Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / Inspirasi / Mengampuni Adalah Keputusan

Mengampuni Adalah Keputusan

Dalam hidup ini, ada kalanya kita merasakan langkah kaki kita sangat ringan, tapi ada juga masa dimana perjalanan kita terasa sangat berat, hal itu seringkali karena kita berjalan membawa banyak sekali beban yang berat mengikuti kita…

Salah satu beban terberat dalam hidup adalah sakit hati atau konflik yang mengendap di dalam diri kita. Ilmu medis telah membuktikan bahwa hati yang murung dan berduka menimbulkan berbagai keluhan dan sakit penyakit dalam tubuh manusia.

Bumi ini dipenuhi dengan jutaan orang dengan jutaan kepribadian, watak, dan tingkah yang berbeda-beda. Pasti akan selalu ada orang yang menjengkelkan, menyakiti kita, menghina dan menginjak-injak harga diri kita.

Repotnya adalah, jika orang tersebut adalah seseorang yang dekat dengan kita, rekan kerja atau sahabat baik kita, keluarga yang kita kasihi, atau pasangan yang kita cintai. Perlakuannya yang menyakitkan akan dengan mudah menggores hati kita, membuat kita sangat sedih dan berduka.

 “Kesalahan dia terlalu berat untuk dimaafkan..”.

“Kamu gatau betapa sakitnya hatiku dibuatnya..”

“Dimaafkan pun nanti dia akan mengulanginya lagi..”

“Keenakan dong diampuni, nanti dia seenaknya meremehkan aku..”

Itulah suara-suara yang seringkali muncul saat kita sulit memaafkan orang lain, diakibatkan karena Trauma, Luka batin, ataupun kebiasaan sulit mengampuni yang kita bawa dari keluarga kita.

Padahal sesungguhnya, saat kita tidak mengampuni dan menyimpan dendam pada orang lain, orang yang paling dirugikan adalah diri kita sendiri. Ada berbagai dampak negatif yang datang pada fisik dan jiwa kita. Hidup kita dikontrol oleh perangkap kebencian yang merusak hidup kita. Ibarat ada berbagai batu kerikil di dalam sepatu, yang membuat kita kesakitan setiap kali kita melangkah.

Igatlah prinsip ini : Mengampuni tidaklah sulit, karena mengampuni adalah sebuah keputusan.

Kita dapat melepaskan pengampunan, sebagaimana kita mengampuni masa lalu dan kesalahan yang kita sendiri perbuat. Mengampuni bukan berarti kita mengabaikan,cuek, dan berkompromi pada kesalahan orang tersebut, namun kita mengambil keputusan untuk mengasihi orang itu dan tidak membiarkan diri kita terperangkap dalam perangkap kebencian.

Berikut ini adalah beberapa Tips dari Indonesiaone tentang mengampuni :

  1. Ingatlah kebaikan Tuhan pada kita.

Pernahkah kita mengingat betapa baiknya Sang-Pencipta pada hidup kita. Meskipun beribu kesalahan kita di hadapan-Nya, toh dia tetap memberikan kita nafas, menerbitkan Matahari dan menurunkan hujan untuk ciptaan-Nya.

Orang yang mengasihi pencipta-Nya akan dengan mudah mengasihi dan mencintai sesamanya. Tuhan yang maha pengampun akan mencurahkan kasih-Nya untuk kita juga dapat dengan mudah mengampuni orang lain.

  1. bersikap baik pada “mereka”, dan berkatilah “mereka”.

Bersikap baik pada orang yang baik pada kita memang mudah, tapi untuk bersikap baik pada orang yang menyakiti kita adalah sebuah tantangan tersendiri.

Saat kita melakukan kebaikan pada orang yang menyakiti kita dengan tulus dan ikhlas, maka sesungguhnya kita sedang membuka pintu berkah pada diri kita sendiri, sekaligus membuka pintu kesempatan bagi orang tersebut tersadarkan dan memperbaiki kesalahannya.

  1. Berdoalah bagi “mereka”

Sewaktu kita menyumpah dan mengutuki orang yang menyakiti kita, hal itu justru akan menjadi bumerang bagi hidup kita.

Sebaliknya, saat kita mendoakan yang terbaik untuk mereka, justru kedamaianlah yang menguasai hati kita.

Karenanya, ambilah keputusan untuk mengampuni. Hal itu akan mengusir semua badai dan konflik dalam hati kita, membuat kita menjadi pribadi yang bebas dan merdeka..

Check Also

Lampaui Target Emas, Indonesia Cetak Sejarah di Asian Para Games 2018

Indonesia berhasil melewati raihan 16 emas yang dijadikan target Asian Para Games 2018. Total emas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *