Mengapa Manusia Bisa Lupa ?

29-Lupa

Indonesiaone.org – Semua orang rasanya pernah mengalami yang namanya “lupa”, entah kenapa ingatan tentang hal yang satu itu seperti tidak mau keluar di kepala kita, padahal kita tahu bahwa kita pernah mengingatnya.

Pada dasarnya, “lupa” terjadi saat kita gagal memanggil kembali memori yang pernah kita simpan sebelumnya. Nah, ternyata memori manusia itu memiliki cara kerjanya sendiri lho..

Memori adalah aneka informasi yang kita simpan di dalam otak (seperti file) yang dapat diambil dan diingat kembali. Informasi ini tersimpan dalam bentuk kumpulan sensasi yang dirasakan oleh indera kita sehari-hari. Jika sesuatu hal atau kejadian kita anggap berkesan, maka informasi yang terpilih ini akan disimpan di otak sebagai memori jangka pendek.

Memori jangka pendek yang terus diulang-ulang ( diingat, diceritakan kembali ) maka memori tersebut bakal ter”upgrade” menjadi memori jangka panjang yang dapat kita pangggil kembali di kemudian hari. Sayangnya, terkadang memori ini tidak selalu muncul saat dipanggil, padahal kita sedang butuh-butuhnya..!! Apa sebabnya ?

Secara psikologis, ada beberapa alasan ilmiah kenapa manusia dapat lupa atau suatu memori tidak muncul saat dipanggil :

  • Kita jarang memanggil memori yang satu itu.
  • Ada memori lain yang serupa yang lebih berkesan untuk diri kita.
  • Kekurangan petunjuk (missing link) untuk memanggil si memori
  • Memori tersebut terlalu traumatis untuk kita ingat.
  • Memori tersebut sengaja kita lupakan dengan bermacam alasan yang beragam.

Selain faktor psikologis, ada juga faktor lainnya seseorang mengalami lupa atau bahkan hilang ingatan. Ilmu medis menjelaskan bahwa memori manusia berhubungan erat dengan jaringan neuron yang ada di otak manusia. Jika kepala seseorang mengalami benturan yang kuat, berpotensi menyebabkan lumpuhnya ingatan dan hilangnya beberapa memori di dalam otaknya.

Namun menariknya, walaupun manusia bisa saja ‘lupa’, tapi justru sering mengingat peristiwa buruk dan traumatis yang pernah dialami. Khususnya peristiwa disakiti atau dilukai oleh orang lain. Hal itu disebabkan peristiwa dan ucapan orang tersebut sangat menyakitkan, sehingga langsung terekam di alam sadar dan juga alam bawah sadar. Hal inilah yang seringkali membuat banyak  orang alami gangguan emosi, bahkan gangguan kesehatan dan alami gangguan daya ingat terhadap hal – hal yang baik dan menyenangkan.

BACA JUGA :

Mengampuni Itu Semudah Membalikkan Telapak Tangan

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Memilih Untuk Tidak MEMBENCI Seseorang