SabangMerauke, Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali

63
1-SabangMerauke IKRAR 8

Indonesia, dengan populasi terbesar keempat di dunia, wilayah kepulauan luas dan kekayaan alam melimpah, pengakuan dunia internasional terhadap kemajuan demokrasi dan pertumbuhan ekonominya, keragaman etnis, budaya, agama, serta bahasa, memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar, seperti yang dicita-citakan oleh para Pendiri Bangsa. Namun, di sini setidaknya ada dua tantangan utama:

Pertama, keragaman masih menjadi hal yang tabu untuk didiskusikan. Berbagai konflik yang berkaitan dengan terkait dengan kesukuan dan keagamaan menjadikan keragaman sebagai topik yang sensitif.

Kedua, luasnya wilayah dan bentangan lautan Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam mengatasi ketimpangan keberlanjutan pendidikan anak bangsa. Perbedaan kualitas guru, sarana pendidikan, dan akses pendidikan tinggi mengakibatkan banyak anak bangsa bahkan tidak berkesempatan untuk bermimpi meraih pendidikan setinggi anak Indonesia yang kebetulan dilahirkan dan dibesarkan di wilayah yang lebih maju.

Indonesia, dengan komposisi usia warga negara saat ini, 5-10 tahun lagi akan mengalami masa penentuan, yaitu apakah anak-anak bangsa yang nanti beranjak dewasa akan menjadi beban negara (population disaster) atau menjadi pilar pembangunan negara (population bonus). Pembedanya adalah pendidikan. Pendidikan adalah alat rekayasa sosial yang bisa menentukan arah bangsa. Maka sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki anak-anak bangsa yang persisten dan berpikiran terbuka.

IMG_3522

Kami yakin bahwa kegiatan pertukaran pelajar (student exchange) dan tinggal dengan keluarga angkat di tempat-tempat yang baru dapat menjadi salah satu solusi. Pengalaman para pendiri yang pernah terpilih untuk ikut dalam pertukaran pelajar di negara lain membuat kami percaya bahwa ada dua dampak utama pertukaran:

Pertama, bahwa paparan terhadap tempat, orang, dan kebudayaan yang berbeda akan membantu seseorang untuk berpikiran lebih terbuka, lebih mampu menerima perbedaan sebagai sebuah kewajaran, yang bermuara pada sikap toleran.

Kedua, bahwa pengalaman ini dapat membuka cakrawala anak mengenai hal-hal baru yang mungkin tidak pernah ditemui sebelumnya dan menanamkan mimpi untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

SabangMerauke adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia, dengan tujuan membuka cakrawala anak-anak Indonesia untuk memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka dan menanamkan nilai ke-bhinneka-an, sehingga mereka dapat memahami, menghargai, serta menerima keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Anak-anak dari sebuah daerah akan diajak untuk meluangkan waktu libur sekolah selama 2 minggu untuk tinggal di daerah lain. Selama masa pertukaran ini, anak-anak ini akan tinggal bersama keluarga angkat yang memiliki nilai-nilai yang luhur dan pencapaian penghidupan yang baik sehingga bisa menjadi panutan nyata dalam hidupnya.

SabangMerauke menggarisbawahi pentingnya menjaga anak-anak ini untuk terus memegang teguh prinsip-prinsip kebaikan yang telah ditanamkan akar budayanya dan memaknai pengalamannya pasca program. Setelah mereka kembali ke daerahnya, anak-anak ini dapat menjadi jendela kemajuan bagi teman-temannya.

Website : SabangMerauke