Tangis Haru Saat Seorang Muslim Memeluk Pembunuh Anaknya

Allah Maha Pengasih

“Anakku, keponakanku, aku memaafkanmu atas nama Salahuddin dan ibundanya.”

Itulah sepatah kata dari Abdul-Mumin Sombat Jitmoud yang membuat ruang pengadilan dipenuhi isak tangis haru. Di hadapan hakim, dengan tegar ia memeluk dan memaafkan Trey Alexander Reyfold yang telah membunuh putranya.

Abdul-Mumin Sombat Jitmoud adalah ayahanda dari dari Salahuddin Jitmoud, seorang pengantar pizza yang terbunuh dalam aksi perampokan pada April 2015. Salahuddin terakhir kali mengantarkan pizza di akhir shift malam, namun tragisnya ia ditemukan keesokan harinya telah meninggal dengan kondisi leher terpotong di Walnut Hills Complex, Lexington, Kentucky.

Polisi kemudian mengangkap tiga orang pelaku perampokan serta penusukan yang menewaskan Salahuddin. Pada bulan Oktober 2017, Grand Jury di wilayah tugas Fayette County mendakwa Relford, dan membebaskan dua pelaku lainnya.

Suasana ruangan sidang dipenuhi rasa haru saat Jitmoud memanggil terdakwa dengan sebutan “Anakku, keponakanku.” Jitmoud bahkan merasa sedih ketika melihat orangtua Relford menangis.
“Saya sungguh iba pada orangtua kamu. Mereka membesarkan kamu dan ingin kamu menjadi sukses. Kesuksesan kamu adalah kesuksesan mereka, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan mereka. Sekarang mereka harus menangis akibat kejahatan mengerikan yang telah kamu lakukan.”
Sebelum persidangan usai, Jitmoud memberikan maaf untuk Relford.
“Pemaafan dan pengampunan adalah hadiah terbesar dalam Islam. Saya harus menekan semua perasaan saya untuk memaafkan orang yang telah melakukan kejahatan terhadap keluarga saya.”
Jitmoud juga berkata bahwa ia marah kepada iblis yang telah menyesatkan Reyfold hingga ia melakukan kejahatan mengerikan.
“Saya memaafkan kamu.”

Jitmoud lalu memeluk Reyfold, membuat ibunda Reyfold tak kuasa menahan tangis. Hakim pun tak dapat menahan haru melihat peristiwa itu.

Dalam Facebook pribadinya ( klik link ini) , Jitmoud juga mengunggah fotonya dengan caption “Allah ialah Maha Pengasih, Maha Pengampun.”

Allah Maha Pengasih

Abdul munim jitmoud