Home / BICARA - BINCANGAN RAKYAT / Misterius / Mengerikan! Eksperimen Senjata Biologis Paling Brutal di Jepang

Mengerikan! Eksperimen Senjata Biologis Paling Brutal di Jepang

Peradaban manusia memiliki banyak sejarah kelam seperti perang dunia ke I dan II yang menelan korban jutaan jiwa. Namun, korban jiwa tidak hanya berjatuhan di medan perang saja, tetapi juga di berbagai laboratorium militer yang memiliki berbagai eksperimen yang BRUTAL dan DI LUAR NALAR manusia.

Sebagian dari kita mungkin akan langsung mengingat Kamp konsentrasi di Auschwitz, Polandia yang didirikan di bawah diktator kejam Jerman, Adolf Hitler. Eksperimen yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan dilakukan di kamp ini.

Ternyata Jerman bukan satu-satunya negara yang memiliki eksperimen-eksperimen keji seperti itu, pada masa perang dunia ke-II berjalan, Jepang banyak sekali melakukan kejahatan dalam perang, salah satunya adalah penggunaan manusia sebagai kelinci percobaan. Jepang membangun sebuah laboratorium yang dinamai Unit 731 di Harbin, Machuria, Tiongkok atas perintah rahasia Kaisar Jepang, Hirohito pada tahun 1936 untuk menguji senjata yang dibuat. Mirisnya, penduduk Tiongkok dan Rusia yang pada saat itu ditangkap justru dijadikan kelinci percobaan.

Perlu sobat indonesiaone ketahui, bahwa unit ini memakai nama yang disamarkan  dengan nama unit perjernihan air. Tujuan dari Unit 731 ini adalah untuk mengadakan penelitian dan pengembangan teknologi senjata Biologi dan Kimia. unit ini dipimpin oleh Letnan Jenderal Dr. Ishii Shiro, seorang doktor mikrobiologi yang memperdalam senjata Biologi dan Kimia (Biological and Chemical Warfare). Reputasi buruk Ishii Shiro dapat disetarakan dengan Dr. Josef Mengele dari Nazi Jerman yang sering dijuluki Angel of Death.

Hal – hal mengerikan seperti pembedahan mahluk hidup (Vivisection) tanpa anestesi (penahan rasa sakit) dianggap sebagai hal yang biasa. Bayangkan ! Operasi tanpa obat bius.

Para ilmuwan sering melakukan operasi invasif pada tahanan, mengambil salah satu organ untuk mempelajari efek penyakit dari tubuh manusia. Celakanya hal ini dilakukan sementara sang korban masih dalam keadaan hidup karna para ilmuwan khawatir dengan proses dekomposisi yang akan mempengaruhi hasil.

Pria, Wanita, anak – anak / bayi dan bahkan tidak jarang wanita hamil, bahkan janinnya pun juga ikut dalam list penelitian mereka. Beberapa percobaan brutal mereka antara lain ialah:

1. Eksperimen dengan organ tubuh dan pembuluh darah.

Berbagai eksperimen mengerikan seperti darah binatang yang disuntikkan kedalam pembuluh darah korban. Tahanan dimasukkan kedalam ruangan bertekanan tinggi hingga organ tubuhnya pecah. Tubuh korban dibekukan (frostbite) untuk menguji ketahanan dan reaksi tubuh terhadap suhu rendah. Beberapa tahanan diberikan sinar radiasi X-ray pada hatinya yang berdosis tinggi dan mematikan. Udara dijeksikan kedalam pembuluh darah untuk membuat simulasi serangan jantung (stroke) serta eksperimen-eksperimen horor lainnya.

2. Percobaan senjata asli ke tubuh manusia.

Eksperimen gila dengan persenjataan perang (weapon testing) seperti, alat penyembur api (flame thrower) yang disemburkan ke tubuh korban, meledakkan granat terhadap tubuh korban dengan jarak dan posisi yang berbeda, dimana korban diikat terlebih dahulu disebuah tiang atau tubuh korban disiram dan ditest dengan bahan-bahan kimia yang mematikan, semuanya dalam rangka eksperimen tubuh manusia terhadap senjata biologi dan kimia.

Unit 731 Kejam

3. Menciptakan virus dan senjata biologi mematikan.

Salah satu fungsi dari Unit 731 adalah untuk membuat obat yang bisa menyembuhkan penyakit tertentu. Selain itu Jepang juga mengembangkan senjata biologinya di tempat ini. Tahanan yang awalnya sehat harus rela diinfeksi dengan menggunakan beberapa virus. Salah satu yang mengerikan adalah virus sifilis. Pria dan wanita akan diberi virus itu (kadang yang wanita diharuskan mendapat kekerasan seksual dari penjaga) untuk melihat reaksi virusnya. Peneliti melihat sampai kapan tubuh akan bertahan hingga kematian datang.

Selain sifilis mereka juga menginfeksi mereka dengan virus seperti kolera dan antraks. Semua orang yang terinfeksi akan dimasukkan ke dalam ruangan terisolasi tanpa diberi obat. Beberapa orang yang terinfeksi dengan parah akan diambil lalu dibedah hidup-hidup untuk dipelajari organ dalamnya. Salah satu eksperimen yang dilakukan di sini nantinya akan disebarkan ke Indonesia (virus tetanus), untungnya percobaan tersebut gagal.

4. Eksperimen pada janin dan kehamilan.

Salah satu eksperimen paling keji dan brutal adalah eksperimen pembuahan pada tubuh manusia. Para wanita yang ada di dalam tahanan dipaksa untuk hamil. Mereka akan diperlakukan secara amoral oleh para penjaga hingga hamil. Setelah hamil wanita ini akan diinfeksi dengan beberapa virus berbahaya seperti sifilis dan antraks.

Percobaan ini ingin membuktikan apakah bayi dalam kandungan bisa bertahan dari infeksi virus. Para peneliti penasaran dengan daya tahan tubuh setiap wanita dalam mempertahankan bayi yang ada di dalam kandungannya. Saat bayi lahir dengan selamat, mereka juga akan langsung dibedah untuk melihat organ dalamnya apakah normal atau tidak.

Alasan Jepang memunculkan eksperimen kejam ini.

Alasan utama kebrutalan Jepang ini dikarenakan oleh jumlah personil militer Jepang yang sedikit namun harus mengontrol wilayah jajahan yang luas. Tindakan brutal seringkali dilakukan agar negara jajahannya takut dan enggan melakukan perlawanan. Namun aksi brutal itu dirasa tidak cukup karena hanya mampu memberikan efek jera dalam jangka pendek.

Maka untuk menghemat tenaga dan mengelola wilayah jajahan dalam jangka panjang secara efektif, munculah pemikiran ekstrem dari sejumlah tokoh militer Jepang. Sumber daya manusia yang terbatas harus digantikan dengan senjata yang sangat efektif untuk membunuh musuh, yaitu senjata biologi dan kimia.

Sebagai seorang dokter pendiam yang gemar meneliti organ tubuh  manusia sekaligus perkembangan kuman, Shiro yang kerap membayangkan bereksperimen dengan manusia hidup merasa menemukan jalan terang. Maka tidak merupakan hal aneh, Shiro yang lulus dari Kyoto University pada tahun 1920 itu ,memanfaatkan betul peluangnya sewaktu  mendapat tawaran dari  Angkatan Darat Jepang untuk mengembangkan kemampuan ilmunya.

Militer Jepang saat itu sudah bangkit kembali dan sedang bersemangat untuk menguasai negara tetangga, China dan negara-negara di wilayah Asia Timur. Demi kepentingan militer Jepang dan sekaligus melaksanakan misi mata-mata, Shiro kemudian diberi kesempatan untuk ke Eropa dan Amerika Serikat. Tujuan utama Shiro dan timnya adalah mempelajari program pembuatan senjata biologi yang sedang dikembangkan AS khususnya cara membuat hujan beracun, hujan kuning. Sekembalinya dari Eopa dan AS, misi Shiro dan timnya  yang dinilai sukses oleh militer Jepang tidak hanya membuat pangkatnya naik menjadi Mayor, tapi Shiro juga diberi keleluasaan untuk segera membangun industri senjata biologi. Yang ternyata dinilai positif oleh tentara militer jepang pada saat itu. Dengan cara mengesampingkan HAM.

Nah, sobat Indonesiaone tidak terbayang ya, begitu kejinya manusia menggunakan otak dan kecerdasannya untuk menyiksa dan menghilangkan nyawa sesamanya. Secerdas apapun seorang manusia, jika tidak dibarengi dengan akhlak dan karakter yang mulia, maka hasilnya adalah kejahatan yang menghancurkan dirinya sendiri bahkan membawa kehancuran bagi sesamanya manusia.

Biarlah sejarah kelam peradaban manusia tersebut betul-betul terkubur dan tidak akan pernah terjadi kembali.

Penulis : Ashley

http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1977-eksperimen-medis-unit-731-jepang-di-tiongkok-pada-perang-dunia-ii

5 Fakta Mengerikan Unit 731, Laboratorium Jepang Pembantai Manusia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *