Home / Uncategorized / Heboh !! Lagu Ini Menyebabkan Kematian

Heboh !! Lagu Ini Menyebabkan Kematian

IndonesiaOne.org – Musik sudah menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar bagi generasi sekarang ini. Tua muda, besar kecil, kaya miskin semua senang mendengarkan musik. Apalagi jika lirik lagunya ngepas sama apa yang sedang dialami.

Pengaruh lagu sangatlah besar, ada yang bisa membuat orang jatuh cinta, sampai ada juga yang membuat orang menjadi semangat dalam beraktivitas.

Tapi, tahukah kamu kalau ada lagu yang ketika didengar membuat orang ingin mengakhiri hidupnya?

Ada banyak informasi mengenai tahun penulisan lagu kematian tersebut. Ada yang mengatakan lagu ini ditulis pada akhir tahun 1932, ada pula yang mengatakan pada tahun 1933. Namun yang pasti, sosok penciptanya adalah seorang pianis dan komposer muda bernama Reszo Seress yang sedang berjuang mengejar cita-citanya untuk menjadi terkenal, dibantu temannya Lazzlo Javor. Keduanya berasal dari Hungaria. Dalam perjuangan Reszo untuk menjadi terkenal, ia tidak mendapat dukungan dari kekasihnya. Penolakan kekasihnya ini pun memuncak dan pertengkaran hebat diantara keduanya pun tak dapat dihindarkan. Mereka pun berpisah. Kemudian, dibantu oleh Lazzlo Javor yang menulis liriknya, Reszo Seress pun memainkan pianonya untuk membuat musik lirik tersebut.Terciptalah lagu “Gloomy Sunday” yang awalnya berjudul “Vége a világnak” (“End of the world”).

Awalnya, lagu ini tidak diterima oleh beberapa perusahaan rekaman, tapi setelah diterima akhirnya lagu ini menjadi hits di Hungaria. Sayangnya, meningkatknya kepopuleran lagu ini membuat angka kematian akibat bunuh diri pun meningkat.

Tercatat ada lebih dari 100 kasus bunuh diri akibat lagu ini, diantaranya seperti kasus bunuh diri seorang pedagang sepatu bernama Joseph Keller, yang mati dengan meninggalkan pesan kematian. Pesan kematian Joseph Keller adalah sebait lagu “Gloomy Sunday”.
Selanjutnya, ada juga kasus seorang pegawai negeri yang menembak dirinya dan mayatnya ditemukan menelungkup diatas kertas yang bertuliskan lirik lagu “Gloomy Sunday”.
Bahkan, kekasih Reszo Seress juga menjadi korban lagu ini. Awalnya, Reszo Seress mengirim surat untuk meminta kekasihnya rujuk kembali, tapi kekasihnya ditemukan tewas bersama surat dari Reszo yang isinya ialah lirik lagu “Gloomy Sunday”.

Di Berlin, seorang pemuda pergi ke kafe dan meminta band yang tampil untuk memainkan lagu “Gloomy Sunday”. Setelah pulang, ia bunuh diri dengan alasan tertekan dan depresi dengan lirik lagu tersebut. Mayatnya ditemukan bersama pecahan piringan hitam “Gloomy Sunday”.
Lain lagi di New York, seorang wanita muda membakar dirinya dan meninggalkan wasiat agar lagu “Gloomy Sunday” dimainkan di pemakamannya.
Kasus lain di Roma, seorang gadis remaja 14 tahun, menjatuhkan diri dengan menggenggam piringan hitam “Gloomy Sunday”.Sementara di London Utara, seorang wanita ditemukan mati terduduk dengan iringan lagu “Gloomy Sunday”.

Kasus bunuh diri akibat lagu “Gloomy Sunday” yang terus meningkat memaksa stasiun televisi BBC untuk melarang pemutaran lagu ini. Bahkan pengedaran lagu ini pun di larang di Hungaria dan Inggris. Semua catatan dan rekaman asli lagu ini dimusnahkan. Rekaman asli lagu ini sudah tidak dapat ditemukan lagi, yang ada hanyalah rekaman lagu “Gloomy Sunday” yang telah di cover oleh Billie Holiday.

Ternyata, hal tragis akibat lagu “Gloomy Sunday” juga menimpa penciptanya, Reszo Seress. Setelah mengarang lagu ini, Reszo selalu gagal menulis lagu lain. Tidak ada lagi karya yang dihasilkan Reszo setelah lagu “Gloomy Sunday”. Akibatnya, Reszo Seress yang sudah frustasi dan tertekan memutuskan mengakhiri hidupnya di usia 69 tahun pada tahun 1968.
Ia mencoba bunuh diri dengan melompat dari apartemennya namun gagal dan segera dilarikan ke rumah sakit. Nah, di rumah sakit inilah ia mencekik dirinya sendiri dengan seutas kawat(kabel) hingga tewas.
Sungguh tragis!!

Dari kasus dan fakta diatas, kita dapat mengetahui pengaruh apa yang dapat ditimbulkan oleh lirik-lirik lagu dan alunan musik.
Ada makna tersirat yang berusaha disampaikan oleh penulis atau pembuat lagu.
Oleh karena itu, hati-hati dan bijaklah dalam memilih lagu atau musik yang akan didengarkan.
Contohnya, jika sedang galau, jangan dengarkan lagu yang liriknya menceritakan kegalauan, kesedihan atau frustasi. Pilih lagu yang membangkitkan semangat, agar kita bisa  move on, bukan tambah galau sampai membuat kita ingin bunuh diri rasanya (seperti kasus-kasus diatas).

Musik itu seharusnya menginspirasi dan membangun, jadi sikapilah musik sebagaimana dimaksudkan.

(sumber: google.com, gigsplay.com)

Penulis: Josafat Imanuel Wattimena

Check Also

Ahok dan SBY Akhirnya Bertemu

IndonesiaOne.org – Basuki Tjahaja Purnama mengaku sempat bertemu dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *