Oplet “Si Doel”, dulu beli di kandang ayam sekarang ditawar 1 Miliar

Oplet Doel

‘Anak betawi, ketinggalan jaman…katenye’…

Lirik tersebut akrab di telinga pecinta serial “Si Doel Anak Sekolahan”. Sinetron tersebut hadir di era 1990-an dengan tema cerita kehidupan seorang anak betawi bernama Doel (Rano Karno) yang mengejar cita-citanya menjadi “Tukang Insinyur”. Cerita si Doel juga berkembang ke masalah perjodohan dan cinta segitiga antara Doel, Zaenab , dan Sarah.

Sinetron ini memiliki tempat tersendiri di hati pemirsa, dan menjadi tontonan favorit dan terus diputar berulang-ulang. Para pemeran dalam sinetron ini juga tidak main-main. Ada nama besar seperti almarhum H.Benyamin S, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Mandra, hingga Basuki yang hadir dengan setiap karakter yang unik dan memikat.

Kesederhanaan dialog dan cerita menjadi daya tarik utama dari sinetron ini, membuat penonton seakan sangat dekat dengan keseharian yang ditampilkan di setiap adegan. Sinetron ini juga menggambarkan dengan baik keadaan Ibukota era 1980-an akhir hingga 1990-an, dimana kota Jakarta mulai memberlakukan pelarangan moda transportasi khas yang bernama Oplet.

Ada banyak cerita soal asal nama Oplet sendiri, seperti Opel Let (Opel Kecil) hingga Ostin (Diambil dari nama mobil Austin). Oplet sebenarnya sudah mulai ‘punah’ sejak pelarangan yang dilakukan Gub. DKI Jakarta Pranolo pada tahun 1979. Namun kembali dihadirkan dalam sinetron tersebut sebagai mata pencaharian Doel dan keluarganya.

Berkat Oplet biru dan tua tersebut, Doel berhasil menjadi Tukang Insinyur dan membuat bangga Babeh hingga berlari-lari keliling kampung. Pertemuan dengan Sarah, hingga banyak kejadian lainnya terjadi berkat Oplet tersebut. Hal itupun membuat banyak fans yang ingin memiliki Oplet tua itu.

“Oplet tahun 1957, ditawar katanya mau 1 miliar. Nggak mau gue jual pokoknya. Udah lama ditawarnya, hampir setahun dua tahun. Yang nawar juga orangtua, bukan anak muda, umur 70 tahunan dah,” terang Rano Karno.

Ia pun menjelaskan asal usul mobil tersebut yang dibelinya tanpa surat-surat lengkap karena hanya untuk sekedar properti syuting.

“Tapi jujur saya bilang ini Oplet kan nggak ada surat-surat, orang kita beli di kandang ayam, cuma untuk kebutuhan film kan. Tapi orang itu mau, ‘Nggak apa-apa yang penting bekas Si Doel’. Tapi gue bilang jangan deh masih mau gue pake lagi,” tutur Rano.

Saat ini Rano sedang menyiapkan film “Si Doel Anak Sekolahan” yang menjadi kelanjutan dari sinetron lawas tersebut.