Home / BICARA - BINCANGAN RAKYAT / Hiburan / Film Beauty And The Beast Ternyata Kisah Nyata Dari Abad 16

Film Beauty And The Beast Ternyata Kisah Nyata Dari Abad 16

IndonesiaOne.org – Film ‘Beauty And The Beast’ yang telah dinanti – nantikan di layar lebar akhirnya dirilis. Sejak tayang global di berbagai negara, pada Jumat (17/3/2017). Film yang dibintangi Emma Watson dan Dan Stevens itu telah meraup penghasilan USD 170 juta di Amerika Serikat, dan USD 350 juta.

Tahukah kita, ternyata Petrus Gonsalvus, disebut-sebut sebagai manusia nyata yang menjadi inspirasi dari karakter The Beast dalam cerita ‘si cantik dan si buruk rupa’ itu. Pria yang hidup di abad 16 itu mempunyai tubuh yang dipenuhi rambut tebal. Ia menikah dengan Catherine yang adalah wanita normal. Pernikahan mereka pun menghasilkan tujuh anak.

Petrus, terlahir dengan nama Pedro Gonzales di Tenerife, Canary Island, Spanyol, pada 1537. Saat lahir tubuh Petrus dipenuhi rambut lebat sehingga membuat ia terlihat seperti manusia serigala. Kondisi Petrus bukan karena sihir atau hal-hal gaib. Petrus mengalami kondisi yang disebut hypertrichosis atau sindrom Ambras.

Sindrom ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga memicu pertumbuhan rambut yang tak terkontrol di selutuh tubuh. Hypertrichosis terbilang langka, tercatat hanya ada 50 kasus yang terjadi di Abad Pertengahan dan Petrus merupakan orang pertama yang mengalami kondisi ini. Petrus sendiri alami cibiran dari masyarakat. Ia dianggap monster yang mengincar bayi – bayi untuk dimakan hidup – hidup.

2e661b51-ef97-4442-a60b-88d45b439a3e_169

Foto: Dok. National Gallery of Art

Seperti dikutip dari Mirror, kisah Petrus memang menyedihkan. Saat usianya 10 tahun, ia pernah ditangkap dan dibawa ke Prancis untuk dipersembahkan sebagai hadiah bagi Raja Henry II dan Ratu Catherine de Medici.

Alih-alih menjadikannya tontonan, Raja Henry justru memberi Petrus berbagai fasilitas bak anak raja. Mulai dari pakaian mahal, makanan hingga pendidikan di sekolah elit. Seorang seniman juga didatangkan untuk melukis sosoknya.

“Dia seorang pria bangsawan. Dia berpakaian seperti kaum bangsawan dan memegang posisi di mahkamah,” ujar Roberto Zapperi, sejarawan Italia.

Setelah Raja Henry II tewas akibat pertempuran pada 1559, ia digantikan oleh Sang Ratu, yang kemudian memutuskan untuk mencarikan Petrus seorang istri. Pernikahan harus dilakukan sebagai bagian dari eksperimen raja terdahulu, untuk melihat apakah Petrus akan melahirkan anak yang juga sama dengan kondisinya.

Ratu Catherine pun mencari calon pengantin dan ia menginginkan wanita yang mentalnya cukup kuat untuk menahan keterkejutannya saat melihat sosok Petrus, manusia berbulu yang akan menjadi suaminya. Tak hanya itu, sang pengantin juga harus mampu membuat Petrus bergairah layaknya laki-laki normal.

Mempelai wanita akhirnya terpilih, dan dia merupakan putri dari seorang pelayan di pengadilan. Tidak ada tahu nama asli dari wanita tersebut, karena hingga kini ia hanya dikenal dengan nama Catherine. Apa yang terjadi di hari pernikahan mereka masih menjadi misteri sampa saat ini. Namun diketahui mereka menjalani pernikahan yang bahagia selama 45 tahun dan menghasilkan tujuh orang anak. Lima diantaranya memiliki kondisi yang sama seperti ayahnya.

Petrus dan Catherine menghabiskan masa tua di Lake Bolsena, Capodimonte, Italia. Petrus meninggal pada 1618 di usia 81 tahun, dan menyusul Catherine, pada 1623.

Kisah cinta mereka kemudian menjadi inspirasi bagi penulis asal Prancis, Gabrielle-Suzanne de Villeneuve. Pada 1740, Gabrielle menulis novel fantasi bertajuk ‘La Belle et la Bete’, mengisahkan seorang gadis cantik yang jatuh cinta kepada makhluk buruk rupa.

Novel tersebut memiliki pesan moral cukup dalam. Bahwa kecantikan maupun ketampanan tidak selalu tampak dari luar, melainkan terpancar dari dalam hati.

Check Also

Seorang Pria Terbang Sejauh 25 KM Mengendarai 100 Balon Helium, Terinspirasi dari Film “UP”

Seorang petualang asal Inggris baru-baru ini menjalani pengalaman yang sangat unik yaitu terbang setinggi 8000 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *