Musuh Terbesar Dari Permasalahan Manusia !!


IndonesiaOne.org – Mengapa setiap manusia sepertinya selalu berada dalam zona masalahnya dan seakan-akan hanya berkutat di masalah yang sama ?? Sebenarnya siapakah yang harus disalahkan ?? Masalah itu, orang lain atau justru diri kita sendiri ??

Inilah yang harus kita sadari bahwa :

Musuh Terbesar Dari Permasalahan Manusia Adalah sikap ‘HATI yang Keras’ atau Tidak Mau Berubah !!

Respon yang tepat dalam menyikapi suatu masalah hidup yang sedang kamu alami sangatlah menentukan cepat dan lambatnya penyelesaian permasalahan yang sedang kamu hadapi. Jika kamu salah memberikan respon atas masalah yang sedang kamu hadapi maka mau tidak mau masalah itu akan semakin membebani hidupmu dan bahkan akan muncul banyak masalah yang baru.

Saat kamu lebih memilih respon yang salah yakni mengeraskan hati dan tidak mau mengoreksi diri untuk berubah, maka kamu akan :

1.  Menyalahkan situasi

Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupmu akan selalu menjadi target kekesalan dan kekecewaanmu. Bahkan orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut juga akan selalu jadikan sebagai kambing hitam. Kamu selalu menganggap diri paling benar dari yang lainnya sehingga kamu tidak mau disalahkan atas peristiwa buruk yang terjadi dalam dirimu.

2.  Berkeluh kesah dan mengomel

Kamu akan cenderung untuk terus berkeluh kesah dan mengomel karena hatimu dipenuhi dengan berbagai emosi yang negatif.

3.  Lari dari permasalahan

Kamu akan merasa tidak kuat atau menyerah dari setiap masalah hidup yang sedang kamu hadapi. Dan kamu berpikir bahwa tidak ada cara lain selain lari dari masalah itu. Karena ini merupakan jalan yang paling efisien dan tercepat yang bisa kamu lakukan. Namun percayalah, jika kamu ingin kabur dari permasalahan dengan cara tersebut maka kamu akan mendapati masalah-masalah yang baru meski ditempat serta orang yang berbeda. Inilah alasan mengapa masalah demi masalah datang secara bertubi-tubi dalam dirimu. Karena sesungguhnya kamu belum menyelesaikan masalahmu yang sebelumnya.

4.  Bahkan menyalahkan dan meninggalkan Yang Maha Kuasa

Saat kamu sudah kehabisan alasan untuk menyalahkan peristiwa atau orang lain. Maka kamu akan mulai menumpahkan amarah serta kecewamu kepada Sang Pencipta. Karena kamu merasa tidak mendapatkan keadilan dari Tuhan atas setiap permasalahan hidup yang kamu alami. Dan pada akhirnya kefrustasianmu berujung pada tindakan meninggalkan persekutuan kerohaninmu pada Sang Pencipta.

Maka dari itu sikap hati dan responmu sangat menentukan cepat atau lambatnya masalah hidup yang sedang kamu hadapi.

(so)

+ There are no comments

Add yours