Connect with us

Inspirasi

10 Ciri Seseorang Yang Ternyata Hatinya Sedang Terluka !

IndonesiaOne.org – Banyak peristiwa dan keadaan yang terjadi di dalam kehidupan kita sebagai manusia. Dan yang tidak sedikit juga diantara kita yang ternyata memiliki konflik batin ataupun hati yang terluka karena peristiwa yang terjadi dalam diri kita masing-masing.

Kita pun harus menyadari bahwa sangat penting untuk kita mengetahui apakah kita sedang mengalami hati yang terluka atau tidak. Jika kita salah satu orang yang berkonflik, maka kita pun harus dengan segera memberesi hal tersebut. Karena jika tidak, kita akan terus alami kehidupan yang penuh dengan pergumulan dan permasalahan yang berat.

Mungkin salah satunya kamu termasuk seseorang yang terluka tapi kamu tidak menyadari hal itu. Nah coba kamu cek dirimu melalui 10 ciri orang yang sedang alami konflik batin atau hatinya sedang terluka, menurut Steven Agustinus seorang Potential Explorer dan Motivasional :

1.  Kamu Sering Mengalami Munculnya Gangguan Pemikiran-pemikiran Negatif : Ketakutan, Keraguan, Intimidasi, Kekuatiran dan Sebagainya

weheartitdotcomDalam menghadapi satu permasalahan, kamu lebih sering mengeluarkan emosi negatif yang mempengaruhi setiap pemikiran dan perasaanmu. Sehingga membuat rasa damai sejahtera dan ketenangan itu seakan-akan tidak memiliki tempat dalam dirimu.

Bahkan dalam menilai segala sesuatu, kamu selalu mengukurnya dari sisi negatif yang ada di pola pikirmu. Dan biasanya kamu akan lebih memilih jalan alternatif yang cepat dan ‘kotor’ jika memang kamu rasa itu adalah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah.

2.  Kita Sering Merasakan Munculnya Rasa Lelah yang Tidak Pada Tempatnya

imgbuddydotcomMeskipun kamu sudah cukup tidur atau beristirahat, tetapi kamu selalu sering dengan mudah merasakan kelelahan fisik. Kekuatan energimu seperti selalu ‘bocor’ atau vitalitas kehidupan yang kamu miliki ‘terbuang’ begitu saja.

Sebenarnya hal tersebut terjadi karena energimu terbuang sia-sia oleh emosi-emosi negatif yang keluar dari dalam dirimu.

Penelitian mengatakan bahwa saat seseorang sedang marah, sesungguhnya ia sedang membuang vitamin C hingga mencapai 2500 mg atau setara dengan 5 kg jeruk di dalam tubuhnya.

Maka dari itu tidak heran jika kamu mengalami emosi yang negatif maka kamu akan selalu merasakan rasa lelah yang tidak pada tempatnya. Namun yang harus kamu cari tahu adalah akar dari masalah ini yaitu hatimu yang sesungguhnya sedang alami luka atau konflik batin.

3.  Kamu Sering Dibayangi Oleh Ketawaran Hati, Trauma Atas Berbagai Peristiwa Negatif yang Pernah Kamu Alami

pinterestdotcomimage via : www.pinterest.com

Biasanya kamu akan sering menjadi seorang yang pesimis atau mudah putus asa dan selalu bersikap serta menilai sesuatu didasari dari tidak adanya harapan yang baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dsb).

Sesungguhnya tanpa kamu sadari, kamu menyimpan trauma yang dikarenakan konflik batin atau hatimu terluka atas suatu kejadian negatif yang kamu alami di masa lalu. Atau mungkin sakit hatimu itu terjadi akibat tindakan buruk orang lain secara sengaja ataupun tidak sengaja kepadamu. Pada akhirnya hal itu mencetak dirimu menjadi pribadi yang selalu tawar hati atau pesimis dalam menghadapi satu masalah.

4.  Kamu Mengalami Kesulitan Untuk Bergaul dan Mempercayai Orang Lain

shutterstockdotcomimage via : www.shutterstock.com

Tanpa disadari bagi kamu yang ternyata hatinya terluka akan susah untuk bergaul dan percaya kepada orang lain khususnya para pemimpin atau orang-orang yang memiliki otoritas atas hidupmu. Kamu selalu memiliki rasa curiga kepada orang lain dan bahkan bisa beranggapan bahwa setiap kebaikan yang diberikan orang kepadamu akan selalu ada maksud buruk didalamnya.

Kamu pun tidak suka dengan keramaian dan lebih cenderung untuk mulai atau sering mengisolasi diri dari orang lain. Akhirnya sikap individual yang mementingkan diri sendiri tanpa harus peduli dengan keberadaan orang lain pun menjadi  gaya hidupmu.

5.  Kamu Mengalami Kesulitan Untuk Menetapkan atau Merancang Masa Depanmu

discshopzerodottumblrdotcomimage via : discshopzero.tumblr.com

Kamu sering mengalami kesulitan untuk melihat dan merancang masa depanmu. Kamu seperti orang yang sedang kehilangan tujuan hidup dan cenderung hanya sekedar menjalani hidup belaka.

Bahkan meskipun kamu bekerja mencari penghasilan, itu semua kamu lakukan hanya untuk menjadi orang kaya tanpa pedulikan apa yang sebenarnya yang menjadi tujuan hidupmu di dunia ini yang sesungguhnya.

6.  Kamu Menjadi Pribadi yang Sangat Sensitif

favimdotcomimage via : favim.com

Bagi kamu yang ternyata terluka hatinya akan lebih sensitif atau sangat mudah untuk mengeluh, tersinggung, dan kecewa oleh hal-hal yang sepele. Emosi, perasaan dan pikiranmu akan selalu diganggu dengan berbagai peristiwa yang kamu anggap menyakitimu.

Kamu cenderung memiliki sifat yang tempramental dimana emosimu yang suka meledak-ledak atau tidak terkontrol. Apabila ada satu peristiwa yang tidak sesuai dengan pola pikirmu maka kamu akan merasa marah dan tersinggung.

Kamu juga selalu cenderung menyalahkan orang lain atau peristiwa yang ada disekitarmu. Hal ini terjadi karena orang tersebut masih memiliki pemikiran bahwa apa yang kamu lakukan telah benar dan baik dibanding orang lain.

Padahal hal itu bersumber dari pemikiran apa yang kamu anggap BAIK saja tetapi belum tentu hal tersebut adalah sebuah kebenaran.

7.  Kamu Mulai Memunculkan Kecenderungan Untuk Menjadi Egois

iwastesomuchtimedotcomimage via : iwastesomuchtime.com

Kamu akan terus menuntut untuk diutamakan dibanding dengan yang lain, seperti contoh kamu akan menuntut untuk diperhatikan secara extra atau lebih, menuntut untuk keinginannya selalu diikuti dan lain sebagainya.

Alasan kamu menjadi seperti itu adalah karena adanya rasa kosong didalam hatimu yang membuat kamu berusaha terus untuk mengisi kehampaan tersebut dengan perhatian lebih dari orang-orang yang ada di sekitarmu ataupun keinginan-keinginanmu yang harus terpenuhi.

Sesungguhnya kekosongan yang ada di hatimu diakibatkan karena adanya luka atau konflik batin yang tidak kamu sadari. Sehingga usaha apapun yang kamu lakukan untuk menutupi kekosongan itu tidak akan pernah bisa mencukupi rasa “PUAS” didalam dirimu.

“Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”

Kepuasan batiniah manusia tidaklah bisa di isi dengan sesuatu yang sifatnya ke-egoan pribadi, namun hanya bisa dipuaskan oleh Tuhan dan kehidupan yang berdampak positif bagi kepentingan orang banyak.

8.  Kita Mulai Sering Mengucapkan Kata-Kata yang Bernada Sinis atau Meremehkan

gurldotcomimage via : www.gurl.com

Kamu akan selalu mencibir dan merendahkan kehidupan iman maupun pernyataan iman yang dimiliki oleh orang lain. Kamu selalu beranggapan bahwa keyakinan yang dilakukan oleh orang lain adalah sebuah kesia-siaan karena kamu akan selalu menilai segala sesuatu dari fakta kehidupan yang sedang terjadi.

Kamu cenderung mengandalkan uang yang kamu miliki sehingga saat ada orang lain yang berketetapan untuk hidup benar dalam mendapatkan penghasilan maka kamu akan mulai merendahkan keyakinan orang tersebut. Karena baginya hal tersebut tidaklah masuk akal dan tidak mungkin bisa dilakukan ditengah zaman seperti ini.

Pada dasarnya kamu adalah orang yang hatinya penuh dengan kekecewaan dan sakit hati oleh suatu kejadian ataupun orang lain. Kemudian sakit hati tersebut menimbun menjadi ‘bukit’ konflik batin didalam dirimu. Pada akhirnya membuat kamu menjadi pribadi yang selalu berkata-kata kasar, sinis dan meremehkan orang lain.

“Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati…”

9.  Kamu Memiliki Kecenderungan Untuk Dengan Sengaja Melanggar Suara Hati Nurani Yang Murni dan Juga Prinsip Nilai Kebenaran Hidup yang Sejatinya

buildingabrandonlinedotcomimage via : buildingabrandonline.com

Kamu akan cenderung mengikuti ke-egoanmu dan menyingkirkan suara nurani dalam dirimu. Bahkan kamu akan menerobos nilai-nilai hidup yang kamu anggap menghalangimu untuk mendapati apa yang kamu inginkan.

Dan pada akhirnya terbentuklah satu filosofi hidup yang bertentangan dengan suara nurani ataupun prisip nilai hidup yang sebenarnya. Dimana filosofi hidup tersebut mengajarkan serta menuntutmu untuk melakukan berbagai tindakan meski harus dengan cara kotor ataupun mengorbankan integritasmu hanya demi mendapatkan apa yang kamu inginkan.

10.  Kamu Mulai Dengan Sengaja Menghindari Perkumpulan/ Komunitas atau Orang-Orang yang Mempunyai Kebiasaan yang Positif

presenttruthmissiondotcomimage via : presenttruthmission.com

Kamu akan merasa lebih nyaman berkumpul dengan orang-orang yang juga memiliki sifat yang sama sepertimu. Dimana perkumpulan tersebut adalah orang-orang yang sesungguhnya juga memiliki konflik batin sepertimu.

Kamu akan selalu menghindari perkumpulan orang yang mempunyai kebiasaan yang positif karena bagimu orang-orang seperti itu merupakan orang yang naif atau bahkan munafik di tengah zaman seperti ini yang tidak memungkinkan untuk orang hidup dengan cara yang benar.

Seperti contoh, tidak heran jika orang yang suka bergosip suka berkumpul dengan kumpulan penggosip yang suka membicarakan kejelekan atau kelemahan orang lain. Contoh lainnya, orang yang sudah sering melakukan cara kotor dalam dunia bisnis akan selalu menghindari atau bahkan membenci orang-orang yang justru sedang memperjuangkan tindakan anti korupsi ataupun anti cara kotor.

Dan itulah 10 ciri orang yang hatinya terluka menurut Steven Agustinus. Apabila ternyata terdapat salah satu ciri tersebut didalam dirimu, maka pastikan kamu membuka hati untuk mengalami perubahan dalam hidupmu. Dan mulai menyingkirkan setiap ke-egoan yang ada karena sesungguhnya saat kamu melakukan hal itu, kamu sedang memastikan masa depanmu penuh dengan keberuntungan serta kebahagiaan. (so)

Penulis : Sherlynda Oktavia

Inspirasi

Inilah dia Pria Sejati!

Sosok seorang pria selalu identik dengan kepemimpinan dan sosok pribadi yang tangguh.

Mereka seringkali diharapkan untuk membawa harapan dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi suatu lingkungan.

Tapi ironisnya, justru seringkali sosok pria juga yang menjadi perusak dan penghancur suatu kehidupan.

Ada banyak kehancuran rumah tangga dan kasus kriminalitas yang justru dilakukan oleh kaum Pria. Semua itu terjadi karena banyaknya pria yang belum menjadi seorang pria yang utuh.

Hal itu seringkali disebabkan oleh karena Absennya Figur seorang ayah/pria yang menjadi teladan dalam hidupnya, atau bahkan memberikan contoh yang buruk dengan sifat-sifatnya yang pemarah, tukang pukul, mabuk-mabukan, berjudi, dan main perempuan. Sayangnya, perilaku buruk tersebut biasanya menimbulkan efek pada anak lelaki yang kelak akan menjadi pria dewasa juga. Hal itu bagaikan rantaian sifat buruk yang terus berkesinambungan.

Karena itu, jika kamu adalah seorang pria yang masih menyimpan ganjalan terhadap figur seorang pria / ayah, maka tidak ada jalan lain selain melepaskan pengampunan dan berdamai dengan hal tersebut.

Dengan jalan tersebut, kamu akan bisa menerima dirimu sendiri dan terus berubah ke arah yang lebih baik menjadi seorang pria yang utuh.

Inilah beberapa karakteristik seorang pria yang utuh menurut Indonesiaone :

1. Penuh respek/hormat.

Seorang pria yang utuh akan selalu menaruh hormat/respek kepada siapapun. Mereka memandang dan memperlakukan wanita dengan penuh hormat sama seperti mereka memandang ibu/adik mereka. Mereka juga hormat kepada orang yang lebih tua, serta mengayomi orang-orang yang lebih muda dari mereka.

2. Bertanggung jawab.

Mereka tahu apa yang menjadi tanggung jawab mereka, serta dapat dipegang setiap omongannya. Mereka selalu berusaha menghadirkan rasa aman dan tentram kepada orang sekitar dan orang-orang yang mereka sayangi.

3. Rela berkorban.

Sikap yang satu ini adalah salah satu ciri dari seorang pria yang utuh. Jika seorang kanak-kanak seringkali masih egois dan memikirkan dirinya sendiri, seorang pria yang utuh akan dengan sukarela berkorban dan mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri.

4. Mengendalikan emosi.

Sebagai kaum yang relatif memiliki fisik lebih kuat dibandingkan kaum wanita, pria yang utuh tahu cara mengendalikan emosinya dan selalu dapat berpikir jernih dalam setiap keadaan.

Nah Sobat Indonesiaone, apakah kamu memiliki salah satu dari 4 karakteristik tersebut ?

Semakin banyak munculnya para pria yang utuh, pasti akan membawa perubahan bagi keluarganya, lingkungan sekitar, bahkan bagi banyak orang lainnya.

Dalam video-video berikutnya kami akan mencoba menjelaskan dengan lebih mendalam masing-masing dari karakter tersebut. Semoga video ini bermanfaat…

Continue Reading

Inspirasi

Uang dapat membeli segalanya

Uang adalah salah satu elemen penting dalam hidup manusia modern saat ini.

Semua orang membutuhkan uang dalam kehidupannya sehari-hari, untuk membeli bahan pangan, membeli pakaian, membayar iuran listrik, dan memenuhi kebutuhan harian lainnya. Begitu pentingnya uang bagi manusia modern, hingga muncul statemen ini :

“Uang bisa membeli semuanya, termasuk kebahagiaan.”

Pernyataan barusan memiliki dasar pemikiran, jika kamu bisa membeli barang-barang yang kamu suka, pergi ke tempat favoritmu, atau membayar jasa untuk kegiatan yang sangat kamu sukai, dan hal-hal itu membuatmu senang, artinya uang dapat membeli kebahagiaan.

Tapi benarkah seperti itu ?

Beberapa orang ahli yang mempelajari kesehatan mental manusia, menemukan kesimpulan bahwa uang hanyalah salah satu faktor/variabel kecil yang menentukan kebahagiaan seseorang. Mereka justru menemukan beberapa faktor lain yang menjadi faktor utama yang menentukan kebahagiaan seorang manusia, yaitu :

1. Tingkat rasa syukur.

Rasa syukur yang dimiliki seorang manusia memiliki korelasi positif dengan tingkat kebahagiaan yang ia miliki. Mereka juga menyimpulkan bahwa rasa syukur yang tinggi tidak dicapai lewat tingkat kekayaan seseorang, melainkan sudut pandang seseorang terhadap apa yang ia miliki dalam hidupnya.

2. Pengalaman hidup.

Orang yang memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi, memiliki banyak pengalaman yang berkesan dan berharga dalam hidupnya. Penelitian ini juga menyimpulkan, bahwa orang yang mengeluarkan uang untuk “membeli” pengalaman mendapatkan rasa kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan membeli suatu barang.

3. Hubungan sosial.

Hubungan sosial dengan keluarga, teman dan rekan kerja memiliki korelasi yang tinggi dengan kebahagiaan seseorang. Mereka yang memiliki hubungan yang baik dengan orangtua dan keluarga memiliki rasa aman yang sangat tinggi dalam dirinya.

4. Keimanan seseorang.

Aspek spiritual memiliki hubungan yang sangat erat dengan kebahagiaan seseorang. Orang-orang yang memiliki hubungan yang baik dengan pencipta-Nya memiliki hati yang tentram dan damai. Para ahli menyimpulkan, bahwa mereka mendapatkan ketenangan dan kedamaian itu dari rasa bergantung kepada Tuhan sebagai pribadi/entitas yang lebih tinggi dan berkuasa daripada manusia, yang menghasilkan rasa tentram dan bahagia yang tidak dapat diganggu oleh hal apapun.

Beberapa hal barusan menggambarkan kepada kita bahwa rasa bahagia memang tidak dapat dibeli, karena rasa bahagia bukanlah berasal dari hal-hal yang eksternal, melainkan muncul dari dalam diri manusia.

Continue Reading

Inspirasi

Pikiran Positif MENENTUKAN masa depan kita

Pikiran Positif

Sadar ataupun tidak, seringkali emosi kita menjadi negatif akibat beratnya tekanan hidup yang ada. Kita menjadi lemah, kehilangan harapan dan bahkan enggan melanjutkan kehidupan.

Seandainya saja kita tahu cara keluar dari segala persoalan hidup yang ada, maka kita akan semakin antusias menatap masa depan yang gilang gemilang. Kabar baiknya, cara itu ternyata sangatlah mudah untuk dilakukan, dan tanpa biaya yang mahal.

Kita hanya perlu untuk melatih diri kita untuk mengeluarkan kata-kata yang positif dari mulut kita.

Hindari setiap umpatan, omelan, kekesalan atau kemarahan dan biasakan mulut kita untuk selalu bersyukur dan mengatakan

Hari ini selalu ada harapan, Tuhan itu ada. Tuhan masih terus bekerja menjadikan segala sesuatunya menjadi indah.”

Memang masalah tidak akan hilang dalam semalam seinstan yang kita kira. Tetapi hal itu perlu dilakukan dengan ketekunan. Semakin sering kita memperkatakan hal yang positif, secara sendirinya emosi kita akan menjadi positif.

Latihan ini harus kita lakukan setiap hari menjadi gaya hidup. Terlebih saat kita mengalami kejadian yang buruk atau pikiran kita sedang kacau. Setiap perkataan positif yang kita ucapkan akan menertibkan pikiran kita untuk kembali memikirkan hal-hal yang positif.

Sebagai akibatnya, setiap keputusan yang kita ambil akan menjadi solusi jitu terhadap permasalahan yang sedang terjadi.

Pernahkah kamu melihat seorang pianis bermain piano dengan mata tertutup atau seorang petenis yang dapat memukul bola yang sangat cepat ? Hal itu disebabkan karena pikiran manusia dapat “dilatih” memunculkan gaya reflek.

Semakin sering kita bertekun memperkatakan dan memikirkan hal-hal yang positif, “reflek” dalam hidup kita akan selalu positif, sehingga kalaupun ada situasi buruk menimpa kita, kita selalu menyingkapinya dengan positif dan dengan tenang mencari jalan keluarnya.

Percayalah, kenestapaan dan beratnya tekanan hidup yang ada “diizinkan” oleh Tuhan agar kita menjadi pribadi yang jauh lebih kuat, dan tentunya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Jika ada orang yang bersalah kepada kita, maafkanlah orang tersebut. Sebaliknya, jangan sungkan untuk meminta maaf jika kita juga berbuat salah pada orang lain. Dengan cara itu kita dapat menjaga atmosfir hidup kita tetap positif dan bersukacita. Suatu saat, kita akan heran sendiri melihat bagaimana Tuhan membuat segala sesuatu dalam hidup kita berakhir dengan happy ending.

Jika kita belum happy, artinya belum ending, jika belum ending artinya Tuhan masih terus bekerja..

Jadi, sobat Indonesiaone, teruslah berharap dan jangan jemu-jemu memperkatakan dan memikirkan hal-hal yang positif. Awali setiap hari dengan doa, lewati setiap jam dengan ucapan syukur, dan akhirilah setiap hari dengan hati yang tenang, sebab kita tahu bahwa hari esok selalu ada harapan dan masa depan yang cemerlang.

 

Continue Reading

Trending!!