Tips Kedua– Membangun Komunikasi yang Sehat

3-Tips Membangun KOmunikasi

IndonesiaOne.org – Sebagai pasangan suami istri, sesungguhnya kita mempunyai tujuan yang mulia. Tidak hanya sekedar melanjutkan keturunan, melainkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi kehidupan banyak orang. Minimal, kita dapat menjadi contoh kehidupan berkeluarga yang harmonis dan rukun. Tetapi tujuan tersebut nampaknya sulit tercapai jika suami dan istri tidak memahami prinsip berkomunikasi. Sebab tanpa komunikasi yang baik, tidak mungkin kesehatian mencapai tujuan bersama dapat terbangun.

Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa prinsip berkomunikasi (part II) yang perlu kita ketahui :

  1. Biasakanlah diri kita tidak berkomunikasi sambil melakukan sesuatu.

Smartphone pada zaman sekarang ini ternyata bisa membuat kita lupa sekitar dan tidak fokus ketika sedang berbicara dengan pasangan kita. Kita menjadi lebih dekat dengan orang yang jauh, daripada orang yang dekat.

Intinya, sangat diperlukan waktu berdua yang berkualitas bersama pasangan kita. Carilah waktu yang berkualitas dan berbincanglah mengenai ‘kita berdua’. Sah-sah saja membicarakan hal-hal ringan seperti film yang baru saja rilis di bioskop, ataupun topik ringan lainnya. Namun, usahakan luangkan waktu untuk membicarakan hal-hal yang penting tentang rencana ke depan, kehidupan sehari-hari, perasaan satu sama lain, dan hal-hal lain “tentang kita”.

Dengan demikian pengenalan kita satu dengan yang lainnya akan semakin dalam dan kuat.

  1. Mulailah berkomunikasi dengan diawali pujian.

Memulai komunikasi dengan kritik akan selalu berakhir pada pertengkaran. Ini kebiasaan buruk dari manusia yang harus dihilangkan dalam membangun hubungan dengan pasangan. Awalilah dengan suatu pujian yang tulus dan tersenyumlah dengan bangga pada pasangan kita. Ini akan membuat kondisi hubungan dan komunikasi semakin mengasyikkan.

Kalaupun kita ingin menegur pasangan kita, kita bisa melakukannya dengan menggunakan kalimat yang membangun dan emosi yang positif. Tidak perlu langsung dengan kritik seperti kilat di siang bolong. Karena hal itu hanya akan menyebabkan pasangan kita terkejut dan secara reflek akan menunjukkan sikap yang defensif (membela diri) sehingga kritik yang diberikan tidak tersampaikan secara efektif.

Ingatlah, pasangan kita adalah orang yang mencintai kita. Baiklah dari mulut kita keluar kata – kata yang menginspirasi bukan mencaci. Sikap yang saling respek dan menghargai juga dapat menolong kita untuk dapat berkomunikasi dengan baik.

  1. Carilah solusi, bukan siapa yang salah atau benar.

Kebiasaan manusia selanjutnya adalah selalu mencari siapa yang salah atau benar dalam suatu permasalahan. Inilah yang menyebabkan konflik semakin meruncing dan tak kunjung usai.

Padahal konflik atau permasalahan yang muncul adalah kesempatan untuk menyatukan sudut pandang dan nilai–nilai.

Tenangkan diri dan berpikirlah jernih. Sebab hari esok selalu penuh harapan. Berdialoglah dengan tenang dan carilah jalan keluar yang benar. Percayalah, menetapkan siapa yang benar atau siapa yang salah akan menyebabkan emosi negatif kian membara. Namun sikap hati yang ingin mencari jalan keluar bersama dapat membuat pasangan suami istri semakin sehati dan mencintai.

Permasalahan tidak lagi akan menjadi beban yang menekan, justru akan menjadi batu loncatan untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan pengalaman berharga yang tidak terlupakan.

Itulah beberapa tips komunikasi suami dan istri untuk membangun kehidupan berumah tangga yang semakin erat dan harmonis. Selamat mencoba…