Connect with us

Inspirasi

Ramalan Sampah 

IndonesiaOne.org – Ramalan Sampah!! Banyak orang yang mulai ‘bergerak’ dalam dunia ramal meramal. Selain menghasilkan uang, tentunya menjadi hiburan tersendiri di tengah masyarakat. Banyak yang senang jika diramal sesuatu yang baik. Tapi sebaliknya, banyak yang akhirnya takut jika diramalkan hal buruk yang akan terjadi.

Terlepas dari benar atau salahnya suatu ramalan, kita harus segera menyadari bahwa kehidupan kita bukan ditentukan oleh ramalan, melainkan oleh Tuhan. Anggap saja segala ramalan buruk merupakan sampah. Bagaimana dengan ramalan yang baik? ya tetap saja sampah. Karena sebenarnya “ramalan” merupakan “tebak – tebakan” dari hasil perhitungan sebab akibat, peristiwa, situasi dan kondisi. Jadi tidak ada ramalan yang benar – benar persis sama seperti yang diramalkan. Semuanya bersifat tafsiran dan anggapan serta pengertian masing – masing orang. Apalagi jika yang meramal adalah orang – orang yang hidupnya ngaur dan tidak menunjukkan integritas! Jangan percaya orang – orang seperti itu.

Khususnya orang – orang yang meramal Indonesia akan hancur, rusuk, presiden dilengserkan, dll. Itu bukanlah suatu ramalan, bisa jadi itu adalah provokasi. 

Baca juga : Ini Dia Mesin Waktu Ke Masa Depan

Lalu siapa yang harus kita dengarkan? Ya jelas orang – orang yang tidak meramal. Melainkan mereka yang memberikan solusi dan jawaban realistis untuk suatu kemajuan. Bukan menakut – nakutkan, melainkan penuh keoptimisan yang memberikan pengharapan. Pokoknya kita harus mendefinisi setiap ramalan adalah sampah!! Jadi tidak perlu dipikirkan, apalagi jika diyakini. Jangan dekatkan diri kita kepada sampah, melainkan hanya kepada Tuhan.

Hampir semua orang ingin mengetahui seperti apakah masa depan mereka nantinya hingga berbagai cara pun dilakukan seperti mempercayai ramalan bintang dan sebagainya. Tetapi jika kamu melakukan hal itu maka sesungguhnya kamu sama saja memberi diri untuk menerima nasib yang jauh lebih rendah dari yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta padamu.

Lalu bagaimana cara masuk kedalam masa depan kita masing-masing ??

Caranya adalah dengan menggunakan teknologi ‘The Power Of Imagination’ atau kekuatan dari sebuah imajinasi. Yang dimaksudkan adalah bukanlah hanya berkhayal belaka, namun kamu mengetahui bagaimana menggunakan dan mengaktifkan kekuatan imajinasi itu.

Setiap imajinasi yang muncul dalam pikiran kita mengenai masa depan harus diresponi dengan tepat yakni memperkatakan imajinasi tersebut pada diri sendiri hingga imajinasi itu menjadi sebuah keyakinan dalam diri kita. Jika imajinasi yang muncul dalam pikiran kita berasal dari sebuah kebenaran maka kita harus terus memperkatakan apa yang kita yakini dari imajinasi tersebut.

Imajinasi seperti inilah yang akan menjadikanmu sebagai pribadi yang terus alami sebuah terbosan serta kemenangan dalam setiap aspek hidupmu. Saat kamu terus tekun mengimajinasikan dan memperkatakan keyakinanmu akan masa depanmu yang gilang gemilang maka sesungguhnya sedang mempercepat untuk kamu dapat merasakan masa depan yang penuh dengan pengharapan pada saat ini juga.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi

Dalam Bisnis Kawan pun Dimakan!

Bisnis itu Kejam

Dunia bisnis itu kejam, ga kenal kawan ataupun lawan, ga kenal perasaan, semua pesaing bisnis pasti dilibas..

Itulah kehidupan dunia bisnis yang selama ini kita kenal. Kawan saja bisa dimakan, demi keuntungan bisnis semata. Tidak ada yang namanya hati nurani di dalam dunia bisnis.

Padahal sejatinya, dunia bisnis sebetulnya tidak terpisahkan dari hati nurani dan etika dalam bekerja. Ideologi dasar berbisnis adalah mencari keuntungan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Itulah sebabnya hati nurani seharusnya menjadi “rambu-rambu” yang terpasang di dalam hidup setiap manusia, yang memberikan sinyal untuk kita mengenali hal-hal mana yang boleh dilakukan dan hal mana yang tidak boleh kita lakukan dan harus kita hindari.

Seseorang yang menggunakan nurani dalam berbisnis, tidak akan pernah memakai fasilitas dan jabatan yang ia miliki hanya untuk memperkaya diri sendiri diatas kerugian dan kesengsaraan orang lain.

Persoalannya, seringkali keuntungan materi dan pertimbangan logis (hitung-hitungan) seringkali menyajikan data bahwa cara-cara yang tidak etis, curang, dan egois justru memberikan keuntungan materi yang jauh lebih banyak dibandingkan cara-cara yang terhormat.

Disinilah manusia dihadapkan dengan pilihan, apakah tetap mempertahankan integritas dan kemurnian hati nuraninya, atau justru mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dengan jalan curang yang mengorbankan integritas dan hati nuraninya.

Hati nurani yang terus dilanggar akan membuat suara hati nurani orang itu menjadi mati, ia pun menjadi terbiasa dengan tindakan yang salah dan tidak lagi merasa salah. Barulah jika kesalahannya itu terbongkar, ia akan mengaku “khilaf” melakukannya untuk menutupi rasa malu atau menarik simpati orang lain.

Continue Reading

Inspirasi

Berubah itu Mudah

Seringkali dalam sebuah profesi yang kita sedang jalani menuntut perubahan, dan kita akan kesulitan beradaptasi jika tidak memiliki paradigma yang mencintai perubahan.

Menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang untuk membangun mentalitas mencintai perubahan, karena memang lebih nyaman bagi seseorang untuk tetap diam di posisinya dan menghindari hal-hal atau tantangan yang baru.

Untuk dapat memiliki mentalitas yang mencintai perubahan, kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan, sehingga kita tidak akan mengalami kendala untuk berubah. 

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana, misalnya mencoba rute alternatif saat pulang atau pergi kerja, atau mencoba resep makanan baru yang belum pernah kita coba, atau jika setelah pulang kerja kita terbiasa menonton tv di sofa, kali ini lakukanlah hal yang baru seperti berolahraga atau membaca buku.

Pada awalnya alam bawah sadar kita akan memberi sinyal “tidak nyaman”, bahwa ini adalah hal di luar rutinitas kita. Tetapi setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri melakukan hal di luar rutinitas kita, maka secara perlahan rasa tidak nyaman itu akan hilang dan kita mulai bisa menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut.

 Dari hal-hal yang sederhana, pikiran kita mulai terbiasa untuk berpikir “out of the box”, keluar dari limitasi yang tanpa sadar selama ini kita miliki. Kita pun mulai mendapati bahwa ada banyak hal-hal yang menarik dari sesuatu yang baru dan secara perlahan kita mulai berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Keteraturan vs mencintai perubahan.

Mencintai perubahan bukan berarti hidup kita jadi sembrono dan tidak terkontrol begitu saja, kita memang harus terus memiliki keteraturan dalam hidup ini.

Yang menjadi poin adalah, jangan ijinkan pola hidup teratur yang kita miliki menjadi “penjara” bagi hidup kita, tapi jangan juga mentalitas mencintai perubahan membuat kita tidak menata hidup kita. Keduanya harus seimbang dan menjadi 1 paket yang terbangun dalam hidup kita.

Continue Reading

Inspirasi

Kenapa Saya Minder ?

Ada banyak orang yang sering merasa minder, tanpa tahu apa sebenarnya alasan mereka minder.

“Udah bawaan dari sononya” gitu katanya.

Padahal, seseorang menjadi minder pasti selalu memiliki alasan dibaliknya. Pada umumnya hal itu disebabkan oleh sesuatu hal di masa lalunya, akibat dibesarkan di keluarga yang kurang suportif, dan tidak pernah dilatih untuk tampil di depan umum.

Sebetulnya orang-orang yang terkenal, para pembicara hebat yang sering berbicara di hadapan ribuan orang, juga memulai dari titik yang sama. Mereka gugup, jantung berdebar, ataupun mulut kaku saat hendak berbicara di depan umum. Perbedaannya adalah, mereka terus mencoba, semakin ahli dan terbiasa dan seiring waktu mereka memiliki “jam terbang” yang lebih dari orang-orang lainnya.

Kekuatiran adalah tembok penahan.

Ketakutan dan kekhawatiran yang menahan kita melakukan hal-hal baru atau menciptakan peluang di tengah tantangan sebetulnya hanyalah ketakutan fiktif.

Hal itu disebabkan karena kita terlanjur memiliki jalan berpikir dan mentalitas yang negatif. Melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar selalu mengirim sinyal alarm yang menahan kita untuk melangkah maju.

Efek trauma masa lalu.

Mentalitas negatif dan kekhawatiran juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang mendalam/membekas sehingga seseorang memiliki rasa takut untuk hal tersebut terulang.

Untuk itu kita harus belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dan mencari akar masalahnya. Jika hal tersebut terjadi karena kelalaian kita sendiri, maka kita harus memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali.

Jika hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, maka kita hanya perlu lebih waspada. Dengan demikian kita dapat menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma.

Seringkali orang yang pernah mengalami trauma akan menjadi terlalu waspada dan khawatir berlebihan, namun sebetulnya dalam setiap peristiwa yang kita alami, kita selalu dapat mengkalkulasi resiko yang ada. 

Menanggulangi efek trauma.

Kembali, untuk menanggulangi trauma yang “tersimpan” di alam bawah sadar, kita harus mengedit ulang alam bawah sadar kita dengan teknik afirmasi (memperkatakan perkataan positif + membayangkannya)

Kita juga dapat melakukan rasionalisasi peristiwa trauma tersebut dan menganalisanya serta mencari solusi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak besar bagi diri kita dan mulai membersihkan “File” dalam alam bawah sadar kita serta mengklasifikasikan trauma tersebut sebagai “special case” saja, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Continue Reading

Trending!!