Tips Ketiga – Hindari Penyebab Keretakan Rumah Tangga

Penyebab Keretakan Rumah Tangga Yang Anda Tidak Sadari

IndonesiaOne.org – Komunikasi dalam rumah tangga adalah aspek penting yang harus terbangun. Dimana ekspresi cinta dan kasih sayang lewat ucapan dan tindakan dapat terlihat dalam kehidupan sehari – hari. Tapi kehidupan rumah tangga tentunya tidak hanya masalah ‘komunikasi’ saja. Ada aspek – aspek lainnya yang harus dibangun bersama. Untuk membangun, tentunya perlu cara yang benar agar tidak menimbulkan keretakan.

Membangun hirarki dalam keluarga

1. Suami dan istri tentunya harus memainkan fungsinya masing – masing sesuai dengan porsinya.

Tapi seringkali ada suami yang tidak memainkan peranannya sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Sehingga sang istri seolah mengambil alih dan menentukan tiap keputusan yang harus diambil. Sekilas mungkin hal ini tidaklah masalah, tetapi inilah permasalahan keretakan rumah tangga yang sering terjadi. Suami merasa “dilangkahi”, dan merasa “dilecehkan”. Alhasil, sakit hati yang terpendam tersebut menciptakan pertengkaran yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Oleh karena itu, sebagai suami sangatlah bijak jika mau memainkan peranannya. Sehingga sang istri juga bisa menyadari fungsi dan posisinya. Tapi sebenarnya, bukan berarti sang istri diperbolehkan mendominasi, melainkan sang istri harus tetap sabar menuntun dan mendorong suaminya untuk berada pada posisi dan fungsinya. Sehingga sang istri yang membawa ketentraman dalam hatinya dapat membuat sang suami sadar dan memainkan peranannya.

2. Menempatkan istri atau suami sebagai pribadi yang spesial, bukan sang anak.        

Ada beberapa kultur dalam suatu daerah yang menempatkan sang anak lebih spesial dan istimewa dari pasangannya. Sehingga apapun kesalahan sang anak, sang istrilah yang menjadi kambing hitamnya. Anak selalu dibela dan selalu dianggap benar. Sifat ini sesungguhnya sangatlah membahayakan kerukunan rumah tangga. Sang anak akan menganggap dirinya lebih spesial dari sang ibu. Sedangkan sang ibu akan merasa direndahkan oleh suami. Alhasil, percekcocokanlah yang terjadi. Padahal suami dan istri memiliki peranan yang penting dan spesial dalam membangun rumah tangga dan juga anak. Melihat pasangan kita lebih rendah dari kita, justru akan membuat ketimpangan dalam rumah tangga kita.

3. Menempatkan dan memposisikan orang tua atau mertua pada fungsi dan posisi yang tepat.

Ada banyak kasus perpecahan di dalam rumah tangga disebabkan oleh orang tua atau pun mertua mencampuri urusan rumah tanggu baru yang ada. Hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi. Bukan berarti kita tidak menghormati orang tua, melainkan kita memposisikannya dengan tepat. Tujuannya agar sebagai suami dan istri, kita bisa bertumbuh semakin dewasa dan matang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang ada. Dan bisa lebih objektif dalam menilai permasalahan atau kasus tertentu secara bersama – sama. Orang tua atau mertua boleh saja menasehati, namun hanya nasehat yang mempersatukan dan membuat hubungan kita dengan pasangan semakin harmonis sajalah yang kita lakukan.