Home / SARA - SELALU ADA HARAPAN / Opini / Seperti Apakah Kriteria Guru yang Baik?

Seperti Apakah Kriteria Guru yang Baik?

IndonesiaOne.org – Guru. Apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar profesi itu? Ada yang mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ada pula yang mengatakan bahwa guru adalah orang tua kedua di sekolah. Tentunya kita menyadari bahwa seorang guru memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru dapat membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan para siswanya, entah dampak positif maupun negatif. Guru dapat menanamkan keyakinannya dalam diri para siswa yang tentunya turut mempengaruhi pembentukan karakter seorang anak. Melihat pengaruh guru yang sedemikian besar, tentunya bangsa kita membutuhkan guru-guru yang kompeten dan berkarakter yang baik dalam mendidik para siswa. Jadi, seperti apakah kriteria guru yang baik itu?

Banyak orang berpikir bahwa semakin pandai seseorang – yang biasanya ditunjukkan dengan banyaknya gelar yang dimiliki-, maka orang itu akan semakin memenuhi kompetensi sebagai seorang guru yang baik. Memang benar bahwa guru harus memiliki pengetahuan yang luas dan menguasai materi yang akan diajarkannya. Tetapi, untuk menjadi seorang guru yang baik tidaklah cukup hanya memiliki kepandaian atau pengetahuan yang luas. Guru juga harus memiliki pedagogi atau cara mengajar yang baik. Siswa akan lebih menyukai seorang guru yang bergelar S1 tapi mampu mengajar dengan baik daripada guru yang bergelar S3 tetapi tidak mampu menjelaskan pengetahuannya itu dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Ada guru yang beranggapan bahwa setelah ia menyampaikan semua materi yang harus diajarkan, maka tugasnya sudah selesai. Ia sama sekali tidak peduli entah siswanya mengerti atau tidak. Ia hanya berharap para siswanya mendapatkan nilai yang baik dalam ujian. Tetapi, sudah waktunya para guru menyadari bahwa tugas seorang guru tidaklah sesederhana itu. Seorang guru yang baik tidak boleh hanya memberikan materi atau menyampaikan semua isi otaknya kepada para siswa tanpa membuat siswanya mengerti dan memahami materi yang diajarkan. Guru yang baik harus membuat para siswa memiliki kesadaran dan kemauan untuk belajar. Guru yang baik akan berusaha sedemikian rupa dengan berbagai cara untuk membuat siswanya benar-benar mengerti pelajaran yang disampaikannya. Ia akan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh murid-muridnya untuk dapat menerima pelajaran dengan lebih efektif.

Jika dalam suatu ujian, jumlah siswa yang tidak lulus lebih dari setengah jumlah murid di kelas, tidaklah salah jika dikatakan hal itu merupakan kesalahan guru. Mungkin memang faktor kemalasan siswa atau soal yang terlalu sulit juga berpengaruh. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh gurulah yang paling besar. Guru yang tidak mampu menjelaskan materi dengan baik dan lalu memberikan soal ujian yang terlalu sulit akan membuat siswanya frustrasi dan gagal dalam ujian. Daripada menyalahkan siswa, alangkah baiknya jika para guru mulai melakukan evaluasi diri dan membenahi cara mengajarnya demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

(YYP)

Check Also

Mengenang 6 Ucapan Gus Dur Yang Mempersatukan

IndonesiaOne.org – Isu Suku, Agama, dan Ras (SARA) seringkali dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *