Mengerikan !! Wahana Permainan Merenggut Nyawa !!

Mengerikan Wahana Permainan Merenggut Nyawa

IndonesiaOne.org – Siapa yang tidak senang jika bermain di wahana permainan yang menyediakan mesin – mesin permainan yang sangat seru. Sebut saja Roller Coaster atau biasa yang kita sebut dengan Halilintar, dan berbagai macam permainan lalinnya yang sangat memicu adrenalin. Tentunya untuk menaiki permainan yang “menyeramkan” para pengguna haruslah mengikuti prosedur. Tinggi badan harus diatas 150 CM dan tidak ada riwayat penyakit jantung.

Namun prosedur keselamatan tidak hanya dari pengguna. Melainkan juga dari pengelola wahana yang harus memperhatikan kondisi mesin, kondisi sabuk, maupun kondisi rangka, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan wahana permainan. Jika tidak ada perawatan yang berkesinambungan dan kondisi mesin serta rangka yang diperbaharui, maka wahana tidak layak untuk dinaiki.

Seperti halnya yang terjadi pada wahana yang ada di berbagai belahan dunia. Ternyata ada juga yang tidak dirawat dan mengakibatkan banyak kematian yang cukup menyeramkan seperti yang ada di video bawah ini :

Ada baiknya sebelum menaiki suatu permainan kita mengadakan pengecekan terlebih dahulu. Berikut adalah tips – tips untuk memastikan wahana yang anda naiki aman :

  1. Perhatikan rangka – rangka pada permainan. Jika anda melihat sudah berkarat dan rapuh maka sebaiknya anda berpikir berulang kali untuk menaiki wahana tersebut.
  1. Perhatikan sabuk pengaman yang ada. Tariklah sekencang – kencangnya dari kusri anda untuk menguji kekuatan sabuk. Dan pastikan tidak ada sabuk yang sudah ingin putus ataupun tidak tersambung pada kursi permainan.
  1. Jangan ragu untuk menanyakan pada petugas usia dari wahana yang ada.

Jangan malu untuk bertanya. Tidak ada salahnya kita mengetahui dari petugas. Jika wahana sudah berusia puluhan tahun dan dalam kondisi yang memprihatinkan, lakukanlah pertimbangan ulang untuk menaikinya.

Tentunya kita ingin bersenang – senang saat menaiki wahana. Namun jangan sampai kecelakaanlah yang kita alami karena keteledoran dalam melakukan pengecekan.