Hati Manusia Siapa yang Bisa Menebak?

Home » Blog » Hati Manusia Siapa yang Bisa Menebak?

Hati orang siapa yang bisa menebak ? Hanya ia dan Tuhan saja yang tahu.

Alasan seseorang terus mengalami peristiwa buruk meskipun ia telah mencoba berbuat hal-hal yang menurutnya baik, adalah karena masih adanya “sikap hati” yang salah dalam hidupnya.

Hati orang dapat digambarkan seperti akar sebuah pohon, yang tersembunyi di bawah tanah dan tidak bisa begitu saja dilihat. Sama seperti hati manusia, yang harus “dibongkar” untuk mengetahui kondisi hatinya yang sebenarnya.

Hanya Tuhan yang sebetulnya sanggup membongkar hati seseorang, karena terkadang orang yang bersangkutan pun tidak memahami kondisi hatinya sendiri.

Orang yang rajin dan tekun menjagai hatinya selalu bersih, lurus dan tulus di hadapan Tuhan, akan terus mendapati jalan hidupnya akan selalu lurus dan diberkahi oleh Tuhan.

Inilah beberapa cara membangun sikap hati yang benar :

1. Melakukan refleksi dan evaluasi diri secara berkala.

Lakukanlah refleksi diri di waktu yang tenang dan rileks, biasanya di pagi hari atau malam hari menjelang tidur. Mulailah ingat apa yang sudah kita lakukan dan kerjakan selama ini. Dengarkan suara hati nurani yang terdalam, apakah hati nurani kita memberikan “teguran” atas tindakan kita yang salah atau kurang tepat.

Buatlah koreksi atas hasil perenungan yang sudah kita lakukan, dan membuat langkah praktis untuk mewujudkannya.

Misalnya : Kita menyadari bahwa selama ini pola makan yang kita miliki berbahaya bagi organ tubuh kita. Kita dapat membuat jadwal menu makanan baru yang lebih sehat dan bergizi.

2. Memiliki waktu sembahyang dan beribadah dengan tekun dan setia.

Sesibuk apapun rutinitas dan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari, selalu prioritaskan memiliki waktu beribadah yang berkualitas. Tidak ada pribadi yang lebih mengenal sosok kita yang terdalam selain Sang Pencipta hidup kita.

Lakukanlah dengan tekun, setia dan hati yang rindu untuk lebih mendekat lagi kepada Tuhan.

3. Mengucap syukurlah dalam segala sesuatu.

Kebiasaan mengucap syukur akan selalu “mengegarkan” hidup kita!

Buatlah satu kalimat inspirasi yang membangun hidup kita, misalnya : “Aku bersyukur atas kesehatan dari Tuhan, aku bersemangat, kuat dan sehat!”

Kita dapat menuliskannya pada selembar kertas, dan ditempel pada tempat yang mudah untuk kita baca. Kapanpun kita merasa down dan ingin mengeluh, tulisan tersebut akan membantu mengingatkan kita untuk tetap bersyukur.

4. Membiasakan diri memberi salam yang memberkati orang lain.

Saat menjumpai orang, biasakanlah untuk memberkati dan memberikan kata-kata yang membangun bagi orang tersebut. Bisa berupa salam yang sederhana seperti : “Semoga sehat selalu ya, lancar ya rejekinya, sukses ya usahanya, semangat ya kerjanya hari ini..” dan sebagainya.

5. Disiplin pikiran terhadap apapun pikiran yang melintas.

Pikiran dan imajinasi kita adalah layar pikiran. Biasakan untuk selalu mendisiplin dan mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang benar, adil, baik.

Kondisikanlah pikiran kita untuk hanya merenungkan hal-hal yang murni, indah, kebaikan dalam diri orang lain. Jadi kalau mengingat orang lain, jangan yang jelek-jeleknya terus yang diingat.

Kondisikan pikiran kita untuk selalu memikirkan hal-hal yang positif dan merenungkan kebaikan Tuhan.

6. Tekun merenungkan prinsip-prinsip kebenaran.

Isilah pikiran kita dengan prinsip-prinsip kebenaran, baik itu dari kitab suci, nasihat orang tua, dan prinsip-prinsip kebenaran yang hakiki.

Renungkan agar bagaimana caranya agar prinsip tersebut dapat teraplikasi dalam hidup kita.

7. Terhubung dengan mentor yang dapat menjadi teladan hidup.

Mentor yang baik akan membuat hidup kita ada dalam puncak potensinya. Kita perlu mengenali mentor yang hidupnya dapat menjadi teladan, dan tidak hanya sekedar pintar bicara saja. Hal itu dapat kita kenali dari kehidupan sehari-harinya.

Pelajaran hidup yang dibagikan oleh mentor yang tepat akan membuat hidup kita lebih terarah, dan tidak perlu jatuh dalam lubang permasalahan karena sang mentor telah lebih dahulu melaluinya dan berhasil menang dari tantangan tersebut.

8. Memberi diri tergabung dalam komunitas yang sehat.

Berikanlah diri kita untuk tergabung dalam komunitas yang sehat, yang memiliki tujuan yang jelas, luhur dan mulia.

Pergaulan yang baik akan mengasah hidup kita semakin baik dari hari-ke hari dan akan mensupport kita saat kita terjatuh atau menghadapi permasalahan.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Reply

Selamat datang di Indonesiaone.org, Portal Berita Inspirasi!