Wanita Inspirasi Membuat Gerakan Anak Petani Cerdas

2- AnakPetaniCerdas IKRAR 11

“Lebih baik menyalakan cahaya, daripada mengutuk kegelapan”

Itulah salah satu motto yang selalu dipegang oleh Heni Sri Sundani. Wanita kelahiran Ciamis, Jawa Barat, 2 Mei 1987 ini terlahir sebagai anak seorang buruh tani. Cita-citanya untuk bersekolah tinggi membawanya menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKI) . Sambil bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), Heni kuliah jarak jauh Diploma III jurusan Informatika.

Heni pun lulus dengan nilai terbaik. Belum puas, Heni kembali kuliah. Kali ini jurusan Manajemen di Saint Mary University Hongkong. Ia bekerja sebagai pengasuh anak, dan untungnya majikannya yang kedua sangat mendukungnya saat tahu Heni bekerja sambil kuliah.

Hasilnya, ia lulus dengan predikat Cumlaude dan pulang ke kampung halamannya dengan gelar sarjana di bidang Entrepreneurial Management.

Sepulangnya di Ciamis, ia melihat kondisi desanya yang masih sangat terbelakang dalam bidang pendidikan. Dari situlah Heni terpanggil untuk melakukan sesuatu. Ia percaya bahwa mengomel dan mengutuki situasi hanyalah pekerjaan sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa. Ia pun memilih untuk melakukan sesuatu bagi desanya, dengan semangat cinta tanah air.

“Wujud cinta kami pada negeri ini,  Membangun Generasi, Membangun Negeri”

Pada tahun 2013, bermodal dana pribadi dan jaringan kawan-kawan sesama TKI, Heni membentuk Komunitas Gerakan Anak Petani Cerdas dan mendirikan komunitas AgroEdu Jampang, yang berfokus pada bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Henny yakin pendidikan yang diemban oleh seseorang tidak akan pernah sia-sia. Baginya bersekolah itu sama dengan menanam. “Saya menganggap pendidikan itu seperti menanam; kita tidak bisa memanennya di hari yang sama. Tapi, setidaknya, kita jadi punya harapan. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dan saya telah membuktikan itu!” ucapnya.

Heni2

Kegiatan di AgroEdu Jampang Community Foto : Facebook AgroEdu

heni5

Pelatihan keterampilan komputer @Bogor #AnakPetaniCerdas Foto : Facebook AgroEdu

heni3

Kini, para penerima manfaat dari program-program komunitasnya tersebar di 40 kabupaten di Pulau Jawa dan Lombok.  Kini apa yang dilakukan Heni mulai mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar dan banyak pihak.

Bahkan Heni masuk kedalam 30 daftar 30 social-entrepreneur terbaik dunia yang berumur di bawah 30 tahun versi Forbes. Saat ini Heni dan Suaminya tinggal di Bogor.

Tautan : Heni Sri Sundari