Home / SARA - SELALU ADA HARAPAN / Berita Umum / Selain Filipina, Negara-negara ini Juga Mengeksekusi Mati Para Bandar Narkoba

Selain Filipina, Negara-negara ini Juga Mengeksekusi Mati Para Bandar Narkoba

Indonesiaone.org – Negara Filipina yang dipimpin oleh Presiden Rodrigo Duterte memang dikenal sangat keras dalam kebijakannya melawan narkoba. Tercatat, ia sudah menghabisi sekitar 8.000 orang (yang sepertiganya tewas dalam aksi razia) sejak ikrarnya melawan narkoba. Baik itu pengedar, bandar maupun pemakai narkoba di Filipina. Mereka kebanyakan ditembak, bahkan beberapa tidak jelas identitasnya. Lalu membuang jasad mereka di teluk Manila, selama 6 bulan pertama dalam masa kepemimpinannya.

Duterte dikecam oleh kelompok peduli HAM di dunia. Komisioner Tertinggi PBB untuk HAM mengajukan banding supaya Duterte tidak lagi menghukum secara brutal. Uskup Auxiliary Manila, Pabillo juga menentang kebijakan Duterte. Bahwa pasalnya, harus ada bukti yang tegas bahwa mereka memang terlibat perdagangan narkoba.

Beberapa negara lain juga ternyata memiliki hukuman yang berat terhadap pelaku kejahatan narkoba, berikut ini adalah beberapa di antaranya :

1. Singapura

www.jackstudy.com

Meski negara kecil bukan berarti negara ini lemah dalam hal hukum. Singapura sudah lebih dulu dari Indonesia dalam eksekusi mati penjahat narkoba. Jika kamu ketahuan membawa 500 gram heroin atau 15 gram ganja maka kamu bisa dihukum mati. Hukuman mati yang diberlakukan di Singapura adalah hukum gantung. Antara tahun 1991 sampai 2014 menurut The Good Drugs Guide sudah ada kurang lebih 400 orang yang digantung karena kasus narkoba di Singapura. Tidak sedikit pula dari antara mereka yang merupakan WNA.

2. Indonesia

www.planetware.com

Eksekusi mati di Negara Indonesia adalah dengan menggunakan regu tembak. Hukuman mati ini berlaku bagi pedagang, penyelundup dan produsen narkoba. Sementara bagi pengguna, hukumannya adalah penjara selama 10 hingga 15 tahun. Indonesia sendiri juga termasuk salah satu negara yang pernah mendapat kecaman karena eksekusi mati. PBB, Belanda, Inggris, Australia dan Brasil adalah pihak-pihak yang pernah menentang eksekusi mati di Indonesia.

3. Cina

2.bp.blogspot.com

Cina juga cukup keras dalam hal eksekusi mati bagi pelaku kejahatan narkoba. Hampir 500 orang sejak tahun 2000 telah dieksekusi. Tapi sebenarnya, data tersebut bisa jadi tidak valid karena data semacam itu dianggap sebagai rahasia negara. Eksekusi mati yang kerap digunakan adalah suntik mati. Hukuman penjara seumur hidup juga berlaku terkait kasus narkoba seperti penyelundupan dan produksi.

4. Arab Saudi

www.sekedarinfo.com

Jangankan narkotika, alkohol saja sudah dianggap barang haram dan ilegal. Hukuman atas kepemilikan dan konsumsi narkoba adalah hukum cambuk di hadapan khalayak umum dan hukum penjara. Hukuman yang lebih berat bagi pengedar dan penyelundup, mereka akan dipancung di depan umum, hukuman yang sama bagi pelaku pemerkosaan dan pembunuhan.

5. Iran

theculturetrip.com

Iran adalah negara yang paling banyak mengungkap kasus narkoba di dunia. Sekjen PBB pernah mengungkapkan bahwa Iran memiliki peran penting dalam pemberantasan narkoba.Negara ini dikenal sebagai negara yang tak main-main soal kasus perdagangan narkoba. Hukuman yang diberikan adalah hukum pancung sama seperti di Arab. Jika seseorang ketahuan bawa beberapa gram ganja, bisa dihukum 70 cambukan.

Menurut kamu sendiri, apakah kamu setuju dengan kebijakan eksekusi mati bagi para pelaku kejahatan narkoba ?

Jika tidak, menurutmu apa hukuman yang pantas bagi mereka ?

Check Also

Cerita Menegangkan di Atas Pesawat Saat Jokowi Mengunjungi Afghanistan

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengisahkan detik-detik saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tetap melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *