Mengampuni Itu Semudah Membalikkan Telapak Tangan

489
mengampuni semudah membalikkan telapak tangan

IndonesiaOne.org – Pasti anda kesal dan sebel membaca judul diatas. Apalagi jika anda ada diposisi sebagai orang yang tersakiti, dizolimi, dan dilukai, serta memiliki rasa trauma tertentu. Karena pada faktanya, mengampuni bagi anda seperti ‘memindahkan gunung’ besar yang mustahil untuk dilakukan. Anda pasti mengusap – ngusap dada sambil mengkerutkan dahi dan mengenang peristiwa tersakitinya anda dan wajah dari orang yang menyakiti, sambil berkata ; EMANG GAMPANG MENGAMPUNI !!

Begitulah kita manusia yang sulit mengampuni. Berbeda dengan Tuhan yang maha pengampun. Sebesar apapun kesalahan kita, ketika kita mohon ampun Tuhan pasti mengampuni dan memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan melakukan apa yang benar. Seharusnya, sebagai ciptaanNya sudah sewajarnya sifat ilahi itu juga ada pada manusia. Tapi “entah mengapa”, seolah sifat tersebut hilang. Manusia bisa saling dendam, dengki, kecewa, dan bahkan membunuh demi membalas dendam.

Lalu bagaimana caranya manusia bisa mengampuni seperti membalikkan telapak tangan?

  1. Ingat saja kebaikan dan kasih Tuhan terhadap kita.

Tidak ada cara lain selain kasih ilahi memenuhi batin kita. Kita tidak mungkin mengampuni jika kita tidak punya kasih yang daripada Tuhan. Jadi, semakin kita dekat dengan Tuhan otomatis semakin mudah mengampuni dan bersabar terhadap orang – orang yang mungkin sangat berpotensi menyakiti kehidupan kita. Karena mengampuni sesungguhnya bukanlah kekuatan kita. Mengampuni itu kodrat ilahi yang diberikan kepada manusia. Jika kita merasa sulit mengampuni, mintalah kepadaNya. Maka Ia akan senantiasa memberikan kemampuan kepada kita untuk mengampuni. Prinsipnya, saat kita mau mengampuni maka ada kekuatan ilahi yang akan memampukan kita. Dan ingat saja, ada berapa juta kesalahan yang kita buat kepada Tuhan. Jika Tuhan mengampuni kita, mengapa kita bersih kuat untuk tidak mengampuni orang lain?

  1. Ingat saja bahwa kita pun bukanlah manusia sempurna.

Sifat buruk manusia adalah selalu melihat kelemahan dan kekurangan sesamanya. Sedangkan kelebihan dan kebaikan dari sesamanya sangatlah mudah dilupakan karena satu kesalahan. Mengerikan memang, tapi itulah kenyataannya. Oleh karena itu kita harus mulai melatih diri kita untuk bisa melihat berbagai kebaikan – kebaikan dari orang – orang yang selama ini kita benci atau kesali. Karena belum tentu mereka bermaksud menyakiti hati kita. Sangat besar kemungkinan mereka ternyata adalah orang – orang yang selama ini sangat mengasihi diri kita. Menjadi tidak baik disebabkan karena pikiran kita yang selalu negatif. Jadi ada bagusnya jikalau kita terlebih dahulu mengintrospeksi diri kita sebelum melihat kelemahan orang lain. Dan mulailah membiasakan diri untuk melihat kelebihan orang lain. Dengan demikian perasaan negatif kita akan “ternetralisir” oleh pola pikir yang telah alami perubahan dan berbagai kebaikan orang yang selama ini kita anggap sangat menyebalkan dan telah mengecewakan. Ingatlah, kita bukan manusia sempurna. Dan semua orang sedang dalam proses. Jadi, sangat besar kemungkinan kita pun mengecewakan orang lain. Jika Tuhan dan orang lain dapat dengan mudah mengampuni dan bahkan “memaklumi” kesalahan dan sifat menyebalkan yang selama ini kita miliki, mengapa kita justru sulit mengampuni orang lain?

  1. Ingat saja, sikap yang tidak mau mengampuni justru akan menyiksa diri sendiri dan membuat diri kita tidak pernah bahagia.

Sehebat apapun kita berperan atau “berakting” seolah hidup ini bahagia, dan seberapa banyak pun kekayaan yang kita miliki, jika kita masih menyimpan kecewa, dendam, dan tidak mau mengampuni, maka sesungguhnya kita sedang tidak bahagia. Jujurlah pada diri sendiri. Rasa pahit di hati dan kondisi jiwa yang terganggu akan senantiasa membayang – bayangi kehidupan kita jika hati menyimpan dendam. Belum lagi jika mengingat peristiwa ketika dilukai. Emosi negatif akan langsung bermunculan. Kesehatan kita pun sangatlah berpengaruh. Raut wajah kita akan bertambah tua dan sakit penyakit akan berdatangan. Karena hati yang pahit adalah sumber penyakit bagi tubuh. Sedangkan hati yang gembira adalah obat bagi jiwa dan tubuh.

Pilihan ada ditangan kita. Jika kita mau mengampuni maka akan diberikan kemampuan ilahi oleh Tuhan dan kehidupan yang bahagia. Tapi jika tidak mau, maka hidup kita akan menjadi pribadi yang sangat mengganggu kehidupan banyak orang (dimana ada kita pasti akan ada masalah) dan tentunya membuat kita sendiri tidak bahagia dalam menjalani hidup ini.

KETAHUILAH, MENGAMPUNI SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN JIKA KITA MAU MENGAMPUNI !!