendapatnya, menghargainya, maka ia akan bahagia dan jika tidak, lenyaplah bahagianya.

Bayangkan jika kita terus menggantungkan rasa bahagia kita dengan aspek-aspek eksternal tersebut. Kita akan jatuh bangun dalam menggapai kebahagiaan. Tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut. Kita ingin kehidupan yang bahagia di sepanjang hidup kita. Apakah mungkin? Sangat mungkin.

Suntikkan prinsip ini ke dalam pikiran kita: BAHAGIA ITU  SEBUAH KEPUTUSAN, BUKAN PERASAAN! PERASAAN MENGIKUTI KEPUTUSAN!

Sejak membuka mata di pagi hari, ambil keputusan untuk bahagia. Apapun yang sedang dan akan terjadi di sepanjang hari kita memutuskan untuk bahagia. Punya materi berlimpah atau tidak, mengalami peristiwa baik atau buruk, bertemu dengan orang menyenangkan atau menyebalkan, aku akan tetap bahagia.

Ketika kita terus menyuntikkan prinsip ini sampai menjadi keyakinan yang baru dalam hidup kita, kita akan mulai melihat kita menjadi pribadi yang baru. kita menjadi pribadi yang dipenuhi rasa syukur, kita jadi pribadi yang mudah memaafkan, mudah melupakan kesalahan orang dan mampu melihat kebaikan dalam diri setiap orang yang berinteraksi dengan kita, kita jadi pribadi yang optimis karena mampu melihat kebaikan dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Dan yang pasti kita menjadi orang yang terus bahagia dan menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain. Tahukah kamu bahwa kebahagiaan itu menular sifatnya? Hari ini, esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan berpuluh-puluh tahun yang akan datang, putuskan untuk selalu menjadi bahagia.

 

Penulis : TJ

 

Check Also

10 Tips Jitu Berhasil Menabung

IndonesiaOne.org – Sejak usia dini kita telah diajarkan bahwa menabung itu adalah sebuah kebiasaan baik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *