Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / Inspirasi / Kisah Heroik di Balik Nama Jalan Daan Mogot

Kisah Heroik di Balik Nama Jalan Daan Mogot

Indonesiaone.org – Buat kamu yang sering melintasi perbatasan Jakarta-Tangerang dan sekitarnya melalui kendaraan roda dua, pasti akrab dengan jalan yang satu ini.

Daan Mogot. Merupakan jalan besar yang cukup panjang yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota lainnya.

Mengingat namanya yang cukup unik, pernahkah terlintas dalam benakmu ketika melintasi jalan Daan Mogot ini,  mengapakah jalan ini diberi nama tersebut?

Kali ini IndonesiaOne akan mengulas asal usul dari Jalan Daan Mogot, yang termasuk dalam salah satu jalan utama di Jakarta yang juga merupakan bagian dari Jalan Nasional Rute 1.

FYI: Jalan Daan Mogot adalah Jalan termasuk dalam Jalan Nasional Rute 1 adalah jalan utama di pulau Jawa yang lebih dikenal dengan nama Jalur Pantura (Jalur Pantai Utara). Jalan ini melewati 5 provinsi sepanjang 1.316 km di sepanjang pesisir pantai utara Jawa, yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Nah… berikut ulasan mengenai fakta menarik dibalik nama jalan ini :

  1. Lokasi dibangunnya Masjid Raya Pemprov DKI Jakarta

Nilai bersejarah tidak hanya berada di asal-usul nama Jalan Daan Mogot saja, namun dalam waktu dekat ini Jakarta, khususnya daerah Daan Mogot akan kembali memberikan warna sejarah yang baru yaitu dengan dibangunnya Masjid Raya Daan Mogot yang juga menjadi Masjid Raya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Renacanya pembangunan ini akan rampung pada akhir Maret dan pada tanggal 16 April 2017 akan diresmikan oleh Presiden Jokowidodo.

 

  1. Satu-satunya nama pahlawan yang digunakan sebagai nama jalan di Jakarta-Tanggerang

Tidak seperti nama pahlawan yang dijadikan nama jalan dapat kita temukan di daerah lainnya seperti Sukarno, Gatot Subroto, Sudirman, dan lain-lain. Nama Jalan Daan Mogot hanya Anda dapat temukan di Jakarta Barat dan Tanggerang. Ketika anda ketik “jalan daan mogot” pada google map, secara otomatis yang Anda temukan hanya menunjukkan daftar referensi pada daerah Jakarta-Tanggerang saja.

 

  1. Salah satu jalan terpanjang di Indonesia yang menggunakan nama Pahwalan/Tokoh Nasional

Jalan Daan Mogot adalah nama salah satu jalan utama Jakarta (dan juga Tanggerang, Banten). Nama jalan ini diambil dari nama seorang pejuang dan pelatih anggota PETA yaitu Daan Mogot. Jalan ini membentang sepanjang 27.5 KM dari Sukarasa, Tangerang, Tangerang sampai Grogol. (sumber: Wikipedia)

 

  1. Nama seorang Pahlawan (Pe)Muda Indonesia

Nama Daan Mogot ditetapkan menjadi nama jalan pada tahun 1966, tepat setelah ia menerima penghargaan Bintang Mahaputra III berdasarkan Keppres RI No. 28/BTK/Tahun 1966.

Siapa sangka jika nama Jalan Daan Mogot berasal dari nama seorang pejuang yang tidak tertulis di dalam buku-buku sejarah. Padahal, Daan Mogot sekaliber dengan tokoh Kemal Idris atau A.H. Nasution.

Fakta mengenai Daan Mogot:

Simbol ‘titisan’ semangat patriotisme dan nasionalisme pemuda.

Daan Mogot atau Elias Daniel Mogot lahir 2 bulan setelah hari sumpah pemuda, yaitu 28 Desember 1928. Semangat patriotik yang dimiliki pemuda ini ditunjukkan bagaimana ia mendedikasikkan hidupnya dalam kemiliteran pada usia yang terbilang sangat muda dan menunjukkan rasa tanggung jawab membela Indonesia dalam aksi heroiknya di Perang Lengkong.

Tokoh pejuang termuda yang berprestasi

  • Elias Daniel Mogot menggagas Akademi Militer Tanggerang sekaligus menerima mandat menjadi direkturnya pada usia 14 tahun.
  • Saat usianya genap 16 tahun, ia menjadi salah satu pemimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yaitu cikal bakal Tentara Nasional Indonesia, pangkatnya saat itu adalah Mayor.
  • Memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra pada tahun 1966, setelah itu namanya dijadikan nama jalan

Pahlawan tragis

Bertekad kuat dan mendedikasikan diri bagi bangsa Indonesia sebagai tentara yang mengamankan segenap rakyat, ayahnya di tewas dibunuh perampok sementara saudara sepupunya yang bernama Alex E. Kawilarang menjadi ‘musuhnya’. Alex E. Kawilarang adalah salah satu tokoh pemberontakan Permesta.

Gugur di usia belia

daan-mogot

Ia gugur pada usia 17 tahun pada Pertemepuran Lengkong, tanggal 25 Januari 1946. Pertempuran Lengkong menjadi titik bersejarah bagi pahlawan ini.

Dapat kamu bayangkan, ketika anak-anak di zaman ini yang berusia 14 tahun masih doyan main play station, ber-facebook ria, sepanjang waktu diluar (bahkan mungkin) pada jam pelajaran di sekolah memainkan gadgetnya, lain halnnya dengan Elias Daniel Mogot yang pada usia 14 tahun sudah ikut berperang.

Sungguh ironi jika remaja-pemuda saat ini yang digandrungi fenomena skip challenge. Entah diri merasa kurang adanya tantangan hidup, mencari popularitas, dan pengakuan dari rekan-rekan sebayanya. Yang pasti fenomena skip challenge ini sangat kontras dengan perjuangan generasi muda yang menuntaskan akhir hidupnya menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia.

Sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda saaat ini mewarisi semangat yang sama dengan yang dimiliki oleh para pejuang muda, dan tidak menyia-nyiakan waktu, potensi diri, dan hidup masa muda untuk hal-hal yang tidak berguna.

Penulis : Filemon Osward

Check Also

Lampaui Target Emas, Indonesia Cetak Sejarah di Asian Para Games 2018

Indonesia berhasil melewati raihan 16 emas yang dijadikan target Asian Para Games 2018. Total emas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *