Manado Jadi Kota Paling Toleran di Indonesia

manado kota paling toleran

Ditetapkannya Kota Manado sebagai kota paling toleran di Indonesia oleh Setara Institute membuat kaget Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut. Adapun kota paling tidak toleran diduduki DKI Jakarta.

Selaku pemimpin di Kota Manado, Vicky mengaku kaget dan tak menyangka Kota Manado berada di peringkat pertama kota paling toleran di Indonesia.

“Terus terang saja, saat mendapat kabar Kota Manado ditetapkan sebagai kota paling toleran di Indonesia, saya kaget. Karena selama ini tidak ada informasi kepada kami bahwa kota ini sedang dinilai. Tetapi, jika informasi ini benar, kita patut bersyukur, karena kita mampu menjaga keharmonisan dan kerukunan di antara seluruh warga Kota Manado yang berbeda suku, agama, dan ras,” kata Vicky kepada wartawan, Kamis (23/11/2017).

Dia menduga penilaian ini didasari penghargaan yang diberikan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) kepada Kota Manado beberapa waktu lalu sebagai kota rukun dan damai karena bisa menjaga kerukunan antarumat beragama. Meski demikian, kerukunan dan sikap hidup penuh toleransi di Kota Manado sudah ada sejak dulu.

“Nilai-nilai kerukunan dan toleransi di Kota Manado ini sudah ada sejak lama. Ketika saya jadi pemimpin di kota ini, saya terus menjaga, memelihara, dan merawat nilai-nilai kerukunan itu,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya penetapan Kota Manado sebagai kota paling toleran di Indonesia, semangat untuk terus menjaga sikap hidup toleran di tengah masyarakat Kota Manado yang majemuk dan heterogen ini semakin kuat.

“Rumah besar kita di Kota Manado ini harus terus kita jaga dan pelihara bersama. Wadah Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama atau BKSAUA dan didukung Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kota Manado itu juga sangat penting,” ucap Vicky.

Ia mencontohkan sikap hidup toleran masyarakat Kota Manado terlihat saat perayaan keagamaan. Seperti Natal, tahun baru, puasa Ramadan, Idul Fitri, dan sebagainya.

Seperti diketahui, dari hasil penilaian Setara Institute Jakarta, Kota Manado mendapat skor tertinggi dalam penilaian kota paling toleran di Indonesia dengan memperoleh nilai 5,90. Disusul Pematangsiantar, Salatiga, Singkawang, dan Tual pada lima besar.

Setara Institute juga memaparkan hasil kajian dan indeks terhadap 94 kota di Indonesia dalam hal isu praktik toleransi. Hasilnya, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan toleransi yang rendah.

“Dalam pemeringkatan Indeks Kota Toleran 2017, DKI turun dari peringkat 65 jadi ke 94 atau mendapat skor terendah, yakni 2,30 persen, dalam hal intoleransi dan politisasi identitas keagamaan di DKI menjelang, saat, dan setelah Pilkada 2017,” kata peneliti Setara Institute, Halili, di Bakoel Koffe, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).

Penskoran dalam studi ini menggunakan skala Likert dengan rentang nilai 1-7. Pembobotan skor dilakukan dengan kombinasi pengukuran melalui regulasi pemerintahan kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, dan demografi agama yang dilakukan dalam rentan waktu November 2016-Oktober 2017.

“Perubahan signifikan pada DKI adalah regulasi sosial ketika indikator pelanggaran kebebasan beragama dan beribadah (KBB) tercatat sedikitnya telah terjadi 24 peristiwa pelanggaran KBB dalam setahun terakhir. Yang artinya 25 persen pelanggaran mengisi scoring DKI Jakarta” jelas Halili.

Kota lain yang juga mendapat indeks terendah adalah Banda Aceh, Bogor, Cilegon, Depok, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar, Padang, dan Mataram.

Sumber : Detik.com