Eksis di Medsos ?? Asal jangan karena alasan ini


IndonesiaOne.org – Salah satu kekeliruan dalam cara bersosial kita adalah berpikir bahwa pendapat orang lain tentang kita sebenarnya sangat penting.

Karena itu munculah persaingan karena Kebutuhan akan penerimaan – dan ketakutan bahwa kita tidak diterima. Tanpa disadari hal ini mempengaruhi cara berpikir dan perasaan kita. Bahkan menciptakan suatu kecemasan eksistensial, dan mendorong orang-orang menyukai  secara berlebihan memposting foto di media sosial.

Pada umumnya manusia memiliki 2 pandangan dalam dirinya. Secara internal berdasar dari pengalaman subyektif diri sendiri, dan secara eksternal berdasar dari pandangan dunia terhadap kita.

Bila kita mulai mencari persetujuan dari orang lain, pendapat bagus dari orang lain,  kita menjadi terfokus ke situ dan benar-benar dapat melupakan sifat dasar kita. Semakin kita berfokus pada pendapat eksternal, semakin kabur visi kita dan semakin kabur jati diri kita. Alih-alih ingin hadir sepenuhnya dalam interaksi sosial, pikiran dan perilaku kita menjadi hanya ingin mendapatkan pengakuan, dan bukan mengekspresikan nilai-diri.

Sosial media menjadi sebuah tampilan karena  tuntutan bersosial, membentuk citra diri, bahkan menjadi topeng sosial.

Kebutuhan akan pengakuan biasa didorong  karena rasa tidak puas/ kritik terhadap diri sendiri / pikiran negative tentang diri sendiri. Akarnya adalah rasa takut. Takut ditolak.  Fokus Anda ditempatkan pada kekurangan yang Anda miliki, seharusnya ditempatkan pada kekuatan Anda.

Sebernarnya Tuhan menciptakan kita masing-masing unik.  Terimalah diri Anda seperti Tuhan menerima Anda.  Jangan sampai fokus Anda teralihakan kepada hal-hal yang eksternal. Ingatlah semua yang Tuhan berikan dalam diri Anda selalu cukup. Semua yang diberikan selalu merupakan potensi besar yang dapat kita gali dan maksimalkan. Dengan mengakui dan menerima diri kita, kita bisa membebaskan diri dari rasa takut ditolak, rasa takut tidak diterima. Kita tidak perlu lagi mencari pengakuan dari luar sana.

Jika pendapat orang lain dan pengakuan dari orang lain sudah tidak lagi menjadi hal yang prioritas (focus)  dalam diri Anda, maka pada titik ini, Anda dapat berfokus menggali dengan maksimal kekuatan potensi Anda yang sebenarnya yang Tuhan berikan.  Jadilah seperti jati diri yang Tuhan berikan kepada Anda.

Penulis : Yunike

+ There are no comments

Add yours