Hubungan dengan orangtua

5 Cara memulihkan komunikasi yang rusak antara kamu dengan orangtua 

Bagikan Artikel ini :

Tak sedikit hubungan antara orangtua dan anak yang mengalami kerusakan akibat kesalahpahaman komunikasi yang ada. Jika diamati, sebenarnya permasalahan keluarga yang seakan tidak terselesaikan biasanya diakibatkan karena komunikasi tidak dibangun dengan pola yang benar di dalam keluarga. 

Padahal sesungguhnya keberhasilan dalam membangun sebuah keluarga juga dipengaruhi oleh bagaimana keluarga yang bersangkutan membangun komunikasi yang sehat didalam rumah. Apabila komunikasi tidak segera diperbaiki maka pola komunikasi yang salah ini akan terus terbawa hingga anak menjadi besar 

Lalu bagaimana jika ternyata kamu adalah salah satu anak yang sudah terlanjur terbangun komunikasi yang tidak sehat dengan orangtuamu ?? 

IndonesiaOne.org kali ini akan memberikan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memulihkan komunikasi yang rusak antara kamu dengan orangtua : 

1.  Memaafkan Segala Tindakan Salah yang Pernah Dilakukan Orangtua Kepadamu di Masa Kecil 

Tak bisa dipungkiri, pola komunikasi yang salah antara orangtua dengan anak pasti akan meninggalkan banyak kenangan yang menyakitkan. Entah itu kenangan buruk seperti kekerasan yang kamu terima secara fisik ataupun verbal, tidak mendapatkan kasih sayang seutuhnya, tidak mendapatkan ruang untuk mengungkapkan pendapatmu dan lain sebagainya. 

Memang tidak semua orangtua mendidik anaknya dengan salah, namun jika kita mau menyadari tidak sedikit juga orangtua yang mengasuh anaknya dengan pola yang kurang benar. Akhirnya anak bertumbuh di luar rumah, maksudnya anak lebih memilih untuk percaya kepada teman-temannya atau sedihnya anak lebih merasa nyaman dengan mencari tempat kasih sayang lain yaitu ‘pacar’. 

Nah apapun trauma dan kenangan sedih yang terjadi antara kamu dengan orangtuamu, mulailah untuk memaafkan segala tindakan mereka dan melupakan peristiwa itu. Ganti semua pemikiran negatif itu dengan sebuah pernyataan, “apapun yang dilakukan orangtuaku dahulu padaku itu hanya satu tujuannya adalah UNTUK KEBAIKANKU !!!” 

Dan mulailah untuk terus mengingat kebaikan-kebaikan, pengorbanan dan kasih sayang yang diberikan orangtuamu kepadanmu. Ingatlah akan peristiwa dan kenangan manis yang dahulu pernah terjadi antaramu dengan orangtua, bisa saat kalian pergi wisata bersama, belajar bersepeda atau bermain bersama dll. 

Saat kamu mulai berdamai dengan masa lalumu, maka sesungguhnya kamu sedang melangkahkan kakimu kepada pemulihan hubungan dan komunikasi antara kamu dengan orangtua. Dan kamu pun akan dengan mudah kembali dekat dengan orangtuamu. 

2.  Menyadari Bahwa Kamu Juga Pribadi Yang Tidak Lepas Dari Banyak Kesalahan 

Mungkin sebagian dari kamu yang merasa sangat trauma dan terluka akan tindakan orangtua kepadamu, akan berkata : “Tidak mungkin aku bisa memaafkan tindakan menyakitkan yang dilakukan orangtuaku di waktu aku kecil !!. Sulit sekali untuk aku memaafkan kesalahan besar mereka di dalam diriku. Ini gak adil buatku !!” 

Kamu tidak bisa terus-menerus mencari kesalahan orangtuamu yang mereka lakukan kepadamu di masa lalu. Karena sesungguhnya kamu harus menyadari bahwa kamu pun adalah pribadi yang tidak lepas dari berbagai kesalahan dan kekurangan. 

Bahkan setiap manusia yang ada di dunia ini tidak lepas dalam melakukan kesalahan, tetapi Sang Pencipta selalu mengampuni dan memberi kesempatan untuk manusia itu berubah. Lalu apa hak kita selalu mengungkit kesalahan orangtua ?? 

Ingatlah sekeras, seberat atau sesakit apapun peristiwa dahulu antara kamu dengan orangtua. Tuhan selalu memiliki tujuan yang baik didalamnya. Yang perlu kamu lakukan hanyalah bersyukur dan melihat hikmah dari peristiwa berat itu. 

3.  Beri Perhatian Kepada Orangtua 

Buang sikap yang selalu ingin diperhatikan dan tidak belajar untuk memberi perhatian dan empati kepada orangtua. Belajarlah untuk bertumbuh sebagai anak yang dewasa dalam pemikiran dan karakter. Meski umurmu terbilang masih muda tapi itu tidak menjadi alasan untuk kamu tidak memiliki kedewasaan yang matang. 

Kedewasaan itu tidak diukur dari usia seseorang tetapi dilihat dari sikap, tindakan dan pemikirannya yang dewasa. Karena banyak orang yang usianya telah matang namun sayangnya sikap mereka masih ‘kekanak-kanakan’ dan ego mereka masih sangat besar. 

Maka dari itu mulailah membangun komunikasi dengan cara yang sederhana kepada orangtuamu, mungkin dimulai dari percakapan-percakapan kecil yang disukai oleh orangtuamu. Cobalah menjadi pendengar yang baik dari cerita maupun keluhan yang mungkin nanti mereka akan ungkapkan kepadamu. Jangan langsung terburu-buru untuk menggurui mereka, tapi belajarlah menjadi teman bicara yang nyaman bagi mereka. 

Kamu pun bisa memberikan kejutan-kejutan kecil kepada mereka, tidak perlu menunggu hari ulangtahun orangtua ataupun hari ibu/ayah. Kejutan kecil itu bisa berupa sebuah tawaran pijitanmu, membawakan makanan kesukaan mereka, mengajak ke tempat kesukaan mereka dll. 

Lalu bagaimana jika ada orangtua kita yang jauh dari kita ?? Apabila saat ini kamu sedang tidak tinggal bersama orangtuamu, disiplin dirimu untuk setiap harinya menanyakan kabar orangtuamu. Entah itu via telepon, sms, bbm atau media sosial lainnya. Percayalah itu tidak akan menyita waktumu yang padat karena segudang aktivitas. 

Dan di satu sisi saat kamu terus mempraktekkan prinsip “Hormatilah Ayah & Ibumu, agar panjang umurmu”, sesungguhnya kamu sedang menabur hal-hal baik yang justru akan kamu nikmati di usiamu yang senja nantinya. Karena pada prinsipnya apa yang kita tabur sekarang kepada orangtua maka kita akan tuai di masa yang akan datang.

4.  Tularkan Energi Positif Kepada Orangtua 

Tak bisa dipungkiri setiap orangtua pasti memiliki kelemahan. Namun di saat kamu melihat kekurangan mereka, maka kamu harus berfungsi sebagai anak yang menutupi kelemahan orangtua. Perananmu adalah memberikan energi positif, support, kekuatan, ide/ pemikiran yang kreatif dan solusi yang tepat agar mereka bisa mengatasi kelemahan tersebut. 

Sebagai contoh orangtuamu sedang khawatir karena perekonomian yang ada. Sebagai anak, kamu harus memberikan ketenangan, kedamaian dan harapan untuk membangkitkan mereka dari keterpurukan. Namun kamu harus melakukan hal tersebut tetap dengan sikap penuh hormat dan respek kepada orangtua. Bukan dengan pandangan yang akhirnya meremehkan ataupun menyudutkan mereka. 

Maka dari itu kamu harus memastikan dirimulah yang terlebih dahulu terbangun energi positif, sehingga apapun yang terjadi di dalam keluarga kamu bisa menjadi pemberi solusi yang terbaik bagi semuanya. Solusi tidak selalu diselesaikan dengan memberikan uang yang banyak, tetapi bisa berupa energi positif, ide, hikmat, doa dsb. 

5.  Mendoakan Orangtua 

Teruslah mendoakan orangtuamu karena sesungguhnya doa itu memiliki kuasa untuk mengubahkan diri seseorang. Mintalah kepada Tuhan Sang Empunya kuasa itu dan niscaya berkat, anugerah, hikmat, kebijaksanaan, kesehatan, kekuatan, kebahagiaan dan kedamaian akan selalu menyertai orangtuamu. 

Sebagaimana dahulu mereka juga selalu mendoakanmu, maka sekarang saatnya kamu mengambil kesempatan untuk mendoakan kehidupan mereka. Dengan begitu perubahan demi perubahan yang kamu inginkan akan satu per satu terjadi di dalam hubunganmu dengan orangtua. 

Itulah 5 cara yang bisa kamu lakukan guna memperbaiki hubungan yang rusak antara kamu dengan orangtua. Biar kiranya saat orangtuamu melihat keberadaanmu, yang mereka lihat adalah kebanggan dan kesukaan hati bagi mereka. 

Bagikan Artikel ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *