Connect with us

Berita Umum dan Opini

KPK Menangis SBY Berdoa

IndonesiaOne.org – Putusan Praperadilan dalam kasus KPK vs Polri yang memenangkan Komjen Budi Gunawan mengundang banyak reaksi dari para tokoh politik. Tidak ketinggalan mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun SBY bereaksi sedikit berbeda dengan para politikus lainnya, beliau memilih menaikkan doa untuk Indonesia yang dituliskan dalam akun twitter dan facebook resmi miliknya sesaat setelah putusan tersebut diberitakan.

Berikut adalah doa dari SBY pada Senin (16/2) :

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Pemimpin, bangsa dan negara kami tengah Engkau uji sekarang ini. Tolonglah kami Ya Allah, beri pencerahan batin & kekuatan akal sehat kepada para elite & pemimpin bangsa, agar dapat mengambil pilihan yang tepat & bijak.

Dengan kekuasanMu pula ya Allah, semoga kemelut politik ini segera berakhir. Masih banyak tugas negara & pemimpin untuk rakyat Indonesia“.

HambaMu memohon, tuntunlah para pemimpin kami agar mengutamakan kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi masing-masing.

Ya Allah, kami malu mengatakan, di balik prahara ini, ternyata banyak kisah & drama yang berkaitan dengan nafsu untuk meraih kekuasaan.

Tak semua cerita di balik layar itu kami ketahui. Tetapi Engkau Maha Tahu. Karenanya, setelah Kau berikan pelajaran, tolonglah kami.

Meskipun banyak yang berkuasa di negeri ini, tetapi Engkaulah yang Maha Kuasa. Bimbinglah agar kekuasaan mereka digunakan dengan benar.

Berita Umum dan Opini

14 Poin Aturan PPKM Darurat di Jawa dan Bali

PPKM Darurat diberlakukan dari tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021. Berikut 14 Poin Aturan :

1. 100% Work from Home untuk sektor non essential

2. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring

3. Untuk sektor essential diberlakukan 50% maksimum staf Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan.

a. Cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan
komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid19, serta industri orientasi ekspor.

b. Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

 c. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen); untuk apotik dan toko obat bisa buka full selama 24 jam.
4. Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.
5. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).
6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% (seratus persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;
7. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.
8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara;
9. Kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara;
10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;
11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi; Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.
12. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.
13. Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker.
14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.
Continue Reading

Berita Umum dan Opini

Tidak Perlu Lockdown!!

IndonesiaOne.org – Seruan untuk ‘lockdown’ kembali dikumandangkan kepada pemerintah dari Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban. Ia menilai tidak ada kata terlambat untuk menerapkan lockdown.

“Apakah menerapkan lockdown atau apapun namanya yang mewakili kedaruratan telat jika dilakukan sekarang? Tidak ada kata telat ketimbang setengah-setengah tapi kita terseret masalah sama berbulan-bulan tanpa perbaikan,” kata Zubairi melalui cuitan di akun twitter pribadinya @ProfesorZubairi yang telah dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Jika penerapan lockdown diikuti oleh pemerintah, maka sektor perekonomian akan runtuh. Oleh karena itu presiden RI, Joko Widodo menegaskan lebih memilih PPKM mikro untuk mengatasi gelombang baru Corona di Indonesia.

Berikut pernyataan lengkap Joko Widodo :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak/ibu dan saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, kita masih harus menghadapi ujian berat, menghadapi cobaan berat, karena beberapa hari terakhir ini wabah COVID-19 kembali merebak, kembali meningkat, dan juga adanya varian baru yang lebih mudah menular.

Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan baik pribadi, kelompok, ataupun masyarakat, termasuk usulan untuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yang sangat pesat.

Kita ketahui bersama bahwa kenaikan kasus positif yang tajam menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga semakin meningkat.

Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, dan kondisi politik di negara kita Indonesia, dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain.

Dan, pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas.

Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro?

Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan COVID-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat.

Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat. Untuk itu, tidak perlu dipertentangkan.

Jika PPKM Mikro terimplementasi dengan baik, tindakan-tindakan di lapangan yang terus diperkuat, semestinya laju kasus bisa terkendali. Persoalannya, PPKM mikro saat ini belum menyeluruh dan masih sporadis di beberapa tempat.

Untuk itu saya minta kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk meneguhkan komitmennya, mempertajam penerapan PPKM mikro, optimalkan posko-posko COVID-19 yang telah terbentuk di masing-masing wilayah desa atau kelurahan.

Fungsi utama posko adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar disiplin 3M: Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan. Kedisiplinan 3M menjadi kunci. Dan, menguatkan pelaksanaan 3T: Testing, Tracing, Treatment hingga ke tingkat desa.

Oleh sebab itu mari kita semua lebih berdisiplin, disiplin yang kuat menghadapi wabah ini. Wabah ini masalah yang nyata. Penyakit ini tidak mengenal ras maupun diskriminasi. Setiap orang tidak peduli asal-usulnya, status ekonominya, agamanya, maupun suku bangsanya, semuanya dapat terkena. Ini penyakit yang tidak melihat siapa kita. Jika kita tidak berhati-hati dan tidak disiplin menjaga diri, kita bisa kena.

Bapak/ibu, saudara-saudara yang saya hormati.

Jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin, segera ambil, jangan ada yang menolak, karena agama apapun tidak ada yang melarang vaksin. Ini demi keselamatan kita.

Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini. Kita harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi. Maka, sebelum itu tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri, terutama memakai masker.

Dan, saya minta satu hal yang sederhana ini: tinggal di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

Hanya dengan langkah bersama kita bisa menghentikan wabah ini. Semua orang harus berperan-serta, semua warga harus ikut berkontribusi, tanpa kesatuan itu kita tak akan mampu menghentikan penyebaran COVID.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita semuanya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Continue Reading

Berita Umum dan Opini

Memahami Jumlah Angka Terpapar Covid – 19 di Indonesia

IndonesiaOne.org – Update terakhir (data WHO) pada tanggal 28 Juni 2021 mengenai angka terpapar, sembuh, dan meninggal akibat Covid – 19 adalah ; 2.135.998 (positif), 1.859.961 (sembuh), 57.561 (meninggal).

Ketahuilah bahwa angka positif yang dituliskan tersebut merupakan angka akumulatif sejak kasus awal terjadi di Indonesia. Begitupun angka kesembuhan, itu juga adalah angka akumulatif. Yang meninggal pun merupakan angka akumulatif. Jadi untuk menyimpulkan jumlah yang masih positif per tanggal 28 Juni 2021 adalah : 2.135.998 – 1.859.961 – 57.561 = 218.476 kasus aktif.

Untuk angka meninggal per tanggal tersebut adalah : 423 (data gugus tugas Covid – 19). Sedangkan angka kesembuhan : 9.480.

Cara memahami pembacaan dan pemahaman dari suatu berita sangat menentukan perasaan yang akan muncul.

Ketakutan hanya akan membuat imun tubuh menurun, tapi rasa optimis justru membuat daya tahan tubuh meningkat. Kenali suatu berita, pahami, dan lihatlah dari sudut pandang yang membuat diri kita tetap optimis!

Continue Reading

Trending!!