Connect with us

Opini

Indonesia Hanya Membutuhkan 4 Orang Ini (1-2)

IndonesiaOne.org – Sumber daya manusia dalam suatu bangsa sangatlah penting. Ketika sumber daya manusia tersebut berkualitas, maka negaranya pasti akan semakin kuat dan maju. Kebutuhan akan “orang yang berkualitas” juga sangat diperlukan oleh Indonesia. Berikut ini adalah 4 jenis orang yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia :

  1. Orang Jujur

Saat ini kejujuran menjadi hal yang sangat langkah. Bayangkan saja jika seluruh orang yang di Indonesia memiliki sikap yang jujur. Pasti tidak akan ada krimininalitas dan tindak korupsi yang sering kita dengar belakangan ini. Oleh karena itu betapa pentingnya membangun budaya jujur sejak dini. Untuk hal tersebut terjadi setiap keluarga haruslah memainkan peranan penting ini. Karena sebagian besar manusia hidup di dalam satu keluarga. Disanalah biasanya nilai – nilai kehidupan yang benar ataupun jahat tertanam. Ketika keadaan bangsa sedang mengalami degradasi moral yang luar biasa, sangatlah tepat jika tiap – tiap keluarga dapat memulai menanamkan dan membiasakan budaya kejujuran sejak dini pada setiap anggota keluarga. Sehingga Indonesia tidak kekurangan persediaan generasi baru untuk dapat membangun bangsa.

  1. Orang Tulus

Kata ‘tulus’ mempunyai arti dalam kamus : sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dr hati yg suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas. Tidak semua orang adalah orang tulus. Tetapi tidak sedikit juga orang yang tulus hatinya. Kebutuhan bangsa akan orang tulus sangatlah mendesak. Karena Indonesia membutuhkan para menteri, pejabat dan seluruh aparatur negara yang tidak bekerja mencari keuntungan pribadi, melainkan dengan ikhlas membangun negeri. Tanpa adanya orang – orang tulus di bidang politik, pemerintahan, ekonomi dan lain – lain, maka kita akan melihat kehancuran dalam tiap aspek tersebut.

Baca artikel selanjutnya :Indonesia Hanya Membutuhkan 4 Orang Ini (3-4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

Antara Ada dan Tiada

Sekedar mengingatkan, di China khususnya kota Wuhan pernah mencapai 0 kasus Covid-19. Sejak Mei 2020 sampai 1 Januari 2021, tercatat tidak ada satu pun warga Wuhan yang terpapar. Bahkan mereka dapat merayakan tahun baru dengan sangat meriah seolah tidak pernah terjadi apa pun di kota tersebut.

Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo sudah menyampaikan, bahwa masyarakat harus sudah bersiap, bahwa Indonesia sedang berada dalam proses ‘pandemi’ menuju ‘endemi’. Artinya, Covid – 19 akan sama seperti Malaria dan juga Demam berdarah yang menjadi karakteristik dari suatu wilayah dengan frekuensi atau jumlah kasus yang rendah.

Menjadi suatu pertanyaan, apakah terlalu terburu – buru menyatakan sikap tersebut? mengingat kota Wuhan yang pernah mengalami 0 kasus. Artinya virus tersebut bisa hilang, atau daya tahan tubuh bisa meningkat drastis dan membuat terjadinya kekebalan.

Keoptimisan untuk menggapai angka 0 kasus perlu dibangun bersama, tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat. Ini waktunya perjuangan bersama dimulai untuk menyingkirkan ketakutan batin menghadapi ”makhluk” (Covid-19) antara ada dan tiada ini. Sehingga kelak nanti, ingatan mengenai pandemi ini dapat terhapus dari pikiran seluruh masyarakat Indonesia. Indonesia pasti bisa mencapai 0 kasus. Kapan waktunya hal tersebut akan terjadi? sikap pemerintah dan masyarakat sangat menentukan.

Continue Reading

Berita Umum dan Opini

Menggiring Mimpi Giring Menjadi Presiden RI

IndonesiaOne.org – Menjadi presiden merupakan cita – cita yang seringkali diucapkan oleh anak sewaktu kecil. Walaupun kenyataannya saat dewasa perubahan sering terjadi. Tapi semua orang ‘berhak untuk bercita – cita’ atau bermimpi. Itulah yang dilakukan oleh Giring Ganesha yang sedang bermimpi menjadi presiden dan mencoba meraihnya.

Mantan vokalis band Nidji tersebut mengaku memang kerap kali memiliki mimpi yang terwujud. Beliau menegaskan, bahwa memiliki band dan tour keliling kota juga pernah terwujud karena berawal dari suatu impian. Jadi jika itu semua terjadi mengapa harus takut bermimpi untuk menjadi presiden.

“Saya Giring Ganesha, memberanikan diri mewakili generasi saya, untuk maju sebagai presiden Republik Indonesia di 2024”.

Itulah statement dari vokalis yang cukup terkenal menyanyikan lagu ‘Laskar Pelangi’.

Lalu apakah PSI (Partai Solidaritas Indonesia) sanggup menggiring Giring menjadi presiden RI 2024? Tentunya pemilu masih panjang, tapi persiapan sudah bisa dilakukan. Bisakah giring menggiring opini publik bahwa dirinya sosok yang kredibel untuk memimpin Indonesia? Kita tunggu saja sepak terjangnya bagi masyarakat.

Dari sikap Giring kita bisa belajar, semua orang boleh bermimpi dan berhak menjadi pemimpin negara, tapi juga harus bangun dari tidur dan segera bertindak mewujudkannya. Pastinya, rakyat menantikan pemimpin yang berbeda dan membawa Indonesia keluar dari berbagai birokrasi kaku yang telah berakar sekian puluh tahun lamanya. Sanggupkah Giring meraih mimpinya, atau ada sosok lain yang lebih layak darinya? Pembuktian diri menjadi orang yang berdampak dan berguna bagi masyarakat lebih dinantikan daripada sekedar bermimpi.

 

Continue Reading

Opini

Surat Kejenuhan Mengenai Iklim Politik di Indonesia

IndonesiaOne.org – Iklim politik Indonesia di Media Sosial kian lama semakin membosankan. Lihat saja tokoh – tokoh yang sering muncul untuk menyatakan pendapat dan juga kritikan atau nyinyiran, itu – itu saja orangnya. Sebut saja Denny Siregar dari garis keras pendukung Jokowi. Lalu Rocky Gerung yang selalu membawa narasi kedunguan yang diarahkan ke pemerintah. Tidak ketinggalan Abu Janda, Fadli Zon, Rizal Ramli, dll. Ditambah lagi imbas pilpres 2019 antara kampret dan cebong yang masih terus bertikai sampai sekarang ini. Jadi apapun peristiwa, situasi, dan keadaan di negara kita, seolah masih terkotakkan dengan iklim pilpres masa lampau. Padahal itu adalah kotak usang yang harus kita singkirkan untuk mencapai kemajuan yang signifikan baik dalam kehidupan pribadi atau berbangsa.

Kotak itu berbau ambisi dan kehausan akan kekuasaan yang sangat tajam. Kotak itu juga bau kotoran dari mulut dalam bentuk hujatan, cercaan, dan hinaan. Kotak itu juga penuh kekerasan dan kebencian. Itulah kotak neraka yang masih terus memanasi kondisi politik di Indonesia! Apakah itu semua akan berakhir? Pasti! Sebab rasa jenuh terhadap kebencian, kemarahan, dan nyinyiran mulai dirasakan. Keinginan untuk merdeka dari kungkungan kota tersebut juga semakin kuat. Rasa ingin menikmati “ketenangan surgawi” di bumi Indonesia mulai sangat dibutuhkan.

Indonesia butuh iklim politik yang sehat. Kata – kata yang membangun, bukan saling hujat. Indonesia membutuhkan orang – orang yang kritis namun optimis. Kita butuh bergandeng tangan untuk membawa Indonesia semakin kuat. Siapa yang mau memulai? Harus dari kita yang sadar betapa “kotornya” iklim politik yang ada dan siap untuk membersihkannya.

Marilah kita memulai menjadi pribadi yang “berpengaruh”. Mungkin kita “orang kecil”, tapi berpikirlah dan berkatalah sebagai pribadi yang matang. Kita bisa memulai dari media sosial dengan memberikan harapan. Singkirkan segala hujatan, nyinyiran, dan hinaan yang sangat melelahkan jiwa. Berfokuslah untuk membangun hidup jadi lebih baik dan melakukan segala yang berguna untuk bangsa Indonesia. Berhentilah menjadi korban pilpres di masa lampau, sebab jaman sudah lebih maju yang membutuhkan pemikiran terbuka untuk hidup bisa tetap eksis. Kita semua sudah jemu dan bosan terhadap kejahatan mulut. Kita semua sudah muak terhadap sikap kasar. Biarlah nurani yang murni  mulai mengajarkan kita bertingkah sebagai manusia yang luhur dan memanusiakan sesama manusia. Mari segarkan kembali Indonesia kita dengan pikiran dan perasaan sebagai manusia yang sesungguhnya. Manusia yang beradab dan bermoral!

 

 

 

 

Continue Reading

Trending!!