Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / Inspirasi / Empat Persiapan Sebelum Minta Maaf

Empat Persiapan Sebelum Minta Maaf

IndonesiaOne.org – Pernahkah kita melakukan kesalahan tertentu sehingga merugikan orang lain? Pasti sebagian besar dari kita pernah mengalaminya. Tetapi apakah kita sudah pernah meminta maaf kepada orang yang kita rugikan tersebut? Tentunya ada banyak alasan untuk menunda permintaan maaf, tetapi biasanya alasan tersebut disebabkan oleh karena pola pikir kita yang salah mengenai permintaan maaf. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita melakukan persiapan yang baik sebelum memintaa maaf. Sehingga kita tidak mengurungkan niat baik tersebut.

Berikut ini adalah langkah – langkah persiapan sebelum kita meminta maaf kepada seseorang :

  1. Buang rasa gengsi

Biasanya untuk meminta maaf akan muncul rasa ‘gengsi’. Apalagi jika orang yang kita sakiti tersebut posisi atau umurnya jauh berada di bawah kita. Kecenderungan kita biasanya akan mulai ‘menganggap remeh’ orang tersebut dan berpikir tidak wajar jika kita yang meminta maaf. Jika hal itu yang terjadi, maka hubungan kita dengan orang tersebut akan terus terganjal dan membuat diri kita dilihat sebagai orang yang arogan dan ‘tidak bisa dipercaya’. Jadi, daripada nama baik kita tercemar dan menjadi pembicaraan yang tidak menyenangkan, buanglah rasa gengsi dan minta maaflah kepada orang yang sudah kita sakiti atau rugikan.

  1. Siap dimarahi

Terkadang sebelum meminta maaf kita sudah terlebih dahulu takut. Terutama takut dimarahi. Apalagi jika kita ingin mengakui kesalahan yang tidak diketahui orang tersebut. Biasanya detak jantung akan semakin kuat ketika ingin datang mengakui dan minta maaf.

Ketika rasa takut dimarahi semakin mencengkram kuat, biasanya kita akan mengurungkan niat untuk datang meminta maaf. Alhasil, hubungan kita dengan orang tersebut akan semakin buruk. Dan yang paling parah, diri kita akan semakin tersiksa karena perasaan bersalah yang terus berkecamuk.

Daripada kita terus diliputi oleh rasa bersalah, alangkah jauh lebih jika kita tetap melangkah untuk meminta maaf. Yang perlu dilakukan hanyalah mempersiapkan mental yang siap untuk dimarahi. Karena sebenarnya belum tentu juga orang tersebut akan memarahi kita, itu hanya imajinasi kita saja yang belum tentu terjadi. Namun walaupun akhirnya dimarahi, yang perlu kita lakukan hanyalah menerimanya. Lihatlah kemarahan tersebut sebagai “teguran’’ untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

  1. Siap tidak berargumen/membela diri

Biasanya ketika kita ingin minta maaf, ego di dalam diri kita masih saja muncul. Kata maaf yang keluar dari dalam mulut kita justru diikuti oleh kalimat pembelaan. Seringkali kata ‘tetapi’ akan menjadi awal kata dari kalimat pembelaan yang kita ucapkan. Jika hal itu yang terjadi biasanya permintaan maaf kita akan menjadi sia – sia. Orang yang kita temui justru akan merasa lebih tidak dihargai oleh kita. Alhasil, bukan rekonsiliasi yang terjadi justru pertengkaran yang semakin besar.

Untuk menghindari pertengkaran, baiklah kita sebagai orang yang memang bersalah mempersiapkan mental untuk tidak membela diri. Terlepas dari alasan apapun yang akan kita kemukakan, pembelaan diri hanya akan menunjukkan bahwa sesungguhnya kita belum “rela’’ meminta maaf dan belum sepenuhnya “mengakui” kesalahan kita. Jadi lebih baik kita diam dan mendengarkan keluhan ataupun respon apapun yang muncul setelah kita meminta maaf. Akuilah bahwa kita salah dihadapan orang tersebut dan siap untuk memperbaiki diri juga bertanggung jawab.

  1. Siap tidak diterima

Persiapan mental selanjutnya sebelum kita meminta maaf adalah mental untuk siap tidak diterima. Sebagai orang yang bersalah, jangan hanya berharap permintaan maaf kita diterima, tetapi persiapkan diri juga jika ditolak. Jika itu yang terjadi, janganlah berkecil hati. Karena sesungguhnya anda sudah melalukan kewajiban dengan benar. Bagaimana jika kita justru dihina dan dicaci maki? Lapangkan dada kita dan bersyukurlah untuk hal tersebut. Tetaplah rendah hati dan jangan melawan. Karena sikap tersebut akan membuat orang yang sedang dihadapi melihat ketulusan dan kesungguhan hati kita. Dengan dirinya melihat ketulusan tersebut maka cepat atau lambat hubungan dengannya akan semakin membaik. Jika ia tetap tidak mau menerima maaf kita, tetaplah tersenyum dan lanjutkan hidupmu dengan kebahagiaan.

Check Also

Lampaui Target Emas, Indonesia Cetak Sejarah di Asian Para Games 2018

Indonesia berhasil melewati raihan 16 emas yang dijadikan target Asian Para Games 2018. Total emas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *