Turuti Kata Hati, Dokter Muda Ini Abdikan Diri di Papua

707
10-Dokter Andries

Indonesiaone.org – Menjadi seorang dokter adalah pekerjaan yang mulia.

Benediktus Andries adalah seorang dokter umum di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Ia memilih pindah ke Timika dan bergabung bersama Pusat Penelitian Malaria Timika di Kabupaten Timika, Papua.

Tingginya tingkat penderita malaria di Papua ini membuat pria kelahiran Bogor memusatkan perhatiannya pada wilayah ini. Kemampuan yang dimilikinya membuatnya ingin berguna untuk masyarakat di daerah yang masih kekurangan pelayanan medis.

73c58377-1f1f-451c-8b2f-3093a339b5e4

Ia sempat mengikuti internship terlebih dahulu sebelum pindah ke Timika. Awalnya ia sedang terikat kontrak dengan RSMM, namun keinginannya untuk meningkatkan kuallitas kesehatan orang pedalaman membuat ia resign lalu pindah ke yayasan untuk penelitian ini.

Keputusannya untuk pindah ke Timikia tak menjadi hambatan untuk Andries, walaupun Kota Timika cukup ramai dan salah satu daerah konflik namun ia tetap yakin.

Pria lulusan Universitas Atma Jaya Jakarta ini mengaku ia tidak takut mendengarkan kata hatinya. Baginya. walaupun Papua jauh, ia tetap bagian Indonesia dan seharusnya tidak dibeda-bedakan.

Medan pelayanan disana cukup sulit karena akses yang susah, fasilitas yang tak secanggih Ibu kota dan masih seringnya perang saudara , namun itu tak menutup niatnya untuk terus melayani masyarakat Timika.

Dokter Benediktus Andries

Andries sendiri memang memilih untuk berjalan jauh dari meganya Jakarta. Keinginan Andries untuk Timika yang bebas dari malaria, bahkan Indonesia yang bebas dari malaria membuat ia yakin akan keputusannya.

“Orangtua enggak ada masalah, apa pun yang saya mau untuk menggunakan ilmu saya kepada orang-orang mereka tetap support,” ujarnya saat ditanya tentang dukungan orangtuanya.

Baginya menjadi dokter harus mampu mengaplikasikan apa yang sudah kita miliki untuk masyarakat. Hal ini yang membuatnya berkonsentrasi mengurusi kualitas hidup anak-anak di Timika, karena mereka yang akan menjadi generasi penerus.

Maka Andries ingin menempuh pendidikan lagi untuk mengambil spesialis anak untuk menjamin anak-anak berkembang dan memiliki kualitas dalam hidup.

daea3603-a8a1-485e-b065-3c946d77b759

Tujuan mulia yang Andries ingin capat membuatnya percaya akan dirinya, “saya nggak takut kalau umur sudah ada yang atur, saya menjunjung tinggi profesi. Dokter itu melayani dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, maka peran dokter  sangat  penting. Selama ini banyak yang tak bertahan karena banyaknya cobaan, bagiku di sini perlu tenaga yang bukan Cuma ahli tapi juga punya hati untuk Papua,” ujarnya.

Andries mengaku sangat terinspirasi dengan kebangkitan para pemuda dan pemudi dari seluruh penjuru Indonesia di tahun 1928. Rasa cinta tanah air dan semangat persatuan itulah yang dirasakan Andries perlu untuk dimiliki oleh semua anak muda di Indonesia.

“Menurut saya saat ini bentuk perjuangan kita demi tanah air kita ialah dengan berusaha sebaik mungkin memberikan sumbangsih positif bagi bangsa ini dalam bentuk apapun sesuai dengan profesi dan kemampuan kita,” ujar pria 27 tahun ini.

“Oleh sebab itu, apabila kita menghargai tanah air kita, maka tidak semestinya ada isu terkait SARA yang menjadi halangan serta memecah-belah persatuan bangsa kita, karena pada hakikatnya kita semua adalah satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,” jelasnya.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hingga saat ini adalah sebuah warisan yang dititipkan kepada kita dengan bayaran darah, keringat dan air mata dari leluhur kita yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Marilah kita menjalani hidup kita dengan melakukan hal yang terbaik dari apa yang kita miliki, agar kelak generasi mendatang, masih dapat melihat bahwa waktu tidaklah mengikis semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” imbaunya.

Dokter muda ini punya tujuan mulia untuk mengabdi kepada Tanah Papua. Inilah pilihan hidup seoarang Dr. Benediktus Andries. Bekerja di Timika merupakan panggilan hidup dan tujuan besar dalam hati nurani Andries dan ia akan melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.