Lebih Berharga Nama Baik Atau Emas?

Lebih Berharga Nama Baik Atau Emas

“KENANGAN KEPADA ORANG BENAR MENDATANGKAN BERKAT, TETAPI NAMA ORANG FASIK MENJADI BUSUK.”

“NAMA BAIK LEBIH BERHARGA DARI PADA KEKAYAAN BESAR, DIKASIHI ORANG LEBIH BAIK DARI PADA PERAK DAN EMAS.”

Tahukah kita, bahwa kehidupan manusia memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan aspek ingatan, kenangan, atau yang sering disebut memory. Walaupun pada kenyataannya, saat seseorang meninggal, memory tentang dirinya-pun dalam waktu singkat akan segera berlalu dan dilupakan orang. Itulah salah satu alasan utama mengapa ada beberapa orang yang sudah sukses dalam hidupnya, dengan sengaja mematenkan atau membangun suatu bangunan tertentu sebagai suatu monumen untuk orang bisa tetap mengingat akan dirinya & keberhasilan-keberhasilannya

Tapi pada prinsipnya, ingatan/ memory akan seseorang sesungguhnya menyatakan jati diri, keberadaan & eksistensi dari orang yang bersangkutan selama ia ada di bumi ini. Ada beberapa orang yang meninggalkan legacy ingatan/ kenangan yang buruk tentang dirinya tapi tidak sedikit pula orang-orang yang meninggalkan ingatan, kenangan yang indah bahkan menginspirasi bagi banyak orang di bumi ini.

Pada hakekatnya, setiap orang memiliki tanggung jawab secara pribadi untuk menuliskan kenangan/ memory tentang dirinya di atas ‘kertas perjalanan hidup’ yang ia lalui dalam kehidupan sehari-harinya. Setiap keputusan yang ia ambil, setiap perkataan, tindak tanduk, respon serta reaksi yang ia tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah tulisan yang tidak akan bisa dihapus; kalaupun ada banyak kesalahan yang ia buat dalam hidupnya, ‘kenangan hitam’ tersebut hanya bisa ‘ia tutup’ dengan keputusan, ucapan, tindak tanduk, respon dan reaksi yang lebih akurat dan benar di sisa kehidupan yang masih ia miliki. Sehingga mungkin saja orang masih mengingat kesalahannya, tapi itu semua akan tertutup oleh kenangan indah yang ia tuliskan selanjutnya.

Oleh karena itu, mulailah mengisi memory yang kita miliki tentang diri kita, bangun memory yang menyenangkan bersama keluarga kita & pastikan ada banyak orang yang memiliki ingatan, dan kenangan yang menginspirasi tentang keberadaan kita.

Berikut ini adalah beberapa areal kehidupan yang harus kita bangun dengan sebaik mungkin demi tertulisnya rekam jejak dan reputasi yang indah juga benar dalam hidup ini :

1. Memory yang kita miliki tentang diri kita sendiri
Mulailah mengisi memory yang kita miliki tentang diri kita dengan hal-hal yang indah, menyenangkan, menginspirasi, menguatkan. Pendek kata, tulislah dengan berbagai hal yang positif. Ambillah keputusan untuk secara aktif memastikan imajinasi, pemikiran & gelora emosional yang kita rasakan selalu positif; belajarlah untuk melihat segala sesuatu yang kita alami dari sisi yang positif, yang Ilahi sehingga akan selalu muncul respon yang akurat. Bahkan berkaitan dengan peristiwa buruk yang pernah kita alami di masa lalu

Belajarlah untuk memetik hikmah atas setiap peristiwa yang pernah terjadi. Percuma saja meratapi apa yang pernah terjadi. Berbekal dari salah satu ingatan positif yang kita miliki, bangkitlah dari kekecewaan, keputusasaan/ kefrustasian yang selama ini membelenggu hidup kita dan mulailah melangkah -keep move on – karena lembah kekelaman dalam hidupmu akan segera berganti menjadi padang rumput yang hijau dengan aliran air tenang yang akan menyegarkan jiwamu kembali.

2. Memory yang kita bangun dalam keluarga
Keluarga selalu berbicara tentang ‘the extention of our life‘ – interaksi yang kita lakukan bersama dengan anggota keluarga kita yang lainnya; interaksi dengan pasangan hidup, anak-anak, keponakan, om/ tante, orang tua & mertua.

Meskipun dalam membangun interaksi dengan keluarga akan melibatkan banyak orang, tapi sadarilah bahwa memory yang akan kita bangun tentang diri kita dalam kehidupan setiap anggota keluarga yang ada sama sekali tidak ada kaitannya tentang mereka. Ini sepenuhnya bergantung pada diri kita sendiri yang berkaitan dengan keputusan-keputusan yang kita ambil, ucapan serta intonasi berbicara, dan tindak tanduk yang kita munculkan, juga berbagai reaksi dan respon yang kita lakukan.

Karena itu, pastikan kita terus menjalani kehidupan sehari-hari sebagai orang benar yang berakhlah mulia. Biarlah seluruh anggota keluarga kita melihat bagaimana kehidupan sehari-hari kita selalu dikuasai & dikendalikan oleh emosi positif dan sikap yang tepat.

Pastinya secara pribadi kita ingin dilihat oleh anggota keluarga saya sebagai seorang suami & ayah yang takut akan Tuhan, mencintai kebenaran, menginspirasi dan sekaligus menyenangkan. Oleh karena itu kita perlu terus menumbuhkan sense of humour dalam hidup saya. Pastikan kita menjadi orang yang memiliki pembawaan yang bisa menyenangkan orang lain. Oleh karena itu, kita perlu menggunakan imajinasi kita untuk membayangkan diri kita sendiri sebagai pribadi yang menyenangkan dan hangat.

3. Memory yang dimiliki oleh teman, lingkungan/ komunitas tentang diri kita

Ada pepatah yang berkata: ‘Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, sedang manusia mati meninggalkan nama baik.’

Dibutuhkan integritas, ketekunan & kekonsistenan dalam membangun nama baik/ reputasi. Tapi sesungguhnya itulah warisan paling berharga yang bisa kita berikan kepada anak-cucu kita. Teruslah memposisikan diri menjadi solusi bagi komunitas/ bangsa; jalanilah hidup kita sehari-hari terus selaras dengan hati nurani yang murni. Dengan demikian kita dapat menjadi teladan kehidupan yang layak diteladani sehingga muncul generasi yang lebih baik dan lebih unggul dari diri kita.

– Steven Agustinus –