Penjelasan Ilmiah Dibalik “Nama Adalah Doa”

24-Bayi

Indonesiaone.org – Banyak orang sering berkata bahwa “Nama adalah Doa” dan memang benar terbukti bahwa banyak sekali kejadian dimana seseorang yang membawa arti nama tertentu memiliki kehidupan seperti harapan dan doa yang terkandung di dalam namanya.

Selain kita mempercayai bahwa harapan dan doa dari orangtua akan berpengaruh dalam hidup anak, kira-kira apakah ada penjelasan secara ilmiah dibaliknya ?

Ternyata hal ini cukup erat kaitannya dengan sains, di mana penamaan anak punya dampak yang cukup serius dalam jangka panjang. Berbagai riset ternyata telah menunjukkan kalau sebuah nama saja bisa mempengaruhi berbagai hal seperti kesuksesan hingga popularitasnya di masa depan.

Dilansir dari Medical Daily, seorang profesor yang meneliti tentang hal ini menyatakan bahwa ada 4 kategori sebuah nama dipandang masyarakat, yaitu :

  •  Nama yang beretika dan menarik
  • nama yang menyenangkan dan populer
  • nama feminin
  • nama maskulin.

Menurut sang profesor, sebuah nama bisa dianalisa bagaimana nama tersebut masuk dalam kategori apa. Sebuah nama bisa mencetak angka tinggi di sebuah kategori, namun bisa sangat rendah di kategori lain.

Sebagai contoh, sang profesor menemukan kesimpulan dari riset bahwa guru akan memberi nilai lebih baik pada seorang siswa dengan nama yang terdengar pintar. Selain itu, para pemilih untuk ajang kontes kecantikan akan cenderung memilih kontestan dengan nama yang feminin.

Jadi dalam memberi nama anak, jika Anda memberi nama anak dengan nama yang terdengar jenius, dia bisa jadi akan benar-benar pintar. Begitupun dengan memberi nama anak dengan nama yang sangat feminin, dia akan tumbuh jadi anak yang cantik.

Selain itu, kultur juga sangat berpengaruh. Menurut sang profesor, nama yang mengandung unsur nama orang kulit hitam akan lebih sulit diterima kerja ketimbang nama dengan kulit putih. Mungkin jika konteksnya dibawa ke Indonesia, seseorang dengan nama yang mengandung kosa-kata yang diambil dari Kitab Suci tertentu akan lebih mudah diterima kerja di lingkungan kerja yang punya latar belakang agama yang sama.

Namun, hal ini cukup kontras dengan keadaan saat ini dimana nama anak jadi makin unik. Hal ini ternyata punya konsekuensi tertentu lho.

Beberapa studi yang dimuat di New York Times, menyebut bahwa seorang anak dengan nama yang tidak lazim dan terlalu unik, cenderung punya nilai yang jelek secara akademik, dan tidak terlalu populer dibanding teman-temannya yang lain. Unik disini dalam pengertian cenderung ke arah negatif ( Contoh : ada anak yang dinamakan sampah, kaleng, superman, dll).

Dari studi yang sama, banyak ditemukan kasus di mana anak-anak dengan nama unik pada akhirnya punya sifat yang ‘aneh’, meski pada akhirnya hal tersebut ternyata tidak buruk dan justru bagus di beberapa aspek seperti kreativitas dan karya.

Anda pun sebaiknya tak memberi nama anak terlalu unik jika ingin anak Anda bekerja di perkantoran, karena menurut studi yang sama, para bos terkadang hanya menilai para pelamar kerja yang akan bekerja di perusahaannya hanya berdasarkan nama.

Dalam budaya Yunani kuno, mereka mempercayai bahwa setiap benda memiliki roh, dan roh itulah yang akan menemani anak mereka kelak. Maka tidak heran jika dahulu ada anak-anak yang dinamai dengan nama benda-benda tertentu. Hal ini juga masih dapat kita jumpai di tanah Sumatera dimana anak-anak dinamai dengan benda atau hal yang berkaitan dengan kelahiran anak tersebut. Contohnya saja : Bengkel, Kunci, Welcome, Karung.

Pada akhirnya, sebuah nama juga membawa beban moral tersendiri pada seorang anak. Ada banyak kasus dimana seseorang mampu mengatasi kelemahan dan keterbatasannya karena ia memiliki keyakinan yang teguh akan nama yang diberikan oleh orangtuanya. Namun hal itu tidak baku/paten. Seseorang yang mungkin memiliki nama yang kesannya kurang baik, namun dapat sukses dan menjadi orang yang besar di dalam hidupnya.

Karena pada akhirnya, bagaimanapun lingkungan menilai si anak, keputusan si anak dalam menjalani kehidupannya lah yang menentukan masa depannya.