Home / BICARA - BINCANGAN RAKYAT / Hiburan / Sungai Berkeramik dan Surga Tersembunyi di Maluku

Sungai Berkeramik dan Surga Tersembunyi di Maluku

Indonesiaone.org – Keindahan alam di Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi. Ada jutaan spot pemandangan indah yang membuat kita berdecak kagum melihat indahnya ciptaan Tuhan. Beberapa di antaranya sangat terkenal dan menjadi area pariwisata yang digerami oleh para turis, tetapi sebagian besar spot pemandangan indah di Indonesia masih tersembunyi dan tidak diketahui oleh banyak orang.Salah satunya adalah surga tersembunyi di Maluku ini.

Desa Sawai adalah desa yang sangat unik dan memiliki banyak sekali daya tarik. Desa Sawai terletak di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Dengan luas sekitar 15 hektar dan penduduk sekitar 4.000 jiwa, desa ini memiliki potensi alam yang lengkap. Jika ingin menikmati laut dan terumbu karang, kita bisa langsung melompat dari depan kamar. Jika ingin merasakan tantangan, bisa trekking ke Bukit Bendera untuk menikmati panorama Sawai dan pulau-pulau sekitarnya dari ketinggian.

sawai8

Selain itu, Sawai juga merupakan desa penyangga bagi Taman Nasional Manusela yang memiliki luas 189.000 hektar. Karena merupakan taman nasional, hutan beserta satwa di area ini tentu saja dilindungi kelestariannya. Warga Sawai pun tidak pernah mengambil kayu dari kawasan ini.
Mayoritas penduduk Desa Sawai adalah nelayan yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan. Biasanya mereka mencari ikan tidak hanya dengan cara memancing, namun juga menggunakan sebuah tradisi yang bernama Kalawai. Kalawai adalah cara menangkap ikan dengan menggunakan tombak khusus yang umumnya dilakukan pada malam hari. Selain nelayan, para penduduk Desa Sawai juga banyak yang berkebun di wilayah sekitar desa. Adapun hasil perkebunan mereka adalah Palawija dan buah-buahan.
sawai6
Yang menyita perhatian di desa Sawai adalah sebuah sungai kecil. Sungai tersebut memang kecil, namun digunakan untuk banyak aktifitas seperti mencuci bahkan mandi dan gosok gigi. Yang menarik adalah bagian pinggir sungai yang berbatas langsung dengan perumahan warga ini telah dipercantik dengan ubin keramik sehingga sekilas mirip dengan miniatur sungai di Venezia, Italia.
Sungai yang lebih mirip kolam renang ini merupakan sumber air bersih di Desa Sawai, yang berasal dari bebatuan di bawah tebing yang berbatasan dengan hutan.
sawai9
Banyak anak kecil yang bermain air di tempat ini, sedangkan ibu mereka mencuci beras, baju dan berbagai perabot rumah tangga. Rupanya, sumber air bersih ini merupakan pusat kehidupan desa Sawai yang sudah menghidupi desa ini sejak dahulu kala. Warga desa sangat menghormati keberadaan mata air ini dan mereka menggunakan sumber air ini secara bertanggung jawab dan bersama-sama.
sawai2
Desa Sawai konon merupakan desa tertua di seluruh daratan Maluku. Bicara mengenai tuanya desa Sawai tidak lepas dari asal muasal terbentuknya desa untuk pertama kali. Memang tidak ada literatur resmi yang menyebutkan tahun pasti desa ini terbentuk, namun masyarakat setempat mengatakan bahwa Desa Sawai pertama kali dibangun oleh para pedagang Arab yang datang ke pulau Seram jauh sebelum masa Spanyol, Portugis, bahkan Belanda datang ke Seram untuk memonopoli rempah-rempah. Oleh sebab itu, tidak heran bila budaya masyarakat Desa Sawai juga banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan Arab seperti musik gambus, baju gamis, bahkan banyak warga desa yang memiliki hidung mancung dan wajah seperti orang Arab.
sawai
Di tengah desa dapat dijumpai satu Mesjid besar yang menjadi pusat ibadah seluruh warga desa. Keberadaan Mesjid ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Sawai beragama Islam dan hal ini semakin meyakinkan bahwa sejarah nenek moyang penduduk Sawai yang berasal dari Arab. Rumah-rumah di Desa Sawai pun tampak berbeda dari desa modern pada umumnya. Perpaduan arsitektur Mediterania dan Eropa tampak menonjol pada bangunan rumah-rumah penduduk Sawai. Namun, sayangnya keunikan ini kurang dijaga sehingga banyak bangunan yang sudah terlihat usang.
Untuk ,mencapai desa sawai dapat menggunakan dua cara, pertama dari Masohi dengan rute melalui pegunungan yang terkenal dengan lekukan SS bisa ditempuh dengan waktu 4 jam. Atau bisa mengambil rute Masohi-Dusun Saka sekitar 2 jam perjalanan. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Long Boat , butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai Sawai
SAWAI-air-BLANDA-
Jika ingin berkunjung ke Sawai, sebaiknya pada bulan September-oktober atau bulan Februari. Namun sebaiknya cek kembali cuaca dan kondisi di sana, jangan sampai rencana liburan Anda terganggu dengan rintik hujan yang mungkin turun setiap hari di sana.Transportasi dari kota Ambon ke Masohi cukup lancar, dengan kapal cepat, biasanya ada dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore. Transportasi agak sulit saat rute Masohi Sawai dan rute Masohi-Saka-Sawai. Sebaiknya Anda sudah menyiapkan transportasi rute Masohi –Sawai, saat masih di Ambon dengan menghubungi pihak travel atau penginapan. Jadi Anda tidak perlu pusing mencari dan menawar mobil untuk menuju Saka atau Sawai.

Check Also

Seorang Pria Terbang Sejauh 25 KM Mengendarai 100 Balon Helium, Terinspirasi dari Film “UP”

Seorang petualang asal Inggris baru-baru ini menjalani pengalaman yang sangat unik yaitu terbang setinggi 8000 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *