Kredit Prosalam, Sahabat para petani

1 - Kredit ProSalam IKRAR 7

Sejak ZAMAN dulu Indonesia dikenal sebagai negara agraris dimana banyak komoditas pertanian tumbuh subur di tanah Ibu Pertiwi. Tidak dapat disangkal lagi bahwa mayoritas di daerah pedesaan bekerja sebagai petani. Meningkatnya komoditas, mengelola lahan dan memperoleh keuntungan dari sektor ini sebenarnya adalah siklus hidup yang telah kita kenali.

Namun, ironisnya fenomena kemiskinan juga terletak di daerah pedesaan. Meskipun petani memiliki lahan sendiri untuk menghasilkan komoditas pertanian, nampaknya mereka kekurangan sumber informasi, sistem panduan dan pengetahuan untuk meningkatkan bisnis.

Situasi ini membawa sektor pertanian kita ke dalam lubang keterpurukan. Lebih buruk lagi, kita tidak bisa bersaing dengan Vietnam atau Thailand di bidang pertanian. Kita melakukan impor secara rutin yang sebenarnya justru membunuh usaha mikro petani lokal dari negara kita sendiri.

Upaya Pemerintah kita dan instansi terkait untuk memberdayakan petani setempat telah menunjukkan kemajuan, namun hal itu tidak cukup. Di era digital, segala sesuatu terhubung ke internet, bergantung pada akses digital dan mengandalkan data statistik online, maka kita perlu melakukan perbaikan di bidang pertanian.

  •  Petani sebagai pemain peran utama di lapangan, membutuhkan dukungan dari segala aspek untuk meningkatkan kualitasnya sebagai superhero dalam menghasilkan bahan makanan.
  • Pemerintah sebagai pembuat kebijakan pun harus berkontribusi untuk menciptakan peraturan pro-petani
  • Bank sebagai lembaga keuangan tepercaya memiliki kemampuan untuk menyuntikkan pinjaman atau pendanaan ke usaha petani
  • Perusahaan teknologi dan informasi dapat mendukung untuk menyediakan platform online untuk para petani.

Beruntung, sekarang kita memiliki 8villages, sebuah usaha sosial bertujuan untuk meningkatkan bisnis petani melalui digitalisasi. 8villages menghubungkan petani setempat dengan mitra bisnis mereka, organisasi non-pemerintah, perusahaan multinasional dan pemerintah. Sebagai realisasi dari visi tersebut, 8villages berhasil melibatkan pemerintah Jawa Tengah, PT XL Axiata Tbk dan PT Citra Jaya Lestari untuk meluncurkan aplikasi Petani Jateng pada 18 Desember 2016.

Sekarang proyek berlanjut dan kolaborasi kembali menjadi lebih canggih. Dengan melibatkan Bank Jateng sebagai pemimpin proyek bersama dengan semua mitra, 8villages meluncurkan “Kredit Pro Salam”, sebuah fitur pada aplikasi Petani Jateng untuk memberikan akses cepat dan kemudahan bagi petani untuk mengajukan dana dari Bank Jateng.

Seperti kita ketahui, dalam beberapa periode terakhir, petani dianggap sebagai pihak yang tidak layak menerima pinjaman dikarenakan tidak ada jaminan kuat bahwa petani dapat memperbaiki bisnis mereka secara lestari.

8villages menghasilkan konsep baru “Kredit Pro Salam”, di mana para petani dapat memperoleh dana untuk memenuhi kebutuhan primer mereka setiap hari.