Melihat Toleransi Beragama di Israel Saat Ramadan

424
melihat toleran beragama di israel saat ramadan

IndonesiaOne.org – Toleransi umat beragama merupakan sifat yang sangat diperlukan untuk suatu bangsa majemuk. Hal tersebut akan membuat suasana sosial bermasyarakat semakin sejuk. Seperti halnya yang terjadi di Israel. Michael Ayoub, seorang pria Nasrani, mengambil sikap dan keputusan untuk terus menjaga toleransi dengan cara membangunkan masyarakat setempat untuk sahur.

Ternyata bangun di pagi hari ketika ramadan sudah dilakukan oleh Ayoub selama 14 tahun. Meski beragama Nasrani, Ayoub sangat senang melakukan kegiatan tersebut.

Orang yang membangunkan sahur menggunakan rebana, biasa disebut sebagai ‘Mesaharaty’ di Israel. Mesaharaty, atau pemanggil malam, adalah tradisi di negara-negara Arab di mana seseorang berkeliling desa atau kota dengan berjalan, membangunan orang untuk sahur sambil memukul alat musik perkusi seperti rebana.

ayoubi 4

Ayoubi menerangkan, sewaktu ia kecil ada cukup banyak para Mesaharaty di negaranya. Suasana pun sangat damai dan tenteram. Namun perlahan tradisi tersebut mulai luntur dan lenyap. Namun Ayoub bertekad untuk mengembalikan nostalgia kedamaian Ramadan seperti masa kecilnya, Ayoub memutuskan menjadi Mesaharaty. Kegiatan tersebut berakhir saat waktu mendekati imsak sekitar pukul 04.00 pagi.

Dilansir Al Arabiya, Kamis (8/6/2017), Ayoub bangun jam 1 pagi setiap harinya selama ramadan. Ia berkeliling kampung dekat Kota Acre atau Akka di Israel untuk membangunkan orang sahur dengan rebana.