Home / BERANI - BERTEKAD dan NIAT / Pengaruh Gawai Dalam Hidup Kita

Pengaruh Gawai Dalam Hidup Kita

Gawai: bisa dikatakan lebih dari sekadar kumpulan kepingan yang terbuat dari plastik atau metal bukan? Sepuluh tahun lalu telepon hanya berfungsi untuk menelepon, tidak ada yang namanya tablet, PC juga hanya untuk mengirim email. Tetapi zaman telah berubah sekarang. Telepon genggam sekarang telah mengubah ruang lingkup teknologi portabel (genggam). Sekarang, telepon genggam tidak hanya digunakan untuk menelepon saja. Tablet juga sedang dirancang untuk menggantikan laptop. Di mana-mana kita dikelilingi oleh gawai. Tapi apakah pernah terpikir oleh kamu, seberapa jauh dampak gawai bagi kehidupan kita? Memang perlu diakui gawai memberikan banyak kemudahan dalam banyak hal namun penggunaan yang berlebihan bisa membawa dampak buruk dalam berbagai aspek lebih dari yang kita pikirkan.  Mari kita lihat sejenak beberapa masalah yang disebabkan oleh gawai jika digunakan secara berlebihan.

Obesitas (Kegemukan)

Ada perbedaan antara bermain sepakbola di gawai dengan bermain sungguhan di lapangan. Penggunaan gawai yang berlebihan akan selalu mengurangi aktivitas fisik. Tidak adanya aktivitas fisik dan terus-menerus bekerja di depan laptop mengakibatkan obesitas. Lebih jauh, obesitas merupakan pintu masuk bagi beberapa penyakit kronis tertentu termasuk penyakit jantung. Selain itu, orang terutama anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk gawai daripada keluar dan bermain bersama teman-teman mereka. Benar bahwa hidup menjadi jauh lebih mudah sejak awal gawai muncul seperti telepon genggam, TV, laptop tetapi gawai juga bisa membuat seseorang menjadi malas. Contoh yang paling baik adalah e-commerce. Semua orang ingin belanja online sambil duduk di dalam kamar mereka. Tentu saja hal ini bisa menghemat waktu dan energi tetapi bagaimana dengan berkurangnya aktivitas fisik dari tubuh kita?

Depresi

Mendefinisikan dalam sebuah kalimat, depresi adalah berkurangnya minat terhadap sesuatu. Penggunaan gawai secara berlebihan dapat mengakibatkan depresi. Perasaan negatif yang berlebihan, emosi negatif, kurangnya komunikasi merupakan gejala-gejala depresi. Jadi cobalah pikir, jika gawai membuat komunikasi menjadi lebih mudah bagaimana bisa gawai mengakibatkan depresi? Komunikasi yang dimaksud di sini adalah komunikasi tatap muka. Dengan penggunaan gawai secara konstan, seseorang bisa kehilangan jejak sekeliling mereka; kamu akan tidak punya minat terhadap apa yang terjadi di sekeliling sebab kamu tercemari dengan teknologi. Berapa kali kita melihat orang terpaku dengan gawai sementara mereka sedang bersama teman-teman mereka. Bukan hanya teman, bahkan hubungan keluarga bisa jadi korban dari masalah ini.

Ketidakteraturan Pola Tidur 

Orangtua cenderung menghindari untuk memberikan gawai kepada anak sampai usia tertentu sebab penggunaan gawai yang berlebihan bisa menyebabkan pola tidur yang buruk. Terjaga sampai tengah malam bermain Facebook juga menjadi masalah di kalangan remaja sampai sekarang. Lebih jauh lagi, pola tidur ini juga cenderung mengarah kepada pola makan yang salah yang memengaruhi kesehatan secara drastis jika tidak segera ditangani.

Stres dan Sifat Agresif 

Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa kecanduan pada telepon pintar dapat meningkatkan kadar stres pada manusia. Rasa gelisah, cemas, marah merupakan masalah yang berhubungan satu sama lain. Menunggu telepon atau pesan teks yang penting juga bisa menambah tingkat stres.

Selain itu juga para peneliti mendapati bahwa anak-anak yang terikat dengan gawai cenderung lebih agresif secara alamiah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak terikat gawai. Sifat agresif bisa sangat menolong dalam situasi tertentu namun bisa juga memicu perselisihan di antara dua pihak.

Penglihatan Mata 

Ini adalah salah satu masalah utama yang berhubungan dengan gawai. Telepon pintar, laptop, TV semua membutuhkan mata untuk melihat tayangan yang ditampilkan. Namun demikian, menonton TV atau menggunakan laptop secara terus-menerus bisa membuat mata menjadi lelah.  Ini menjadi hal yang normal di kalangan anak di mana akhirnya mengharuskan mereka untuk menggunakan kacamata dengan minus tinggi di usia sangat muda. Mata kering atau gatal bisa sesekali terjadi yang disebabkan oleh penggunaan mata di luar batas. Jika bukan mata, gawai lainnya seperti alat pendengar atau pengeras suara dapat menyebabkan masalah pendengaran.

Masalah lainnya yang bisa dialami adalah seperti penurunan pada produksi sperma laki-laki, kanker (leukemia, otak, kulit, perut, dll), sakit punggung, dan masalah pada kehamilan.

Sumber : gadgetadda.com

Penterjemah : Siska Srilanti

Check Also

Helm Anti Begal Karya Anak Bangsa

IndonesiaOne.org – Maraknya aksi pembegalan di Indonesia yang telah banyak merenggut korban jiwa ternyata membuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *