Uang Anda Selalu Kurang? Begini Cara Mengatasinya

kantong kosong

IndonesiaOne.org – Gaya hidup konsumtif erat kaitannya dengan pemborosan yang jika tidak segera dibenahi pasti akan membuat pelakunya terjerat dalam masalah keuangan. Biasanya dalam banyak kasus masalah keuangan, masalah sesungguhnya bukanlah kurangnya atau kecilnya pendapatan yang diperoleh melainkan besarnya pembelanjaan yang tidak seharusnya.

Lalu bagaimana jika gaya hidup ini sudah terlanjur tercetak, apakah masih dapat diubah? Pasti bisa, selama ada kemauan dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Bagaimana caranya?

Berikut ini adalah 7 cara yang dapat diaplikasikan untuk mengubahkan gaya hidup konsumtif :

1. Menabung

menabung

Meski terdengar sederhana, namun tidak semua orang dapat menyisihkan uangnya untuk ditabung, terutama mereka yang konsumtif. Padahal kekonsistenan untuk menabung selain dapat menjadi dana cadangan dalam keadaan mendesak dan yang tidak kalah penting menabung juga dapat memotong gaya hidup konsumtif.

Ada  2 cara yang bisa dilakukan untuk (memaksa diri) menabung :

– Sisihkan/potong di awal.

Ketika menerima pendapatan, langsung sisihkan untuk ditabung, bisa 5%, 10% atau 20% dari jumlah pendapatan. Mengapa di awal bukannya di akhir? Mereka menabung setelah ada sisa uang, biasanya malah mendapati tidak ada lagi sisa uang untuk ditabung, karena seringkali uangnya telah habis dibelanjakan.

Lalu bagaimana bisa menabung jika berpendapatan kecil? Perlu ditekankan bahwa menabung/menyisihkan sebagian tidak harus dalam jumlah banyak/besar yang terpenting adalah konsisten. Jika hanya mampu 5%, dari pendapatan, lakukan dengan konsisten.

– The power or Rp.20.000,-

Maksudnya adalah: ketika Anda mendapati kembalian uang pecahan Rp. 20.000,- berarti uang itu harus ditabung. Mengapa 20.000 bukan yang lainnya? Karena pecahan ini yang paling jarang diperoleh, sehingga menabung jadi tidak memberatkan. Dan kunci utamanya tetap konsisten. Anda akan terkejut dengan hasil kekonsistenan yang Anda lakukan. Sedikit, sedikit lama-lama menjadi banyak.

2. Memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.

keinginan atau kebutuhan

Banyak orang “bingung caranya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Berikut adalah ciri-ciri dari kebutuhan dan keinginan yang dapat menjelaskan perbedaan di antara keduanya :

Ciri-ciri kebutuhan :

  • Harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup sehari – hari (makanan sehari – hari, uang transportasi, dll)
  • Tidak dapat ditunda/ditiadakan (makanan
  • Tanggung jawab membayar (uang air, listrik, sewa rumah, uang sekolah anak, dll)

Ciri-ciri keinginan :

  • Bersifat tidak terbatas
  • Dapat ditunda/tidak dipenuhi
  • Tidak mengancam kelangsungan hidup manusia
  • Bersifat komplemen dan dipengaruhi gengsi
  • Merupakan perwujudan kebutuhan tersier yaitu kebutuhan tambahan yang dtujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan cenderung melambangkan kemewahan dan status sosial seseorang.

Ketika seseoang memaksakan untuk memenuhi kebutuhan tersiernya, maka kebutuhan tersebut sudah menjadi keinginan.

Setiap kali hendak membeli sesuatu, Anda bisa bertanya sesuai dengan ciri-ciri di atas, apakah barang tersebut harus segera dipenuhi atau dapat ditunda bahkan ditiadakan, apakah Anda akan tidak berdaya tanpanya, atau Anda akan tetap hidup walaupun tidak membeli barang tersebut. Semakin sering Anda melakukannya, kebiasaan baru akan terbangun hingga menjadi gaya hidup yang baru.

3. Tidak harus selalu membeli.

barang bekas

Kebanyakan orang konsumtif selalu beranggapan jika mereka membutuhkan sesuatu maka barang tersebut haruslah diperoleh dengan cara membeli. Padahal tidak selalu harus demikian. Kalau tidak membeli, lalu bagaimana caranya bisa diperoleh barang yang dibutuhkan?

Bertanya. Ya, cukup bertanya kepada orang terdekat kita, bisa keluarga, kerabat, tetangga, atau teman, apakah mereka memiliki stok lebih barang yang kita butuhkan dan tidak terpakai dan masih dalam kondisi layak pakai dan bersedia memberikannya kepada kita. Cara ini biasanya sangat dihindari oleh mereka yang konsumtif yang biasanya dikarenakan gengsi, tidak mau memakai barang bekas atau barang pemberian.

Cara ini juga dapat menekan biaya yang  tidak perlu kita keluarkan, di sisi yang lain, kita membantu orang lain dari penumpukkan barang yang tidak terpakai.

4. Jangan hidup dari gengsi.

gengsi

Hidup mengikuti gengsi sungguh sangat berbahaya apabila tidak ditunjang dengan keadaan keuangan yang mumpuni. Kecenderungan mengikuti gengsi tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan akan menjerat pelakunya untuk melakukan berbagai hal untuk memenuhi gengsinya tersebut. Dan biasanya hal-hal yang dilakukan adalah hal-hal yang berlawanan dengan hukum. Jangan sampai karena gengsi, Anda berakhir di balik jeruji penjara.

5. Kurangi jalan-jalan atau cuci mata di mall.

kurang jalan di mall

Bukannya tidak boleh pergi ke mall, tapi sebaiknya dikurangi apabila Anda benar-benar ingin merubah gaya hidup konsumtif. Tidak bisa dipungkuri mall memang di-design sedemikian rupa untuk menarik pengunjungnya untuk mengelontorkan koceknya alias berbelanja. Dari mata turun ke hati, nampaknya kita tidak bisa menampik kebenaran pepatah ini ketika berada di dalam mall

Mengurangi jalan-jalan atau cuci mata di mall bisa diganti dengan kegiatan berkumpul dengan keluarga di rumah, membaca buku, atau mengunjungi kerabat atau taman kota terdekat.

6. Membuat anggaran belanja dan menepatinya.

anggaran belanja

Anggaran belanja akan menjadi pagar yang menjagai Anda dalam menggunakan uang Anda, tapi permasalahan yang sering terjadi adalah anggaran hanyalah suatu tulisan bukan suatu ketetapan yang harus ditepati.

Anggaran tidak akan berguna apabila tidak ditepati. Ketaatan Anda pada anggaran yang telah ditetapkan akan menjadikan perubahan gaya hidup yang permanen.

7. Hindari berhutang.

berhutang

Bukan hanya berhutang kepada orang lain, tapi juga berhati-hati terhadap penggunaan kartu kredit. Belanja menggunakan kartu kredit sebenarnya sah-sah saja, asal Anda memiliki komitmen untuk membayar dan kontrol diri yang kuat.

Jika Anda membeli sesuatu, sesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Jika tidak ada budget, jangan berhutang! Kebiasaan berhutang untuk memenuhi gaya hidup konsumtif akan membuat Anda terperosok ke dalam lumpur hidup hutang yang tidak akan membiarkan Anda keluar hidup-hidup.

Gaya hidup konsumtif bukanlah sesuatu yang sulit untuk ditaklukkan, selama ada kemauan  dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, Anda pasti bisa.

Salam perubahan,

TJ