Home / SARA - SELALU ADA HARAPAN / Opini / Matang Dalam Menyikapi Pemilu

Matang Dalam Menyikapi Pemilu

IndonesiaOne.org – Suhu politik yang semakin panas membuat banyak orang meradang dan rela melakukan apa saja demi tercapainya tujuan. Berbohong, menipu, korupsi, dan saling menghujat merupakan pemberitaan sehari – hari yang ada di media sosial. Seperti layaknya medan pertempuran, semua yang terjadi bukanlah suatu peristiwa spontan tanpa rancangan. Karena bagaimana bisa meraih kemenangan tanpa strategi yang matang. Mustahil! Efek dan dampaknya pun telah diprediksi dan dipastikan mencapai sasaran yang tepat. Oleh karenanya sebagai netizen, marilah kita beranjak dewasa dan menilai segala yang terjadi dengan sikap yang sabar dalam menganalisa demi mempertahankan keutuhan berbangsa dan bernegara. Demokrasi harus dikedepankan, namun menjadi “crazy” jika melampaui batasan. Boleh berpendapat tapi membangun, bukan menghasut untuk membenci sekelompok orang tertentu. Sikap itulah yang akan membuat kita sadar, bahwa kawan politik suatu saat nanti bisa menjadi lawan. Begitupun sebaliknya. Jangan sampai karena mereka kita menjadi bermusuhan dan enggan membangun hubungan pertemanan.

Perbedaan dalam pilihan itu wajar. Tapi menjadi tidak wajar jika ujaran kebencian terus diperdengarkan. Karena pemilih tidak lagi memilih berdasarkan prestasi dan rekam jejak, tapi disebabkan oleh “like or dislike“. Ini ibarat idola dalam dunia hiburan yang tidak bisa tergantikan dan selalu dibela walaupun banyak hal buruk yang dilakukan. Banyak orang yang memilih capres nomor 1 karena memang suka dengan orangnya. Begitupun yang memilih no 2, karena suka dengan kepribadiannya. Sehebat apapun kita mempengaruhi, berdebat, dan mengajak mereka berpindah ke nomor 1 ataupun 2, hal itu ibarat menyuruh mereka berpindah dari pemuja Slank (Slanker) beralih ke Boyband, begitupun sebaliknya! Sulit tentunya, karena ini masalah selera saja. Ya begitulah kondisi pendukung fanatik! Jadi percayalah, perdebatan tidak akan mempengaruhi pilihan!! Apalagi cacian, sudah pasti memutuskan tali persaudaraan!!

Jadi, marilah kita memilih dengan sikap yang matang. Siapapun capres dan cawapres idola kita, mereka adalah orang terbaik pilihan kita. Siapa yang akan duduk di istana nantinya ditentukan oleh pemungutan suara. Suara rakyat yang terbanyak dialah orang yang tepat memimpin Indonesia!! Berhentilah saling menjelekkan, karena siapa yang menabur dia akan menuai hasilnya. Taburlah kebaikan, maka segala hal yang baik akan datang dalam diri kita. Mulut kita mungkin diam seribu bahasa, tapi jari kita aktif mengetik jutaan kata. Tulislah kedamaian dari hatimu, dan penuhilah media sosial dengan ketentraman dari jiwamu! Yang menentukan nasibmu bukanlah presiden, tapi Tuhan yang berdaulat atas presiden! Jika hatimu benar, maka Tuhan pun menyertaimu! Dan apa saja yang kamu lakukan dibuat Tuhan berhasil!

Check Also

Penyebar Isu Provokatif Kebangkitan PKI Ditangkap Kepolisian

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan mengungkap sindikat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *