Home / SARA - SELALU ADA HARAPAN / Berita Umum / Fakta – fakta Menarik Debat Putaran 2 Pilgub DKI Jakarta

Fakta – fakta Menarik Debat Putaran 2 Pilgub DKI Jakarta

IndonesiaOne.org – Debat final putaran 2 Pilgub DKI 2017 telah usai. Adu implementasi program telah diperlihatkan oleh paslon nomor 2 maupun 3.  Pasangan Basuki – Djarot terlihat lebih tenang daripada debat putaran pertama. Sedangkan pasangan Anies – Sandi juga terlihat lebih yakin atas pemaparan konsepnya. Ada beberapa fakta menarik yang terjadi saat debat berlangsung. Dimulai dari kehadiran Ira Koesno sebagai moderator yang tidak bersalaman dengan kedua paslon pada saat pembukaan, sampai pada kehadiran beberapa komunitas yang sengaja dihadirkan.

Berikut ini adalah  6 fakta menarik dalam debat final putaran 2 Pilgub DKI 2017 :

  1. Ira Koesno tidak bersalaman dengan kedua paslon

Hal ini dilakukan karena pada debat putaran pertama, Ira Koesno menyebutkan tangan salah satu pasangan terasa dingin. Bagi pasangan lainnya, hal itu tidak baik. Karena terkesan memberi frame bahwa salah satu pasangan sedang gugup. Agar situasi yang sama tidak terulang, maka Ira Koesno tidak menjabat tangan saat awal dimulai perdebatan.

  1. Anies – Sandi mengenakan baju warna biru

Identik warna putih yang sering dikenakan oleh paslon nomor 3 tidak terlihat dalam debat pilkada putaran 2. Anies sandi mengenakan baju warna biru yang mempunyai arti tersendiri bagi mereka.

Menurut Anies, pakaian biru yang mereka kenakan dimaksudkan untuk membangun persatuan. “Sudah saatnya membangun kembali rasa persatuan,” ujarnya.

  1. Pertanyaan dari komunitas UMKM

Pak Cagub, dari dulu kami pengusaha kecil selalu memiliki masalah soal permodalan. Walaupun saat ini memang ada program KUR, dengan bunga yang lebih rendah dan katanya bisa tanpa agunan. Tapi kenyataannya kami tidak mendapatkan KUR tersebut, karena bank tetap meminta agunan. Kalau bapak terpilih, kira – kira terobosan apa yang bapak bisa lakukan untuk membantu kami supaya masalah ini bisa diatasi?

Fakta : Dalam dua tahun terakhir, Basuki Tjahaja Purnama selaku gubernur DKI Jakarta mendorong semua pelaku UMKM membuka rekening di Bank. Dengan tujuan agar pemprov bisa mempelajari arus kas usahanya. Sehingga PEMDA DKI Jakarta dapat mengetahui kebutuhan yang diperlukan. Karena pada faktanya dana yang tersedia untuk UMKM adalah 1 triliuan dalam satu tahun. Namun hanya tersalur 300 miliar/tahun. Jadi, syarat utama kredit bukanlah soal agunan, melainkan arus kas yang jelas dan transparan dalam rekening Bank.

  1. Pertanyaan dari komunitas masyarakat transportasi.

Pak, sekarang masih banyak warga yang penghasilan masih dibawah UMP. Jadi mahalnya ongkos transportasi membuat mereka kesulitan. Katanya ada yang merencanakan tariff Rp 5000 untuk semua angkutan gabungan. Terus tarif TransJakarta 3500. Sementara online banyak menawarkan bonus potongan. Apakah dimungkinkan tariff yang lebih murah atau digratiskan sekalian pak, untuk membantu warga yang kurang mampu dan tertarik menaiki angkutan umum?

Fakta : Sejak setahun yang lalu naik bus TransJakarta sudah digratiskan. Caranya sangat mudah. Hanya mendaftarkan diri di bank DKI sebagai orang yang bergaji UMP. Maka otomatis bank DKI akan memberikan gratis. Hal ini sudah dinikmati oleh mereka yang tinggal di rumah susun.

  1. Pertanyaan dari komunitas rumah susun dan toilet untuk keluarga.

Pak, kami ini warga rusun Jatinegara yang direlokasi akibat normalisasi Kali ciliwung. Kami menderita tidak hanya secara ekonomi tapi juga secara mental. Kami benar – benar merasa drop. Saat ini kami tinggal dirusun yang sering bocor padahal kami harus menanggung beban biaya bulanan terus menerus. Bila bapa terpilih, apakah bapak tega untuk terus menerus membebani kami biaya rusun yang bocor ini?

Fakta : Rusun sebenarnya tidak bayar. Biaya yang ada hanya biaya kontribusi untuk pemeliharaan lingkungan. Pemprov DKI meneliti, ternyata hanya 30 % yang tidak sanggup bayar dan 70 % lainnya tidak mau bayar. Kebocoran disebabkan oleh kontraktor ‘nakal’. Oleh karenanya Pemprov berkomitmen untuk memperbaikinya. Sebagai catatan, tidak semua rusun yang dimiliki oleh Pemprov mengalami kebocoran seperti yang terjadi di rusun Jatinegara.

  1. Komunitas nelayan

Pak, kami nelayan sudah tinggal di pantai Jakarta turun temurun, apakah kehidupan kami sebenarnya diakui atau tidak. Jika iya, apakah kebijakan pemerintah DKI itu masa depan kehidupan. Saya merasakan program lain seperti reklamasi diperhatikan, sedangkan kehidupan nelayan tidak diperhatikan?

Fakta : Rancangan Pemprov DKI tidak pernah punya niat mengusir nelayan. Justru akan memberikan rusun untuk nelayan muara angke. Dan disiapkan restoran apung terbaru. Bahkan akan disiapkan lahan 10 hektar di Muara Baru yang akan diberikan kepada nelayan sebagai tempat sandar dan tempat penyimpanan dan pengelolaan ikan. Tanggul dari Cilincing menuju tanjung Priok juga sedang dipersiapkan. Tanggul tersebut bisa sebagai tempat tambatan perahu. Perumahan bagi nelayan akan diberikan di tepi tanggul. Nelayan berhak tinggal ditempat yang direklamasi. Sebab 50% tanah disana adalah punya pemprov DKI. Fakta selanjutnya, banyak juga nelayan yang menyetujui reklamasi.

19 April 2017 akan menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Jakarta maupun Indonesia. Jadikanlah hati nurani yang murni sebagai patokan untuk memilih gubernur dalam putaran 2 ini. Pilihlah gubernur yang mempersatukan dengan keadilan agar warga Jakarta bisa menikmati kerja nyata dari gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya.

Check Also

Imam Radikal dan Provokator Dipecat di Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan pemerintah telah memecat beberapa ribu imam berpaham radikal dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *