Inilah yang Terjadi Dengan Tubuhmu Saat Kamu Patah Hati

Patah Hati

Indonesiaone.org – Berpisah dengan seseorang yang telah menjadi bagian dalam hidup kita memiliki efek yang signifikan. Tidak hanya secara emosional, namun juga dari segi fisik dan kesehatan.

Dalam beberapa kasus tertentu, patah hati yang dialami oleh seseorang dapat membuat orang tersebut tidak nafsu makan, tidak dapat berpikir, dan mengalami ketidakstabilan dalam emosinya. Saat seseorang patah hati, tubuh pun secara otomatis bereaksi dan menimbulkan banyak efek negatif yang merusak.

Ini dia beberapa efek dan reaksi negatif dari tubuh saat seseorang patah hati :

1. Reaksi otak ketika ingin bertemu sang mantan.

Saat seseorang yang mengalami patah hati masih memiliki keinginan untuk bertemu dengan sang mantan, otak orang tersebut mengirimkan sinyal sakit secara fisik kepada aktivitas tertentu yang dilakukan oleh tubuh.(Journal of Neurophysiology, 2010).

Sebuah area di otak akan aktif untuk berhasrat menginginkan kembalinya sang mantan, dengan cara kerja yang sama dengan kokain yang menimbulkan kecanduan.

2. Fenomena biologis “fight or flight”

Fight or flight adalah fenomena biologis alami tubuh kita ketika mengalami ketakutan akan ancaman dan bahaya dan tubuh akan secara natural merilis hormon adrenalin dan kortisol. Contohnya : Saat kita terjebak dalam kebakaran, saat diserang binatang buas di hutan, saat pertama kali melakukan olahraga ekstrim, dan lain-lain.

Fenomena ini juga ternyata terjadi ketika seseorang mengalami patah hati. Dampaknya pada tubuh sendiri menimbulkan efek yang kurang nyaman seperti pegal linu, otot membengkak, dan jantung yang berdegub kencang yang semuanya diakibatkan oleh hormon adrenalin dan kortisol.

3. Melambatnya sistem pencernaan.

Hormon kortisol yang dirilis secara alami oleh tubuh ketika kita patah hati dapat mengurangi aliran darah ke sistem pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang terjadi dalam pencernaan kita. Jika hal ini terjadi dalam rentang waktu yang panjang, maka akan berpengaruh pada distribusi lemak tubuh dimana hormon kortisol akan memusatkan distribusi lemak di bagian perut.

Tidak heran, dalam beberapa kasus seseorang semakin gemuk setelah patah hati. Hal itu bukan disebabkan oleh porsi makan yang bertambah, namun karena sistem pencernaannya yang tidak lancar sehingga distribusi asupan makanan tidak merata dan lemak menumpuk di perut.

4. Kulit berjerawat dan rambut rontok.

Stress level tinggi yang disebabkan oleh  ‘dissolution of romantic relationship’ atau putusnya hubungan percintaan. Orang yang mengalami hal ini akan lebih rawan berjerawat daripada orang yang tidak patah hati.

Tingkatan stress yang tinggi juga berpengaruh dengan tingkat kerontokan rambut.

5. Tekanan darah tinggi.

Patah hati yang berkepanjangan menyebabkan tekanan darah menjadi naik. Hal ini sedikit banyak disebabkan karena faktor stress yang menumpuk. Dampaknya tidak baik untuk tubuh dan membuat seseorang menjadi mudah marah.

6. Broken Heart Syndrome.

Ketika seseorang stress, salah satu bagian dari jantung akan membesar dan tidak memompa dengan baik. Secara teknis hal ini disebut ‘stress-induced cadiomyopathy,’ dan lebih dikenal dengan broken heart syndrome. Hal ini terjadi cukup langka, seperti cacar air yang akan dialami seseorang hanya sekali seumur hidup. Dalam sejarah medis pun, hanya dua persen pasien yang terkena sindrom ini dan akhirnya terdiagnosa terkena problem koroner yang akut. (The American Heart Association)

Berita buruknya adalah, sindrom ini lebih menjangkit wanita, di mana 80 persen dari seluruh kasus ini didominasi kaum hawa. Jadi jika sehabis putus cinta kita merasa pusing, mungkin kamu berpikir hal tersebut adalah problem kesehatan yang bisa dihiraukan. Tapi ternyata itu adalah khayalan imajinasi yang dibuat oleh otak yang “menjelaskan” betapa sakitnya patah hati.

Kesimpulan

Patah hati memang menyakitkan, tetapi terkadang hal itu adalah jalan terbaik dan justru menyelamatkan kita dari penyesalan di kemudian hari. Lebih baik menangis untuk sementara waktu, daripada salah memilih pasangan dan harus menangis seumur hidup.