Home / SARA - SELALU ADA HARAPAN / Berita Umum / Islam Bukan Teroris

Islam Bukan Teroris

IndonesiaOne.org – Kelompok – kelompok radikal yang banyak bertumbuh di beberapa bagian negara telah menimbulkan kecemasan dan ketakutan tersendiri terutama di Eropa dan Amerika. Karena mereka tega membunuh dan menghancurkan kota dengan mengatas namakan agama. Belum beberapa lama ini, orang akhirnya mulai ketakutan dengan agama Islam yang seringkali dipakai oleh kaum radikal tersebut sebagai agama yang melegalkan tindakan pembunuhan – pembunuhan sadis. Padahal kita tahu bersama, bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian.

Ketakutan – ketakutan yang terjadi di masyarakat Eropa dan Amerika ternyata mengundang reaksi dari raja Jordania. Abdullah bin Al-Husein (Abdullah II) berkesempatan untuk berpidato dikalangan parlemen Eropa pada 10 Maret 2015 lalu. Pidato yang sangat menginspirasi tersebut membuat seluruh anggota parlemen memberikan standing upplos. Raja Jordania memberikan penjelasan yang tepat dan benar mengenai ajaran Islam yang selama ini telah disalah tafsirkan oleh para kelompok radikal yang mengatas namakan Muslim. Dibawah ini adalah isi pidato king Abdullah yang menggemparkan Eropa :

Inilah sebabnya penting untuk diperjelas. Apa makna sebenarnya menjadi seorang Muslim. Aku dan banyak Muslim lain telah diajarkan. Sejak tahun – tahun pertama bahwa agama kami menuntut hormat dan perhatian bagi sesama. Nabi Muhammad SAW berkata “kalian tidak beriman hingga kalian mencintai sesamamu seperti cinta kalian pada diri sendiri. Itulah makna menjadi seorang muslim.

Di antara nama – nama Allah, kita dengar : maha pengasih, maha penyayang. Selama hidupku setiap hari, aku mendengar dan memberi salam “Assalamu alaikum”. Ucapan kepada orang lain agar diberkati dengan damai. Inilah makna menjadi seorang Muslim. Lebih dari seribu tahun lalu sebelum konvensi jenewa, tentara Muslim diperintah dilarang membunuh anak, wanita atau orangtua. Dilarang merusak pohon, dilarang mencelakakan pendeta, dilarang merusak gereja. Nilai – nilai Islam yang sama ini diajarkan kepada kami di sekolah sejak kanak – kanak. Tidak menghancurkan atau menodai  tempat dimana Tuhan disembah. Tidak Masjid, tidak Gereja, tidak Sinagog.

Sejarah, geografi, dan masa depan mengikat kita. Jangan ada yang memisahkan kita, karena bersama – sama kita bisa mencipta pilar – pilar saling menghormati yang akan mendukung kebaikan bersama bagi generasi mendatang. Terimakasih.

Check Also

Imam Radikal dan Provokator Dipecat di Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan pemerintah telah memecat beberapa ribu imam berpaham radikal dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *