Home / SARA - SELALU ADA HARAPAN / Opini / Bandar Narkoba Semakin Kreatif

Bandar Narkoba Semakin Kreatif

IndonesiaOne.org – Indonesia ada dalam bahaya Narkoba. Itulah yang dikatakan oleh presiden RI, Ir. H Joko Widodo. Jumlah orang yang mati karena narkoba setiap hari telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan. Menurut data yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional, jumlah orang mati karena Narkoba tiap harinya 30 – 40 orang.

Atas dasar data tersebut pemerintah menyatakan perang terhadap segala bentuk pengedaran narkotika dan psikotropika. Tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintahan saat ini adalah menindak tegas bandar dan kurir. Bahkan Indonesia dengan berani menghukum mati belasan terpidana mati kasus narkotika di awal tahun 2015. Walaupun mendapat kecaman dari dunia internasional dan PBB, pemerintah tetap bersikap tegas dalam memerangi Narkoba.

Tetapi hal tersebut ternyata tidak membuat para bandar menjadi jera. Namun justru semakin gencar mendistribusikan barang haram ini dengan cara – cara baru. Seperti halnya yang terjadi di Surabaya. Polisi telah mengungkap modus baru peredaran narkoba jenis sabu yang dikemas dalam paket kecil di dalam kemasan biskuit yang didistribusikan melalui warung kecil.

“Yang tahu hanya pengecer karena modus itu adalah cara bandar untuk mendistribusikan sabu kepada pengecer,” kata Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Tommy Ferdian, Senin (4/5/2015) seperti yang dilansir oleh kompas.com

Kepolisian sendiri mengakui, bahwa dalam membongkar modus baru ini cukup kesulitan. Dibutuhkan waktu pengintaian berhari – hari untuk menemukan titik terang.

Polisi telah menangkap seorang kurir bernama Iwan Santoso (48). Warga Jalan Gubeng Klingsingan IV, Surabaya, itu ditangkap di sebuah warung di Jalan Dukuh Kupang Barat.

“Dia ditangkap saat mengambil titipan bandar berupa roti biskuit yang terdapat sabu di dalamnya,” ujar Tommy.

Kasus ini tentunya membuat kita berpikir ulang cara penanggulan pengedaran barang haram tersebut. Selain memberi efek jera dengan cara menghukum mati, tentunya masyarakat juga harus menyadari bahaya dari penyalah gunaan Narkoba.  Dengan masyarakat semakin menyadari hal tersebut, maka keinginan untuk mengkonsumsi barang itu menjadi menurun. Ketika tidak ada lagi keinginan untuk mengkonsumsi “obat” tersebut, maka para bandar akan kehilangan ‘pasar’. Dengan demikian Indonesia bukan lagi menjadi target dari para “Mafia Narkoba dunia”. Pemerintah juga harus menggencarkan kampanye anti Narkoba dan penyuluhan bahaya narkoba. Bisa dengan cara menggandeng komunitas dan pelatihan – pelatihan informal lainnya, agar bersama – sama menyadarkan masyarakat akan betapa bermanfaatnya sebuah kehidupan tanpa Narkoba.

Check Also

Mengenang 6 Ucapan Gus Dur Yang Mempersatukan

IndonesiaOne.org – Isu Suku, Agama, dan Ras (SARA) seringkali dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *